Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan

(Semakin) Strong, dengan Gawai 4G Tangguh Hisense Kingkong II



Hisense Kingkong II
(Ngakunya) Strong Parents, perlu strong smartphone

Mengasuh anak spesial memang perlu kekuatan spesial. Bukan hanya kekuatan sendiri, saya perlu dukungan dari luar. Mulai dari keluarga, lingkungan, maupun fasilitas, seperti gadget salah satunya. Memang gak perlu menjadi kingkong untuk menjadi ortu yang strong, asal selalu disokong ketika lemah, didorong bangkit saat jatuh. We can't be like kingkong, just being strong is enough.

Hisense Kingkong II

Sebagai orangtua dari anak yang berkebutuhan khusus, hiperaktif dalam hal ini, saya atau suami saya harus selalu mendampinginya dalam kegiatan sehari-hari.  Anak saya sering melakukan tindakan yang tidak terduga, dan kadang-kadang mengagetkan, seperti gerakan meninju, menendang atau membanting.  Kalau hanya begitu sih tidak merisaukan. Tapi terkadang dia merebut gelas minuman yang sedang saya pegang, atau yang lebih berbahaya, mengambil HP atau tablet saya dan melemparkannya ke lantai.  Tak heran kalau asisten pribadi saya ini (HP saya) silih berganti mengundurkan diri karena tidak tahan dengan tingkah laku anak saya itu. Sudah lama kami mendambakan alat komunikasi, terutama HP atau tablet, yang tahan guncangan bahkan tahan banting, anti debu dan kedap air, hal ini tentunya akan sangat membantu saya dalam mengawasi anak saya tersebut. 


Hisense Kingkong II
Bermain , berlari  di ketinggian, tidak menghalangi gerak dede Adi.
Untuk yang banyak melakukan aktivitas outdoor, ketangguhan menjadi prioritas. Bukan hanya fisik, tapi juga ketagguhan perangkat serbabisa, seperti gadget. Smartphone sudah bagaikan partner hidup, nyaris seluruh kegiatan melibatkannya.  Banyak acuan saat memiliki handphone idaman. Spec yang mantap, speed yang cepat, hingga gesit multitasking.






Tapi, apa yang terjadi jika si mantap tadi tercebur ke dalam air. Atau si cepat terjatuh. Bahkan si gesit terkena debu.  Segera bawa ke CS, atau "lembiru" -- lempar beli yang baru. Suatu kenyataan (yang tetap) pahit, meskipun (sudah) sering terjadi. Bagaimana jika ditambahkan satu kata: "tangguh"? Bukan hanya tangguh jago kandang, tapi juga di luar ruang. 

Hisense Kingkong II
Resiko yang mungkin terjadi, jika dede Adi dekat-dekat air. #hiks
 
Gempa tak mampu mengguncang langkahmu
Debu tak kuasa menghalangi pandanganmu 
Air tak bisa  membatasi tujuanmu
Jatuh tak sanggup menekuk tekadmu

Sebagai orangtua anak berkebutuhan khusus
Kami sadar kami tidaklah tangguh
Tapi kami juga tidak boleh rapuh.
Meskipun harus tampak strong 
Tapi aku tak bisa sekuat Kingkong.

Hisense Kingkong II
Terapi sensori integrasi, keseimbangan perlu banyak latihan juga tahan guncangan.

Terjatuh tanpa merasa lumpuh
Berdebu tanpa mengeluh
Meski basah , mau diajak susah
Itulah sahabat kami Kingkong nan gagah
 
Hisense Kingkong II
Hisense Kingkong II, smartphone buatan market leader di negeri Cina bisa menjawab semua tantangan itu. Tahan banting, kedap air dan anti debu.  Mengapa demikian? Yah, sebagaimana yang kami saksikan dalam Indonesian Celullar Show di Jakarta bulan lalu, Hisense Kingkong II memperlihatkan ketangguhan yang luar biasa dari sebuah smartphone.  Dalam demonya, produk dari negara Tirai Bambu ini terbukti tangguh, kedap air dan anti debu.  Dijatuhkan dari ketinggian sekitar 1 sampai 2 meter ke atas lantai tampilannya tetap tak tergoyahkan. Dicelupkan ke dalam air selama 30 menit, ia tetap setia membantu Anda berkomunikasi dengan lancar, dan diceburkan ke dalam debu nan halus dan tebal ia kembali kinclong dengan sekali usap. Rupanya produsen Kingkong II memanfaatkan liquid silicone rubber, untuk menutup segala celah yang  memungkinkan masuknya air atau debu ke dalam hape ini. Di samping itu, produsen juga menggunakan lapisan kaca temuan teknologi baru, Gorilla Glass 4 produksi Corning Inc, yang berfungsi menjaga hape tahan goresan sehingga tampilannya tetap menawan. Hisense Kingkong II dilengkapi kamera yang termauk dalam jajaran kelas terdepan, yakni kamera belakang 13 megapixel dan kamera depan 5 megapixel.

Hisense Kingkong II
Kingkong sedang selfie.
 Jangan menyangka bahwa karena namanya Kingkong (Anda tahu sendiri siapa itu Kingkong),  maka hape itu tentunya besar dan berat.  Sebaliknya, ia tetap berbentuk mungil walaupun berlayar lebar, dan tipis sehingga terasa nyaman dalam genggaman tangan wanita sekalipun.

Jadi tak mengherankan jika pengunjung pameran berjejal menyerbu stan Hisense untuk menyaksikan, dan sekaligus mengantri untuk mendapatkan cashback voucher senilai Rp 300.000 apabila kami membeli Hisense Kingong II melalui online store Lazada mulai 7 Juni. Harga Hisense Kingkong II sendiri dipatok Rp 2.699.000.  Tentunya itu tidak mahal, mengingat kita akan mendapatkan potongan harga Rp 300.000 menakala kita membeli produk Hisense lagi di lain waktu. 
 
Hisense Kingkong II
Kakak cantiq ini saja gak mau pindah ke lain hati, setelah lihat Kingkong II
 
 
Kami semua tergoda untuk menggantikan hape lama masing-masing, termasuk saya, karena apa yang produsen gembar-gemborkan sesuai dengan kenyataan. Secara pribadi, memiliki Hisense Kingkong II bakalan mempermudah diriku untuk pergi ke mana saja dengan Si Cipta mengingat kegiatan fisiknya begitu banyak dan beraneka ragam.  Lihat saja ketika kami mengarungi sungai di bawah tanah di Gunung Kidul, Yogyakarta, suami saya kewalahan harus mengangkat tangan tinggi-tinggi sambil mendekap Cipta agar hapenya tidak kemasukan air. Begitu  pula ketika harus berguncang-guncang menemainya naik kuda. atau berlarian mengejarnya yang cepat sekali larinya hingga hape saya terjatuh dan berantakan. Dengan Hisense Kingkong II kami tidak akan begitu kerepotan lagi.

Jadi, tunggu apa lagi?

Keluarga Nyaman Bebas Kuman Dengan uPang

Sesibuk-sibuknya orang tua, menjaga kesehatan keluarga adalah yang utama. Kesibukan bekerja, berbisnis, atau menjalin relasi, hendaknya tidak menjadi penghalang untuk tetap memperhatikan kesehatan keluarga. 

Kelahiran anak pertama merupakan momentum yang tak pernah terlupakan oleh setiap pasangan suami istri. Begitu juga dengan kami. Apa saja kami lakukan demi si buah hati mungil kami. Memandikannya, mencuci popok, merawat tali pusat, dan tentu saja, memberi ASI. Semua yang kami lakukan terasa ringan, rasa lelah dengan cepat hilang. Sayangnya, kami jarang punya waktu luang. Sampai suatu hari kami sadar bahwa kami tidak bisa seterusnya begitu.

Suami saya hanya dapat cuti tiga hari untuk menjaga saya dan bayi kami. Dan saya harus kembali bekerja satu setengah bulan setelah melahirkan. Selama saya masih cuti, merawat si kecil masih belum terasa terlalu merepotkan. Ada suster yang membantu saya. 

Namun setelah saya kembali ke pekerjaan, wah ternyata berat juga. Sebagai orang kantoran, jam kerja suami saya tetap, berangkat pagi pulang sore. Saya sebaliknya, bekerja di lembaga kesehatan dengan jam kerja yang kurang pasti. Saat si kecil membutuhkan ASI, saya justru harus bekerja. Jadi saya harus memerah ASI dulu sebelum bekerja. Itu baru tantangan perihal ASI. 

Tantangan lainnya, saya bekerja di tempat yang rawan kuman. Berbagai macam penyakit mungkin saja menulari saya, padahal saya harus menjaga kesehatan saya demi si mungil. Selain itu, dalam perjalanan pergi ke atau pulang dari rumah sakit saya terkadang harus menggunakan angkutan umum yang tidak terjamin kebersihannya.

Saya membawa beberapa botol susu ke rumah sakit untuk menampung air susu yang saya peras di sana. Di sinilah repotnya. Saya harus menjamin bahwa badan saya dan botol itu steril. Untuk itu saya harus mandi dulu dan merebus botol agar steril. Ini memerlukan waktu cukup lama. Setelah diperah, ASI saya simpan di dalam kulkas, yang kemudian diambil oleh suami saya dalam perjalanan pulang. Di rumah suamilah yang harus memberikan ASI kepada bayi kami dan mencuci botol.

Keadaan ini berjalan beberapa bulan sampai suatu hari di kecil mengalami diare selama beberapa hari. Setelah bayi kami sembuh, saya bertanya-tanya apa penyebab diare itu dan kami berkesimpulan bahwa barangkali botol susu anak kami tidak steril. Maka kami mulai mencari info tentang cara mencuci botol yang benar. Pencarian kami terjawab melalui toko online kepercayaan keluarga. Tepatnya saat workshop Fun Blogging 11, pertemuan kami dengan uPang.

Siang itu kami, peserta Fun Blogging 11 diperkenalkan dengan cara sterilisasi modern tanpa air. Sterilisasi yang dimaksud di sini adalah teknik menghilangkan semua makhluk hidup, -termasuk kuman, jamur dan bibit penyakit-, dari suatu benda. Berbagai usaha dilakukan untuk mendapatkan keadaan bebas kuman tersebut, di antaranya dengan sinar ultraviolet. Sinar yang identik sinar matahari menjadi kekuatan utama uPang.

Bebas kuman, terhindar dari bibit penyakit, merupakan idaman keluarga. Padahal kuman-kuman ini gentayangan, bertebaran seperti hantu di sekitar kita. Kuman E.coli penyebab diare, juga gangguan saluran pencernaan. Ada kuman S. aureus yang menyebabkan bisul dan nanah. Hingga yang berbahaya, penyebab tifus, Salmonella typhi. Apalagi ada superbug Pseudomonas aeruginosa, kuman yang kebal antibiotik ini, sering hinggap saat orang berada di rumah sakit. Jika saja, kuman-kuman ini bisa diusir, dimusnahkan, alangkah tenangnya keluarga kita.

Sebenarnya sih, sudah berbagai cara demi bisa terbebas dari kuman. Sayangnya, perlu banyak usaha, waktu berjam-jam, hingga ribuan kalori tenaga. Seandainya saja ada yang hemat energi. Jaman sekarang hemat adalah segalanya, hemat waktu, cepat terlihat hasilnya, irit, tapi sudah terbukti diakui. Ada nggak ya???

Ternyata uPang mendekati 99% harapan kami. 

Kesehatan Keluarga Aman Dengan uPang

Alat steril ultraviolet tanpa air pertama dari Korea ini, menggabungkan sinar inframerah dan sinar ultraviolet. Sinar inframerah, seperti pada remote control, banyak digunakan untuk kesehatan. Pada uPang, sinar ini berfungsi mengeringkan permukaan benda. Setelah 30 menit permukaan akan kering, giliran sinar ultraviolet melanjutkan tugasnya selama 10 menit membunuh kuman-kuman yang berbahaya. Sinar ultraviolet ini identik dengan sinar matahari.  Jadi menggunakan uPang seperti berjemur cahaya matahari dalam bentuk mini. 

Oh ya, bentuk kotaknya yang sebagian besar dilapisi cermin, memungkinkan sinar terpantul ke segala arah. Artinya tiap sudut benda terkena dari berbagai oleh sinar, gak ada yang terlewatkan.
Membersihkan dengan kombinasi 2 sinar yang familiar. Sinar ultraviolet seperti pada sinar matahari, membunuh kiman-kuman,  sekarang gak perlu pake dijemur

Panas yang dihasilkan uPang terkendali pada suhu 40○C. Artinya jika terpegang sekalipun, hangatnya suam-suam kuku. Pada suhu ini, bahan plastik tetap aman, tidak meleleh, jadi tidak menimbulkan bahan lain yang berbahaya. Karena bahan plastik biasanya mencair sekitar suhu 60-70○C, jauh banget dari suhu uPang. Jadi jauh dari resiko luka bakar, maupun terkena air panas.

Pemakaian uPang disertai lock, yang mengunci. Jika pintu dibuka, sinar otomatis mati seketika. Tak khawatir, akan kesetrum.

Keadaan steril, bebas kuman, dengan uPang tanpa pemanasan lama. Seperti diketahui, benda yang terkena panas dalam jangka waktu lama, dapat terurai, bisa mencair, meleleh. Wah, kalau hasilnya sampai terbawa,  terminum, suatu kemungkinan yang perlu diwaspadai. Apalagi jika bahannya belum food grade, masih mengandung  BPA.. Bisphenol A ini biang berbagai penyakit kanker. Hal yang tak terjadi pada uPang.

Kenyamanan Memakai uPang

Siapa bilang alat sterilisasi itu ribet? Gak akan berkata begitu, kalau sudah bertemu uPang. Cukup mencuci dengan sabun, bilas lalu tiriskan. Masukkan botol ke dalam uPang. Tekan tombol "automatic" dalam 40 menit, pekerjaan selesai. Kita bisa melakukan aktivitas lain, gak perlu cemas menunggu. 
Setelah proses steril selesai, uPang akan berhenti sendiri. Semuanya sudah kering, bebas kuman, gak panas, pokoknya siap digunakan. Semua dapat dilakukan cukup dengan menekan tombol.

Box uPang ternyata lapang untuk 16 botol. Jumlah yang cukup untuk sterilisasi 8-12 botol setiap hari. Efisien, jadi cukup sekali kerja, pas untuk seharian. 

Kini, hampir semua bisa dilakukan sterilisasi. Konsep tanpa air, sangat efektif untuk benda elektronik, juga benda-benda yang sering digigit bayi.  Tidak khawatir basah, atau sisa cairan yang beresiko tertelan. Jadi, bisa juga digunakan untuk sikat gigi, behel kalau si keci sudah besar, hingga gigi palsu eyang pun bisa masuk ke dalam uPang. Spons pencuci piring, yang konon banyak kuman, juga masuk. Suhunya 40 oC cukup mematikan kuman-kuman yang bersarang di dalamnya, gak perlu lagi peralatan listrik ratusan watt.

Dulu, yang namanya higienis rasanya jauh-jauh dari awang-awang. Gak lagi setelah bertemu uPang, ternyata sederhana penggunaannya.

Cara menjaganya, cukup dengan rutin membersihkan lampu. Jangan sampai ada kotoran yang melekat. Anjurannya lampu diganti setiap setahun, terutama jika ada masalah. Jika kurang jelas, bisa menghubungi online store andalan kami.

Dari desainnya yang serba cermin, sangat bersinar. Sesuai diletakkan di manapun.  Termasuk di kamar tidur, karena uPang tidak mendengung (kurang dari 30 decibel). Jadi, gak bakalan mengganggu tidur kita.

Secanggih apapun tanpa pengakuan, sepertinya belum sah. Lembaga-lembaga yang tersebar di berbagai negara ini, ternyata telah memberikan sertifikasinya. Semakin yakin deh...
Teknologi modern tentunya perlu pengakuan dunia. Seperti uPang yang telah teruji, juga ada sertifikasi dari Food and Drug Administration (FDA dari Amerika Serikat) plus enam organisasi kesehatan dari berbagai. Tentunya, bukan hal mudah dan biasa.

Menjaga Kesehatan Keluarga Dengan Ekonomis
Teknologi uPang hemat energi, yang juga irit biaya. Daya yang diperlukan hanya 35 Watt. Bandingkan dengan alat lain yang bisa mencapai 20-60 kalinya. Hitung-hitung pemakaian uPang tiga kali sehari selama satu bulan, biaya listrik sekitar 10 ribu rupiah saja. 

Jika punya teman kantor, arisan atau tetangga, yang memerlukan uPang bisa disharingkan. Tinggal titip, masukkan , begitu selesai ambil kembali. Biayanya? Tenang saja, hitung-hitungan cost sharing gak jauh-jauh seharga pulsa. Enteng khan.

Dari desainnya yang serba cermin, sangat bersinar. Sesuai diletakkan di manapun. 
uPang bisa dijadikan hadiah, gift, karena portabel, mudah dibawa ke mana-mana. Perlu pengiriman? Kemasan dibuat double pack dengan padding yang tebal.










Mite Catcher, Bebas Tungau, Bebas Alergen

MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI


Adakah yang sering bersin di pagi hari? Bersin beruntun sesaat setelah terbangun? Bahkan berkelanjutan hingga menggangu aktivitas berikutnya. Derita ini mungkin menjadi derita sebagai besar orang Indonesia, apalagi yang hidup di kota besar. Apa penyebab bersin beruntun ini?

Penyebab utama alergi adalah alergen tungau debu rumah. Hewan mungil ini serupa kutu. Dermatophagoides pteronyssinus, nama keren si mungil dalam bahasa Latin. Inilah dia biang keladi gatal, the King of Allergen, sumber malapetaka pencetus alergi, bom waktu penyebab asma...dan ini dapat terjadi pada kita, orang-orang yang kita sayangi, bahkan yang serumah dengan kita. Mengapa?

 Si mungil yang tidak kasat mata, sangatlah tidak terlihat dengan mata telanjang. Ukurannya super mini, 0,1 samapi 0,3 mm, jadi hanya mungkin terlihat dengan alat bantu penglihatan, seperti mikroskop. Parahnya, tempat favorit alias home sweet home si mungil ini adalah rumah kita juga. Ya, saat ini tanpa disadari mereka telah menumpang serumah dengan kita. Bahkan berkeluarga dan berbiak di tempat-tempat hangat dan lembab, sekitar suhu 250C. Sudut-sudut rumah yang tersembunyi dan berdebu menjadi tempat hang-out-nya. Jika ada serpihan sel kulit mati di situlah mereka berpesta. Seorang manusia membuang serpihan kulit mati sekitar 1,5 gram per hari. Jumlah yang cukup untuk pesta sejuta tungau debu rumah. Apalagi pada kelembaban tinggi, mereka bisa menyerap air hingga 50%. Lingkungan ini memudahkan mereka beranak-pinak. Jangan heran, kalau bertemu mereka di kasur, bantal, pakaian, karpet, sofa, dan bahkan mainan kain, seperti boneka.

Sesungguhnya, kotoran (protein) tungau debu rumah yang menjadi penyebab (alergen) reaksi alergi.  Hasil kotoran tungau mungil yang terkumpul di "rumah kita" dapat terhirup maupun tersentuh. Protein yang dikandungnya dapat memicu proses berantai alergi. Tubuh manusia mengaktifkan sistem imun, menghasilkan antibodi. Zat-zat histamin penyebab radang dilepaskan dalam tubuh. Gejala yang dirasakan, seperti, bengkak saluran pernafasan mulai dari hidung hingga ke paru-paru. Pilek, bersin-bersin, gatal (bentol,biduram, gidu) sering terjadi, terutama pada masa kanak-kanak. Tidak jarang berlanjut kepada kesulitan bernafas, sesak yang teramat berat,dan serangan asma. Bayangkan, jika terjadi berulang-ulang, pada kita atau orang tercinta. Apa yang dapat kita lakukan?



Obat-obatan dapat mengurangi dan meredakan serangan alergi. Perhatian, perhatian...hanya mengurangi dan meredakan, BUKAN mengobati. Bermacam-macam obat-obatan, baik obat tetes, spray hingga uap (inhalasi/nebulizer) ternyata hanya meredakan. Dan, bukan obat yang dapat mencegah atau menghilangkan alergi.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Prinsip ini diterapkan pada pencegahan alergi. Hindari, jauhkan, singkirkan, bahlan lenyapkan penyebab alergi tersebut. Nah, musuh dalam selimut, kasur, dan bantal kita ini yang harus kita oerangi. Sangat dianjurkan avoidance agar tidak bersentuhan atau terhiruo tungau debu rumah. Beberapa sumber, bahkan menyebutkan, prinsip "menghindarkan" ini sangat menentukan hasil akhir pengobatan. Bahkan, penderita alergi yang sukses berobat tetapi malas "menghindar' kerap kali terserang ulang. Dan gejala serangan alergi yang dialami, biasanya lebih berat.

Home Sweet Home
Jagalah kebersihan rumah, seperti engkau menjaga dirimu sendiri. Tentunya sangat penting, mengingat tungau menyukai lingkungan yang yang hangat, gelap dan lembab. Menurut salah Doktor alergi-imunologi di RSCM, membersihkan dengan vacuum cleaner adalah langkah paling efektif.
Bersih tidak sama dengan higienis. Istilah higienis biasanya menggunakan obat, hanya untuk fasilitas kesehatan. Cukup dengan menjaga kebersihan, kita dapat mengurangi "tamu dalam selimut' di rumah kita.
Utamakan kamar tidur, karena tungau paling menyenangi ruangan ini.
Hindari penggunaan karpet maupun sofa di kamar tidur.
 Kurangi jumlah lukisan, foto dan perabotan yang dapat menumpuk debu
Rutin membersihkan lantai dan pajangan dengan lap basah satu minggu sekali
Letakkan buku pada rak khusus buku, tetapi tidak di dalam kamar. .
Bersihkan lantai dengan mengepel langsung dengan menggunakan pel basah, bukan dengan sapu.
Pengepelan bisa dilakukan berulang kali.
Tidak memakai kipas angin sebelum ruangan dibersihkan.

Mengganti sprei dan kasur
Rutin mengganti sprei, selimut dan perlengkapan tidur maupun bedcover, setidaknya seminggu sekali.
Perhatikan cara membersihkannya, yakni dengan air panas setiap minggu.Cara konvensional menjemur atau memukul-mukul di bawah sinar matahari kurang efektif. Suhu sinar matahari tidak cukup membunuh kuman, hanya pingsan sementara. Jadi, jika tungau telah siuman, mereka akan kembali berpesta di rumah kita. Suhu yang dibutuhkan untuk membunuh tungau adalah 400C, yang tidak dapat tercapai hanya dengan sinar matahari.

Pilih bahan poliester
Sebaiknya tidak memilih kapuk atau bulu sebagai bahan kasur atau bantal. Kapuk merupakan lingkungan nyaman bagi tungau. Lagipula kapuk dapat mencetuskan alergi.



Cukup ventilasi dan sinar matahari.
Rumah sehat sebaiknya mempunyai bukaan / jendela untuk ventilasi sehingga tetap segar. Kurang ventilasi menyebabkan tungau debu rumah berbiak dan menumpuk. Udara lembab menyebabkan tungau juga jamur mudah cepat bertelur dan bertambah banyak. Optimalkan sinar matahari masuk ke setiap ruangan.

Gunakan vacuum cleaner
Vacuum cleaner sudah menjadi rekomendasi para ahli imunologi dan alergi untuk menghilangkan tungau dan debu penyebab alergi. 
Secara teratur, membersihkan rumah dengan vacuum cleaner.
Sebaiknya gunakan yang memiliki daya sedot besar. Makin kuat daya sedot, makin optimal hasilnya.
Rajin-rajinlah membersihkan vacuum cleaner, jangan sampai ada debu yang menumpuk.
Sebaiknya bersihkan debu dalam penampung dekat dengan tempat sampah. Bersihkan juga filter secara berkala. Jauhkan dari kasur sehingga debu tidak kembali.
Pilih vacuum cleaner yang dapat menjangkau sudut -sudut sulit di pojok rumah

Mite Catcher EC-HX100, vacuum cleaner generasi bebas alergi

 
 Melihat inovasi terbaru dari SHARP ini, seperti Goliath dalam ukuran mini. Dengan berat hanya 2400gram (bayangkan bayi baru lahir saja sekitar 3000gram)...ringan yah...Begitu mininya hingga bisa dimasukkan ke dalam tas. Tetapi ternyata efeknya seperti raksasa Goliath. Dengan daya sedot dan penyembur panasnya dengan suhu 400C, dapat mencabut cakar-cakar tungkau yang mencengkeram kasur kita. Vacuum cleaner biasa belum tentu bisa.
Cara pemasangan filter birunya pun mudah dilakukan, termasuk oleh Mommy-mommy seperti saya sekalipun. Istilah kekiniannya, user friendly, bahkan juga untuk yang punya asisten rumah tangga yang (belum) kekinian.
Mite catcher ini dapat dilepas-pasang-susun seperti lego. Tentunya, semakin mempermudah kita untuk membersihkan. Dengan merendam dengan cairan pembersih, kalau perlu disikat,lalu guyur dengan air hangat. Nah, filter kembali siap digunakan. Kapan tanda filter harus dibersihkan? Jika telah berubah warna, atau debu sudah meluber, supaya tidak terlupa boleh 2 minggu sekali. Bentuk filter Power Brush memudahkan pembersihan, hanya dengan menggeser kisi-kisi biru dalam filter.

Adanya gerak rotasi sentrifugal dengan kecepatan tinggi. Efeknya semua tungau yang masuk ke dalam Wide Suction Port, tewas seketika.
Blue filter, mudah dibersihkan, dan diganti

Mite Catcher EC-HX100

Vacuum Cleaner yang user friendly


Tentunya disertai teknologi Plasma Cluster untuk membunuh bau-bau kurang sedap, hasil kotoran sang tungau. Akumulasi ion plasmacluster terkumpulnya ion positif H+ dan ion negatif O2-. Akhirnya terbentuk oksidator kuat yang melumpuhkan ikatan hidrogen pada selaput luar jamur, virus , maupun bakteri.Semua itu hanya memerlukan daya antara 360-720 watt. Jangan takut terbakar atau korslet, karena telah disertai sistem overheatin. Harganya pun sesuai dan kompetitif. Plus ada support garansi penuh dari SHARP selama 1 tahun.
 Untuk efek optimal, sebaiknya kasur dibersihkan minimal seminggu sekali. Jangan lupa dibolak-balik sehingga setiap sisi terkena.
Jika hendak berkenalan lebih intens dengan  SHARP "Mite Catcher" silahkan dibaca di sini.

Harga yang kompetitif, demi mengusir musuh (tungau) dalam selimut

Selamat, sukses bebaskan "King of Allergen" ini dari rumah kita.
Terima kasih SHARP untuk segala inovasinya.

Website SHARP Indonesia : www.SHARP-Indnesia.com
Fan Page : SHARP Electronics Indonesia
twitter : @sharpindonesia






 
Copyright © 2013. Keluarga Investasi - All Rights Reserved
Template Created by ThemeXpose | Published By Gooyaabi Templates