Semur Daging Seribu Satu Rasa Ala Food Creator


Sebuah resep masakan belum tentu  menghasilkan rasa yang sama apabila dipraktekkan oleh tangan yang berbeda. Masing-masing  mempunyai persepsi   berbeda setelah membaca resep, juga menyaksikan tayangan video memasak. 
Terlebih saat menyaksikan tutorial, banyak indera yang terlibat. Mata, telinga, hidung, serta indra peraba masing-masing mencerna sesuai pesepsinya. 

Sebuah video tutorial mampu menghadirkan berjuta pemirsa. Tiap pemirsa mempunya 'rasa' tersendiri saat mengaplikasikannya. Satu resep bisa menghasilkan seribu satu rasa yang menarik, atau sebaliknya.

Apa saja langkah-langkah yang dilakukan untuk menghasilkan tutorial video yang menarik ? Di sinilah peran food creator. Apakah saya mampu menjadi food creator? 

Berbekal ke(tidak)yakinan itu, ngabuburit sore itu, saya beruntung diundang hadir ke Modena Experience Center, Kuningan. Chef Lucky Andreono, Master Chef Indonesia 2011 bersama Kokiku TV dan tim Blibli.com, berbagi ilmu membuat video tutorial masakan. 



Bagaimana persiapannya?

Langkah pertama adalah mempersiapkan peralatan rekaman yang memadai. Ini bisa berupa kamera video dengan tripod atau smartphone yang dilengkapi dengan tongsis dan lain-lain.  Alat-alat itu hendaknya mempunyai kapasitas storage yang memadai untuk menyimpan foto dan editing. Serta harddisk atau USB berkapasitas tinggi untuk menyimpan data dan rekaman video. Selain itu sistem pencahayaan juga harus baik. Pencahayaan yang alami lebih bagus tapi cahaya tambahan bisa juga membantu menghasilkan rekaman yang baik.

Ilustrasi Suara dan Musik

Bunyi dan suara yang ikut terekam dalam video arus diedit terlebih dulu sebelum rekaman video siap ditayangkan.  Suara atau bunyi yang tidak relevan atau mengganggu hendaknya dihilangkan, lalu diganti dengan timpalan suara (voice over) yang berisi laporan tentang jalannya acara itu.  Atau bisa juga juru masak menjelaskan proses memasaknya. Boleh juga rekaman tanpa suara tetapi ditambahkan teks yang menjelaskan tiap-tiap tahap memasak. Acara akan lebih baik jika terjadi interaksi dengan penonton. Bila penonton mengajukan pertanyaan atau berkomentar,. komentar atau pertanyaannya hendaknya dibalas melalui comment box.

Untuk ilustrasi musik latar belakang, kita bisa memilih dan mengambilnya dari Youtube Free Music Library. Pengambilan video hendaknya menggunakan kamera yang dipasang di atas tripod untuk menghindari goyangan pada hasil rekaman.

Warna 

Warna makanan yang ditampilkan hendaknya yang menggugah selera. Selama proses editing biasanya warna menjadi lebih gelap. Oleh karena itu makanan yang kita sajikan hendaknya jangan terlalu matang. Makanan 3/4 matang warnanya akan menjadi seperti matang sesudah melalui editing. Ini bukan masalah karena makanan dalam acara video biasanya bukan untuk disantap.

Tampilan Alat Masak dan Bahan Masakan

Acara video cooking biasanya dibuka dengan menampilkan bahan. Bahan diperbanyak supaya tampak bagus. Unggahlah thumbnail video yang menarik untuk diklik. Gunakan foto kualitas tertinggi (high-res) Tambahkan tulisan yang dapat dibaca meski dalam thumbnail kecil

Bahan bisa diperkenalkan satu per satu, kemudian disatukan utuh. Atau bisa juga sekaligus. Lama perkenalan bahan 3-5detik per item

Peralatan masak yang sederhana dapat kelihatan lebih menarik jika sudut pengambilan gambarnya tepat.  Untuk ini memang diperlukan ketrampilan khusus dalam pengambilan gambar. 



Durasi dan Waktu Tayang

Durasi konten video cooking idealnya  3-5 menit. Jika terlalu lama, mungkin akan ditinggalkan penonton kecuali kalau ada ceritanya. Berilah judul yang cocok untuk acara ini. 

Saat yang baik untuk mengunggah video adalah akhir pekan . Untuk hal ini perlu ditanyakan kepada kreator (pembuat video) apa tujuan dari acara tersebut, lalu berikan saran-saran yang perlu ia jalankan.

Bagi seorang kreator, kreativitas sangat penting. Kualitas juga penting, tapi dapat dikompromi. Jika terus diperbaharui, penonton akan kembali ke channelmu. Buatlah jadwal tayang mingguan agar penonton makin tertarik.  Jika kita terlalu jarang posting, channel kita akan terlupakan.

Untuk jenis makanan yang akan kita tampilkan, ikuti trend yang sedang hits: pilih menu makanan seperti cokelat, ayam,mie, kue, martabak, kue cubit, pasta, mie goreng, oreo, kitkat dll.



Penutup

Clossing atau penutup biasanya ditandai dengan icip-icip. Mimik wajah menunjukkan lezatnya masakan tersebut.  Tentu saja, .saat kita mencicipi, makanan sudah dimatangkan.

Nah, jadi what kind of food creator are you? Tergantung persiapan, penampilan saat syuting, juga editing. Rasa seperti apakah yang hendak kita tampilkan pada pemirsa. Intinya, jangan khawatir untuk mencoba. Bisa karena terbiasa, teruslah mencoba semua gaya, tampilkan seribu satu rasa itu. 

Jadi, sekarang sudah (lebih) yakin kita bisa menjadi food creator???

Memanfaatkan Kemaslahatan Teknologi Informasi Demi Memajukan Negeri


"Rasanya seperti  ada yang kurang, jika sehari tak membuka medsos?".  Begitulah ucapan yang sering kita dengar dari mulut penggila medsos zaman sekarang. Ungkapan yang mulai muncul terutama sejak adanya email, facebook yang dulu hanya bisa diakses melalui komputer. Kini dengan adanya smartphone, yang nyaris bisa melakukan apa saja, ucapan ini tambah tak asing saja.
Revolusi dalam media komunikasi memang sangat dahsyat. Kini boleh dikata setiap orang (dewasa, terutama kaum urban) memiliki alat untuk mengakses media sosial kapan saja.  Menjadi netizen (pengguna net/jaringan media sosial) sudah menjadi gaya hidup. Banyak yang merasa ketinggalan zaman jika tidak mengikuti fenomena ini. Tapi, benarkah demikian? Dan apakah konsekuensinya?
Kemajuan di bidang teknologi komunikasi sering membuat kita keteter.  Untuk dapat terus mengikutinya kita harus selalu mengupdate gadget atau peralatan kita. Netizen harus menyediakan dana yang cukup karena secara berkala mereka harus mengganti alatnya. Bagi yang berkecukupan hal ini tentu tidak menjadi masalah. Tapi bagi yang tidak mampu bagaimana? Yang terjadi adalah ketimpangan.
Mereka yang mampu dapat memanfaatkan media sosial untuk apa saja, mulai dari sekadar ngobrol atau bertukar kabar dengan teman maupun saudara sampai dengan memasang iklan untuk menjual produk secara online.  Atau sekadar curhat?
Media sosial memberi kesempatan kepada setiap orang untuk mengungkapkan perasaan atau ide-ide mereka.  Tapi harus diingat bahwa kita tidak bisa semaunya berbicara melalui media ini. Ingat kasus Prita yang terpaksa harus berurusan dengan pengadilan gara-gara mengungkapkan kekesalannya lewat email kepada teman-temannya? Undang-undang hasutan atau pencemaran nama baik dapat menjerat kita kalau kita kurang hati-hati.
Banyak pengguna medsos memasarkan produk mereka secara online. Bagi mereka ini merupakan cara yang lebih efektif dan murah.  Mereka tidak perlu membuka toko secara fisik karena produk mereka dijual berdasarkan pesanan pembeli. Karenanya untung yang mereka peroleh pun lebih besar. Tapi mereka harus membangun kepercayaan dari pembeli jika ingin tetap eksis. Berjanji akan mengirim produk dalam sehari tetapi barang baru dikirim seminggu kemudian tentunya kurang baik. 
Media sosial juga dapat digunakan untuk menggalang dana bagi korban bencana atau menggalang dukungan bagi calon pejabat publik seperti yang terjadi di sejumlah daerah sekarang ini. Tapi media sosial juga dapat digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebar kebencian dan fitnah. Ini sungguh berbahaya karena banyak orang yang memakan mentah-mentah fitnah itu. 
Sudah pula kita menyaksikan beberapa orang berkumpul di sekeliling meja makan. Tujuan awal mereka adalah makan bersama sambil mengobrol. Tapi apa yang terjadi kemudian? Masing-masing justru asyik dengan gadget mereka. Ini juga bisa terjadi dalam satu keluarga. Di waktu senggang saat semua anggota seharusnya berkumpul di ruang keluarga untuk menceritakan pengalaman mereka hari itu, mereka justru berada di kamar masing-masing sibuk bersilancar di dunia maya. Anak saya sendiri kadang marah kalau saya terlalu lama di depan komputer.  Karena dia anak berkebutuhan khusus, yang tidak bisa menyampaikan maksudnya secara verbal, maka ia sering menutup begitu saja laptop yang sedang saya pakai.Cucu seorang teman saya bahkan sering berusaha merebut HP teman tersebut untuk dibanting jika ia sedang menelepon!
Juga sudah bukan berita baru lagi jika kita mendengar ada orang yang menjadi korban kejahatan berupa penipuan, atau pemerkosaan di mana pelaku dan korban adalah dua orang yang baru saja berkenalan melalui medsos.  Oleh karena itu, kita perlu memberi pengertian, terutama kepada anak-anak, agar jangan terlalu percaya pada orang yang mereka kenal melalui media ini.
Jadi apakah sebaiknya kita menghindari media sosial? Tidak juga. Banyak sekali manfaatnya seperti diuraikan di atas. Tapi agaknya orang yang aksesnya ke medsos terbatas, karena tidak mampu membeli alat yang mahal, agaknya kurang rentan terhadap efek negatifnya. Mungkin saja mereka memang agak ketinggalan zaman, ketinggalan informasi, tapi ini kadang juga jadi semacam berkah. Mereka tidak terlalu pusing dengan segala tetek-bengek soal politik atau ekonomi, tidak terombang-ambing oleh gemuruhnya pertentangan antara pihak DPR dan eksekutif yang belakangan ini sering berkobar. Artinya mereka tetap bisa menikmati hidup seperti sediakala, tak terusik oleh adanya alat-alat canggih yang bagi mereka seperti berada di awang-awang.    

Nah, apakah media sosial itu merupakan berkah atau musibah akan bergantung pada bagaimana kita menggunakan dan menyiasatinya.  Sangat bermanfaat jika kita menggunakannya untuk hal-hal yang positif, namun berbahaya jika digunakan untuk berbuat jahat. Di zaman teknologi komunikasi dan informasi yang sudah sangat maju sekarang ini, kita memang seharusnya tidak boleh tertinggal. Tetapi kita hendaknya juga ikut menjadi pelaku, bukan hanya sekadar penonton.  Artinya kita harus berperan aktif dalam perkembangan ini, ikut menciptakan hardware ataupun software yang bermanfaat bagi siapa saja. Bukan hanya sebagai pengguna, yang hanya akan menguntungkan pihak lain.

Beruntunglah kita mempunyai seorang Khoirul Anwar dari Kediri, Jawa Timur yang berhasil menemukan dan mematenkan konsep dua FFT (Fast Fourier Transform). Konsep ini sekarang digunakan dalam sistem 4G, istilah yang mengacu kepada standar generasi keempat dari teknologi telepon seluler

Ramadan, Time of Patience Not Passions

FEDChallenge

A neighbor came to me one day during the Ramadan month, bringing some food for me to end my fasting for the day. 

Feeling grateful I said, "I wish I could give you something in return."
Neighbor : "Oh, please don't mention it.  We know you don't have much time to prepare meal for yourself.". 

Giving each other a present during certain occasions is a very old tradition.  It exists in almost every civilization and culture.


During the month of Ramadan of the Islamic calendar, the month for fasting, and the Eidul Fitr celebrations that follow, it is a common practice among Indonesians, Muslims or Non-Muslims, to exchange foods with their neighbors. This usually happens in late afternoons just before they break their fasting of the day.  In the old days, foods were put in some containers, and the receiver would empty the contents and replace them with their own foods for the giver. Time changed and this tradition of giving gradually shifted from giving foods to giving presents.

Giving presents is a unique experience.  Before you decide to give a present to someone, it is not uncommon for you to find yourself in a difficult situation.  Would they accept this if I gave this, you would wonder.  Or, should I give money instead. Would they think I am ungenerous if I gave them this or would they feel humiliated because of my gift?


FEDChallenge


Thousands of doubtful questions might whirl in your head before you decide what you are going to give out.  But if you realize that the essence of giving is to show that you care for others, those questions are baseless.  We give them presents because we care for them, because we love them.  A gift is a symbol of love and care and of solidarity, as long as we give it sincerely.



Ramadan Time of Patience

Oh well. Are there insincere gifts? Yes, no doubt about it. The Ramadan and Eidul Fitr celebrations have apparently become an opportunity for certain groups of people to take advantage of giving. For some business persons, it is a time to get closer attention from those in power by giving them presents.  For others, it is a time to produce goods that might cause people to buy them as gifts.  They design the goods in parcels in such artistic ways as to attract buyers. They contain anything from food to drink and from shirts to watches, or anything you can think of, you name it.  The parcels are then sold at prices ranging from hundreds of thousands of rupiahs to millions. Stores are full of potential buyers, those craving for buying those goods.
Much more than on normal days, The Ramadan month, which basically is a time for patience, self-restraints and abstinence, has become a time for spending uncontrollably. A time for spiritual self-control into a time of worldly out-of-control. A time of patience into a time of passion.  The business world has conditioned this, because it is them that gain the most.

Thanks God, recently the government has issued a regulation that bans government officials from accepting parcels. Or they might risk ending up in jail under corruption charges. Common people are also reminded of the true meaning of fasting, i.e. absent from food, sexual desire and extravagance.


FED Challenge


Happy Ramadan and Eidul Fitr !    


Syariah dan Sakinah : Pentingnya Proteksi Sejak Dini, Berkah Masa Depan

Pentingnya Proteksi

Kakak ipar saya meninggal dunia setelah sekian lama mengalami penyakit kronis. Total biaya pengobatan yang harus ditanggung ternyata di luar perkiraan. Walaupun selama ini penghasilan mereka lumayan besar, simpanan dalam tabungan tidak cukup untuk menutupinya. Meski berat hati, kakak harus menjual rumah dan barang berharga  yang lain untuk melunasi tagihan itu. Belum lagi, kini kakak harus menghidupi dua anaknya yang masih remaja, termasuk biaya pendidikan. 

Uang pensiun dari kantor, ternyata tidak menjadi tumpuan akan tetap hidup sejahtera. Harus ada proteksi keuangan tambahan. Jika sewaktu-waktu ada masalah yang di luar dugaan, tersedia jaminan bantuan keuangan.  

Pengalaman yang selalu membekas di benak saya. Entah sudah berapa ratus kali saya ditawari program asuransi. Namun, jarang-jarang yang dapat menggerakkan hati saya. Kurang yakin pada asuransi, apakah yang diomongkan sekarang akan sesuai dengan yang akan datang. Atau janji di atas kertas semata. Kabar mengklaim asuransi itu ribet dan ujung-ujungnya tidak dibayar. Ada juga yang meragukan kehalalan program tersebut.

Asuransi JIwa Syariah AIA

Tapi sejak itu perasaan saya mulai goyah.  Saya mulai merasa galau. Berpenghasilan cukup untuk hidup wajar, ternyata bukan jaminan kesejahteraan. Bola itu bulat, hidup terus berputar. Lagipula, saya juga punya tantangan. Anak kedua saya berkebutuhan khusus. Artinya dia harus mendapatkan penanganan yang berbeda dengan anak pada umumnya.  Untuk itu diperlukan pula biaya yang khusus pula (baca: mahal). Apalagi anak seperti ini ada kecenderungan untuk terus bergantung pada orang lain.  Saya jadi sangat terganggu apabila terpikir hal ini.

Maka saya pun mencari-cari informasi tentang  proteksi perlindungan yang cocok untuk kebutuhan saya sekeluarga.

Adakah yang memberikan saya ketenangan? Kepastian yang menjamin di masa yang akan datang. Kepastian yang bukan hanya di atas kertas. Tapi kepastian layaknya sahabat yang terus mendampingi, tak akan meninggalkan.
Jika saja ada kepastian,  saya akan merasa lebih tentram dan fokus. Jaminan sesuai yang saya butuhkan, akan mengurangi rasa khawatir. Semakin yakin, kelak apa yang saya inginkan sesuai dengan kenyataan. Perasaan tentram, terasa jika buah hatiku sudah terlindungi, meskipun saya sudah tidak produktif lagi.

Apakah jaminan tersebut akan mencukupi? Mengingat, perkiraan hari ini dengan masa depan, belum tentu sesuai. Saya menginginkan jaminan yang optimal. Sehingga kebutuhan dapat terpenuhi dengan cukup, tanpa ada tawar-menawar.

Terpenuhinya hal-hal tersebut, cukuplah membuat saya bahagia. Kebahagiaan karena berhasil mencapai tujuan . Pencapaian yang  sesuai kebutuhan dan pada waktu yang tepat.

Keinginan yang sesuai dengan asuransi syariah. Itulah, asuransi AIA Sakinah, sebuah produk dari AIA Financial. 

AIA Sakinah Assurance

Memberi ketenangan sesuai dengan prinsip syariah. Sesama peserta saling bantu, tolong- menolong saat menghadapi masalah. Saya tidak ditinggalkan sendiri. Bagai seorang sahabat yang selalu ada, kapanpun saya memerlukan bantuannya. 

Memberi ketentraman, dengan perlindungan jiwa dan kecelakaan dengan sejumlah pilihan asuransi tambahan. Ia adalah sahabat yang setia setiap saat. Ia akan memberi dukungan sesuai kebutuhan apabila saya sedang menghadapi pilihan sulit.

Memberi jaminan optimal, sahabat yang membantu perencanaan keuangan secara maksimal. Dengan pilihan asuransi berbasis syariah kondisi ini sangat mungkin terealisasikan.

Memberi rasa bahagia,  karena Asuransi Jiwa Syariah AIA  yang murah hati. Ia akan memberi kesempatan manfaat loyalitas, yakni Surplus Underwriting manakala kita sendiri setia kepadanya. 


In Harmony Clinic, Rumah Pencegahan Penyakit Sejak Dini



Demam, pilek dan batuk biasa merajalela pada anak. Karena sering dijumpai,  sebagian orang mungkin menganggapnya sebagai hal biasa, bahkan wajar-wajar saja.  Anggapan yang pernah singgah dalam benak saya. 

In Harmony Clinic


Suatu saat, anak batita saya menunjukkan gejala hidung berair (meler). Asumsi saya, hal itu biasa terjadi. Jadi saya berikan saja perlakuan untuk menghilangkan gejalanya saja. Seperti memberinya minum hangat, maupun dengan massage bagian tubuh tertentu.  “Semoga besok atau lusa sudah lebih baik,” demikian batin saya.

Ternyata, itu bukan akhir kisah pengalaman buah hati saya. Alih-alih membaik, Dede Adi malah mulai batuk. Terkadang, malah disertai demam yang naik turun. Klimaksnya terjadi tengah malam itu. Panasnya semakin tinggi. Meskipun telah dikompres dengan air hangat, serta diberi obat penurun panas, kondisi Dede tidak membaik. Wajahnya pucat, tangan  kakinya memutih dan tampak kaku. Diajak komunikasi pun tidak mau. 

Dengan latar belakang saya di bidang medis, saya menyadari situasinya sudah genting. Jika kondisi Dede berlanjut, dia mungkin akan mengalami kejang demam. Saya sempat panik, hilang akal sekejap. Namun saya teringat pada obat P3K dalam kulkas. Kami memang selalu menyimpan obat penurun panas dan juga obat pencegah kejang, keduanya diberikan lewat dubur sebagai persiapan untuk perawatan selanjutnya.  Segera saja, dengan bantuan suami, kami  memasukkan obat itu lewat dubur Dede Adi. 

Situasinya sangat mencekam saat kami menunggu reaksi obat tersebut. Menit demi menit berlalu penuh rasa was-was dan tegang.  Perasaan ini mulai mereda setelah kami saksikan tangan dan kaki Adi mulai kembali memerah. Meski terlihat masih lelah, dia tampak memberikan reaksi. Rasanya plong hati kami. Pagi harinya, Dede langsung kami periksakan ke dokter anak langganan.

Kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga, yang tetap terpatri dalam benak kami hingga kini. Saja jadi banyak berandai-andai saat itu. Seandainya saja plan A (member obat lewat dubur) tersebut tidak berjalan dengan baik, apakah resiko terburuk yang mungkin terjadi? Berkeringat saya membayangkannya. Andai saja saya tidak menganggap sepele gejala pileknya. Andai saya bisa mencegah supaya Dede tidak terkena kuman-kuman flu. Andai saja… Ribuan pikiran seandainya saya bisa “mencegah”nya berputar-putar di kepala saya. Kesimpulannya, saya harus mencegah agar hal serupa tidak terjadi lagi. 

In Harmony Clinic


Apa yang bisa dicegah? Ya, cikal bakal kuman penyakit yang sering mengganggu keluarga saya.  Flu-lah yang paling sering menjangkiti keluarga saya. Apalagi, keluarga saya punya faktor resiko alergi, yang bisa memperberat penyakit flu.

Apakah flu bisa dicegah?

Tentu saja bisa dengan cara-cara berikut:

Istirahat cukup
Tidak merokok
Mengkonsumsi sayuran hijau
Mencuci tangan Anda
        Membersihkan  permukaan benda yang mungkin terkena kuman 
Menggunakan masker
Menutup mulut dan hidung dengan tisu sekali pakai
Membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah
Menggunakan barang sekali pakai
Mengobati gejala flu 
Menjauhi orang yang sedang sakit
Jika sedang sakit, hindari persentuhan dengan orang lain 
untuk mencegah penularan
Hindari memegang mata, mulut dan hidung


Vaksinasi  influenza

Setidaknya terjadi 3.000 kematian setiap tahun karena influenza. Jumlah ini dapat mencapai lebih dari 40.000 saat terjadi wabah flu. Kebanyakan dari kematian tersebut terjadi pada orangtua berusia lebih dari 65 tahun. Melakukan vaksinasi flu tahunan adalah cara yang sangat mudah dan efektif untuk mengurangi risiko pengidapan dan penularan virus influenza. Setiap orang yang memperoleh vaksinasi influenza cenderung tidak membutuhkan pengobatan oleh dokter spesialis atau penyedia jasa kesehatan. Pada orangtua, vaksinasi flu dapat menurunkan angka kesakitan sampai 60 persen dan kematian sampai 70-80 persen.

In Harmony Clinic


Suntikan flu perlu diberikan setahun sekali karena kekebalan tubuh seseorang  terhadap virus menurun seiring berjalannya waktu dan harus selalu diulang. Selain itu virus flu sering bermutasi. Jenis virus flu yang berbeda dapat muncul di satu musim dan berganti pada musim berikutnya. Setiap tahun, formulasi dari vaksin tersebut diperbaharui.

In Harmony Clinic
Bagaimana keluarga kita?


Setelah divaksinasi, apakah saya kebal terhadap flu? 

Tubuh memerlukan waktu sekitar dua minggu untuk membentuk proteksi teradap virus flu. Karena itu vaksinasi flu sangat dianjurkan sebelum musimnya tiba sehingga tubuh kita sudah kebal pada saat wabah flu mencapai puncaknya.



In Harmony Clinic
Manakah jalan yang kita pilih?

Dengan semboyan lebih baik mencegah daripada mengobati, sebuah klinik di Jakarta berkomitmen untuk meningkatkan taraf kesehatan bangsa Indonesia dengan menyediakan berbagai macam jenis vaksin, sebagai upaya pencegahan primer dan sekunder. Klinik ini, In Harmony Clinic, sesuai dengan namanya, berada di daerah Harmoni, Jakarta Pusat.   Dengan mengadopsi cara kerja rumah sakit besar pada umumnya, kemampuan pelayanan klinik ini tentunya tidak perlu diragukan lagi.




Senandung Kerudung Dari Tanah Serumpun

Bawal Scarf Aidijuma Membuka Mata Hati Fesyen Muslim Dunia

Sehari selembar benang, setahun bisa menjadi kerudung, sebuah plesetan peri bahasa lama tapi selalu bermakna. Seperti halnya berbisnis juga berbusana. Lama-kelamaan pasti bisa karena biasa. Begitu pesan Datin, saat memulai bisnis sederhananya. Simpel tapi dengan konsep yang jelas.

Dalam acara Muslim Fashion Festival (Muffest) 2016 yang digelar di Senayan pada 25-29 Mei lalu, saya beruntung dapat ikut dalam sebuah acara talkshow fesyen . Narasumber dari negeri jiran Malaysia, Founder-CEO Of Aidijuma , Datin Norjuma. Ia seorang desainer dan pengusaha busana Muslim yang sudah mengusai pasar di negeri tersebut dan di Brunei.


Talkshow yang dipandu oleh mbak Wardah Fajri, juga menghadirkan Franka Soeria dari Indonesia Fashion Chamber. Franka adalah seorang warga negara indonesia yang tinggal di Turki. Wanita inilah yang menjadi penggagas Istanbul Modest Fashion Week  pertengahan Mei lalu. Pagelaran busana yang diikuti  sejumlah desainer busana muslimah, termasuk Indonesia. 

Awal usahanya, banyak orang yang mencibir apakah mungkin ia sukses dengan menjual busana muslim. Tapi ia bergeming. Tekadnya yang kuat untuk sukses dan keyakinannya bahwa ia sudah mengambil jalan yang benar tidak membuat langkahnya surut. 

Datin menjelaskan bahwa dalam berbisnis kita bukan hanya sekedar membuat produk, tapi juga harus bisa merencanakan bagaimana menjalankan bisnis tersebut. Artinya produknya harus bermutu, dicari orang, dan kita tahu cara memasarkannya. Karena sekarang adalah zaman media online, Aidijuma pun memanfaatkan media sosial melalui www.aidijuma.com, Twitter @BawalAidijuma dan Instagram @Aidijuma. Namun ia pun tetap melakukan penjualan secara  offline.

Untuk media online, Datin lebih banyak menggunakan Instagram karena berbasis foto.  Dengan menggunakan teknik fotografi yang benar, kita dapat menghasilkan foto-foto yang baik sehingga dapat menggugah minat calon pembeli. Tapi ia pun berwanti-wanti agar produk yang kita jual sesuai dengan foto tersebut. Jika tidak, alih-alih dapat pelanggan baru, pelanggan lama pun bisa ikut kabur.


Bawalscarf Aidijuma

Aidijuma mengkhususkan diri dengan produk tudung berbahan ringan, atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama jilbab atau hijab.  Sebuah modern hijab yang  desainnya mengikuti zaman, produk Aidijuma juga mengggunakan warna-warna yang dapat disesuaikan dengan busana pemakainya.

Produk utama AIdjuma adalah BawalScarf, yakni jilbab berbentuk segi empat dengan berbagai ukuran agar sesuai dengan pemakainya. Yang unik, jilbab tersebut dapat dipakai bolak-balik, artinya kedua sisi jilbab itu adalah sisi luar dan dalam bisa tampil penuh gaya.  Dengan motif masing-masing sisi berbeda, satu sisi untuk dipakai dalam situasi formal, dan sisi lainnya untuk situasi yang lebih santai.


Bersaing dalam MEA 2016

Berkat kemauannya yang keras, bisnisnya yang baru berdiri tahun 2012 sudah berkembang.  Dia sekarang sudah mempunyai 20 gerai di Malaysia dan satu di Brunei. Dengan concept store, web store, mobile store, juga venture store. Datin  pun sudah merencanakan untuk lebih  melebarkan sayapnya ke luar negeri, salah satunya, ya Indonesia ini. Ambil bagian dalam Muffest 2016 ini adalah salah satu strateginya membuka pasar di sini. Mungkinkah ia akan menjadi pesaing bagi para designer Indonesia? Tentu saja. Tapi, ini sah-sah saja karena dengan dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini pengusaha dari negara anggota ASEAN boleh berbisnis di sini. Dan selama persaingan itu adil, setiap pelaku bisnis tentunya akan berusaha tetap eksis melalui berbagai inovasi baik di bidang produk maupun pemasaran. 

Kehadiran AIdijuma di Indonesia dengan produknya yang unik itu tentu menjadi tantangan bagi designer kita untuk menciptakan produk yang unik juga.  Yang seterusnya dapat kita pasarkan bukan saja di dalam negeri, tetapi juga ke negara ASEAN lainnya. Setiap produk punya pangsa pasar masing-masing.  Jadi kita tidak perlu berkecil hati. Seperti dikatakan oleh Franka Soeria, untuk dapat mengembangkan bisnis di luar negeri, kita juga harus membangun networking dengan negara lain. Franka menambahkan bahwa Indonesia saat ini sudah menjadi acuan sebagai modest fashion wear dunia, dan memimpin untuk kawasan Asia. Jadi, tak heran jika Muffest digelar untuk pertama kalinya di Indonesia. Karena kreatifitas orang Indonesia dalam berbusana muslim menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan muslim di luar sana. Franka menyebutkan  Muffest digelar untuk pertama kalinya di Indonesia karena kreatifitas orang Indonesia dalam berbusana muslim menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan muslim di luar sana. Indonesia saat ini sudah menjadi acuan sebagai modest fashion wear dunia, dan memimpin untuk kawasan Asia, ujarnya. 


Tips dari Datin

Di akhir talkshow, Datin dengan murah hati membagikan ilmunya dalam membuka dan mengembangkan usaha.  Selain itu ia juga menunjukkan cara mengenakan bawalscarf, produk utamanya juga blossom scarf.Tudung berbentuk segi emat yang di sini dikenal sebagai Paris Scarf. Meskipun berbentuk segi empat, dengan konsep twist and wear tudung ini dapat juga dipakai dengan melipatnya menjadi segitiga, seperti jilbab yang banyak dipakai di sini. Tapi Aidijuma juga memproduksi jilbab yang berbentuk segitiga. Tinggal kita mau pilih yang mana.

Langkah Hitam Putih Hannie Hananto Demi Go International

Menyaksikan coretan saya di sosial media, dijiplak habis-habisan,  gak keruan rasanya. Apalagi  pelakunya adalah sahabat yang dikenal. "Seperti berkenalan dengan serigala berbulu domba", keluh-kesahku saat itu. Kesal, galau, semua yang buruk-buruk menghantui asaku.

Beruntunglah, teman yang tadinya kurang saya kenal, menghampiri bahkan mengajak untuk 'move-on' . "Tetaplah hasilkan suatu yang positif", nasihatnya sambil bercanda. "Kena jiplak, tak akan pernah membuatmu kalah telak"...jleb! Emosi janganlah sampai mengalahkan inovasi, ucapan sederhana yang membuat saya kena batunya. 

"But, the show must go on!" jadi persis lagunya mendiang Fredy Mercurie. Kenangan yang terbangkit saat mendengar ucapan pemilik brand Anemone ini. Berhasil melenggang di Istanbul Modest Fashion Week 2016, membawa cita rasa Indonesia ke tingkat Indonesia. Hannie Hananto, kini duduk 'eye to eye' di hadapan kami komunitas Bloggercrony, berbincang dari hati ke hati, dipandu mbak Wardah Fajri. Bagaimana perjalanan langkah si Monokromatik ini?

hannie hananto


Sejak dicanangkannya Indonesia sebagai pusat fashion muslim tingkat Asia pada tahun 2018, dan pusat fesyen muslim dunia pada 2020 bisnis busana muslim di tanah air semakin menggeliat. Di mana-mana bermunculan para desainer yang mengkhususkan diri pada busana muslim. Bila mendengar kata busana muslim, yang terbayang dalam benak kita biasanya adalah busana muslimah yang menutup hampir seluruh tubuhnya, mulai dari kepala sampai dengan telapak kaki. Dan mungkin yang paling kentara adalah penutup kepala yang bisa disebut dengan jilbab atau hijab atau tudung.

Entah kebetulan atau tidak dengan fenomena ini, salah satu desainer terkemuka Indonesia, Hannie Hananto, namanya sedang berkibar saat ini dan beliau mengkhususkan diri dengan mendesain busana muslim dengan konsep minimalis.  Tapi dari ceritanya saat wawancara di Resto Ngalam, FX Sudirman beberapa waktu yang lalu, terungkap bawa ia menjadi desainer karena merasakan profesinya sebagai arsitek sangat menyita waktunya semenjak ia berkeluarga, apalagi setelah dikarunia dua orang anak.  Hampir tidak ada waktu lagi buat mereka berdua. Dengan dukungan sang suami, ia akhirnya memutuskan untuk fokus pada desain, khususnya busana muslim.

hannie hananto


Jejak Arsitek Menjadi Desainer

Dengan latar belakang arsitek, beralih menjadi desainer tentunya tidaklah terlalu sulit baginya. Keduanya sama-sama melibatkan ketrampilan menggambar dan menciptakan karya seni. Arsitek sendiri terdiri dari kata "ars" yang berarti seni. Apalagi, menurut ceritanya, sejak kecil ia memang gemar sekali menggambar.

Nama Hannie Hananto mencuat ketika ia berhasil menyabet tempat ke-2 pada sebuah kompetisi busana muslim yang diselenggarakan oleh Majalah Noor.  Rupanya konsep minimalis, desain yang didominasi dua warna dasar, hitam dan putih, berhasil memikat para juri. Desain yang tetap menjadi inspirasi favoritnya, hingga kini.

Sejak 2010, Hannie tidak mengawali karir sebagai desainer busana muslim hanya dengan warna hitam-putih saja. Semua warna menurut Hannie,  sesuai dengan desainnya. Tapi berkat nasehat mentornya, Irna Mutiara, ia teguh  memilih konsep monokromatik yang masih jarang di pasaran. Sejak itu, ia hanya menekuni desain dengan warna hitam putih. Ternyata, sambutan pasar sangat positif. 

Tantangan Di Tengah Keberhasilan


Dengan brand Anemone, perlahan tapi pasti, Hannie berhasil menembus pasar dengan meyakinkan  di seluruh Indonesia. Ia  bahkan sudah melakukan berbagai show di mancanegara seperti Amerika, Maroko Prancis dan Turki.  Di Istanbul Modest Fashion Week, Turki, bersama dengan lima designer lain dari Indonesia, Hannie sengaja membawa batik tenun ikat Kediri untuk menunjukkan citarasa lokal

Ia bergabung dengan APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) dan menjadi pendiri HijabersMomCom dan Anemone Fashion Muslim. Ia bahkan sudah menulis buku berjudul RemindMyself yang berisi berbagai kutipan dan ilustrasi berharga untuk mengingatkan dirinya sebagai muslimah.   

hannie hananto


Tapi keberhasilan juga berdampak negatif. Ada saja orang yang  membonceng ketenarannya dengan meniru atau menjiplak alias plagiat rancangannya.  Namun, katanya, ia tidak begitu risau dengan hal ini, karena ini menunjukkan bahwa desainnya unik. Sadar tidak dapat menghentikan penjiplak, Hannie semakin bersemangat, selalu bergerak cepat. Ia terus-menerus berinovasi dengan desainnya. Trend fesyen bergolak, tak mudah ditebak, "Ambil saja sisi positifnya", sambungnya. 

"Nilai suatu fesyen melalui proses panjang trial and error", pesannya. Ia yakin, dengan selalu membuat terobosan, orang tak akan bosan. Bahkan, dengan gayanya tersendiri, karakter brand akan mencuat ke permukaan, sesuai dengan kepribadian sang desainer. 

Terus Bergerak, Tidak 'Aji Mumpung'

Hannie tidak mudah terseret arus 'aji mumpung' yang sering menggoda desainer untuk memproduksi sebanyak-banyaknya di momen-momen tertentu seperti sekarang ini, Bulan Ramadan. Ia tetap setia pada mottonya untuk tidak memproduksi hasil karyanya secara besar-besaran. Seperti pada bulan-bulan lainnya, ia hanya membuat 6 atau 7 desain dengan total 150 busana saja . Untuk toko-toko besar sekalipun, ia membatasi cukup 60-80 gaun tiap bulan.

Tersirat alasannya, ia tidak mau kehilangan jatidiri dengan memproduksi secara obral. Karena nantinya, akan mengurangi mutu hasil karyanya. Paling banyak satu desain hanya 500 helai fesyen 'ready to wear' tapi tetap eksklusif. Pas dengan karakter wanita, yang tidak ingin ter"sama"kan, apalagi dalam hal busana. 

Hannie Hananto

Inspirasinya Demi Fesyen Indonesia

Pertumbuhan fesyen muslim Indonesia, memacu industri kreatif. Semakin banyak brand terlahir. Meski berulang kali dijiplak, sekalipun oleh banyak plagiat. Tapi jangan sampai kehilangan idealisme.

Seperti yang dirasakan mbak Hannie ketika go-international. "Banyak yang meremehkan desainer Indonesia", tukasnya. Cibiran yang selalu diingatnya, agar konsisten dengan idealisme. Desain dan gaya harus konsisten. Ingatlah, fesyen bagai duta, label  yang membawa nama bangsa.

Pertahankan branding, langkah kesuksesan penuh karakter. Demi desain Indonesia bisa bersaing, bahkan menjadi pusat fesyen muslim dunia. Pesan terakhir Hannie Hananto, yang menjadi impian saya, harapan kamu juga kah? 

Komitmen memberi inspirasi,
Konsisten berkarya,
Kepribadian dan keunikan, 
Karakteristik menuju kesuksesan.






 
Copyright © 2013. Keluarga Investasi - All Rights Reserved
Template Created by ThemeXpose | Published By Gooyaabi Templates