Senin, 16 Januari 2017

Ubi Ungu Antosianin Andalan Ibu, Menjalin Sistem Imun

cahayaetcipta


Membaca soal tumbuh kembang anak, ibarat novel tanpa halaman akhir, cerita yang terus bersambung. Pola makan adalah salah satu tantangan yang selalu menjadi pokok pembicaraan. Tahu sendiri yang namanya anak, moodnya mudah berubah. Dalam hati dapat diduga, dalam perut anak siapa tahu??? Demi bocah tersayang, tujuh makanan pun akan kusajikan. Hmmm...

Sebenarnya, apa saja yang diperlukan si buah hati sering diulang. Tapi, apakah sudah ada yang pernah mendengar tentang antosianin? Tak kenal, maka tak sayang. Betul-betul sayang jika terlewatkan manfaat nutrisi ini. Sebaiknya, kenalan dulu nih.

Antosianin adalah sekumpulan pigmen yang larut air. Biasanya ditemukan pada buah, sayuran dan bunga yang bewarna biru cerah, ungu dan merah. Dia dua kali lebih kuat daripada antioksidan pada vitamin C. Wajarlah, jika ada yang menyebutnya sebagai super food.


cahayaetcipta sun
Antosianin, super food kaya manfaat


Di mana kita dapat menemukan super food ini ?

Beliau biasa ditemukan pada tumbuhan bewarna cerah seperti keluarga berry (straberry dan saudarnya), kulit buah anggur dan plum, beras hitam, kedelai hitam dan jagung hitam. Juga terdapat pada terong, lobak merah, bit, dan buah delima. Tampaknya, sebagian besar yang berwarna gelap, ungu hingga biru memilikinya. Antosianin dapat dijumpai pada bagian akar, batang maupun daun.Tapi konsentrasi tertinggi sesungguhnya ada pada bagian bunga dan buah. Pangan lokal Indonesia juga banyak yang kaya akan zat ini. Salah satunya adalah ubi ungu. Kandungan antosianin 519 mg setiap 100 gram ubi ungu.

Apa saja manfaat super dari antosianin?

Sejak awal pada tumbuhan itu sendir,i antosianin berfungsi sebagai sun screen alami. Pigmen tersebut melindungi tanaman dari cahaya yang merusak, agar tidak terjadi proses oksidasi. Hal yang sama bisa kita dapat dengan mengkonsumsinya, juga untuk adek bayi.

Efek anti inflamasi atau anti radang, dengan menghambat stress, menangkal radiasi dan menetralisisr racun. Tubuh terhindar dari radikal bebas. Seperti diketahui, radikal bebas adalah biang kerok kerusakan sel tubuh, hingga penuaan dini. Termasuk kerusakan sel-sel imun yang sebagian besar terdapat di dalam saluran cerna.

Anti karsinogenik (menghambat aktivitas sel kanker). Caranya dengan mengaktifkan apoptosis, suatu sistem alami tubuh yang membunuh sel kanker. Bahkan menurut (2) antosianin dalam ubi ungu menekan pertumbuhan sel kanker kolon (usus besar).

Mencegah penyakit kardiovaskular. Antosianin meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan mengurangi kolesterol jahat (LDL). Salah satu caranya dengan menghambat penyerapan kolesterol. Dengan demikian, mengurangi risiko obesitas pada buah hati kita.

Mengurangi risiko diabetes (terutama diabetes tipe II). Jika antosianin dicampur dengan tepung roti, dapat membuat saluran cerna bekerja 20% lebih lambat. Dengan jumlah kalori yang sama, kadar gula darah lebih stabil. Kalori masuk secara perlahan, tidak mendadak (energy crash). Alon-alon asal kelakon, biar lambat asal sehat. Hal ini ternyata juga penting, agar body kita tetap awet sehat.

Mempertahankan fungsi otak dengan mencegah bahaya oksidasi. Sel-sel otak tetap awet muda, fungsi dan sinaps bertahan (semakin kompleks/ rumit semakin baik performancenya) sehingga ingatan lebih panjang, alias tidak mudah lupa.

Menjaga kesehatan hati . Liver mempunyai tugas penting. Di sini terjadi perubahan nutrisi, pengaturan hormon, penetralisir racun serta pembentukan sel, termasuk sel yang membangun sistem imun buah hati kita. Demi anak sehat, liver harus kuat.

Memperbaiki penglihatan, mata lebh mudah beradaptasi dalam gelap dan tidak mudah lelah. 

Berapa banyak antosinin yang harus dikonsumsi?

Tidak ada batasan jumlah, asalkan presentasi jumlah buah dan sayuran dalam asupan makanan kita sesuai dengan aturan.

Bagaimana mengetahui apakah makanan kita mengandung antosianin?

Dalam keadaan normal, antosianin berwarna ungu. Jika berada dalam suasana asam, zat ini menjadi lebih merah atau merah muda. Jika terkena suasana basa, warnanya menjadi lebih biru atau hijau. Reaksi perubahan warna ini bersifat sementara, jadi warnanya dapat kembali jika terkena asam atau basa.


ubi ungu antosianin
Mengetahui keberadaan antosianin


Bagaimana mengolah agar manfaatnya optimal?

Anti oksidan sensitif terhadap panas. Gunakan suhu rendah saat mengolah makanan sehingga kandungannya terjaga. Efek antosianin akan optimal jika dikombinasikan dengan antioksidan lain, seperti vitamin C dan E, flavonoid lain termasuk teh hijau.

Salah satu caranya dengan dicampur dengan sarapan, dijadikan  saus, smoothie, atau jus seperti pada resep "SUN Ubi Ungu with Mix Fruits" dan "SUN Ubi Ungu with Sweet Corn Creamy Syrup" yang diperagakan oleh Chef Giovanni Kurniawan di Beranda Kitchen, 8 Desember 2016 lalu. 


Ubi Ungu, Kekayaan Pangan Lokal Unggulan

Saluran cerna mempunyai banyak fungsi. Fungsi utamanya mencerna makanan. Ternyata di sini juga tersembunyi jaringan sistem imun terbesar di dalam tubuh. 

Ketika lahir, saluran ini belumlah sempurna. Perlu proses penyempurnaan.  Langkah awal dan utama dimulai dengan pemberian ASI. Start yang sangat penting, karena di dalam ASIlah terdapat semua yang dibutuhkan tubuh adek bayi. Kandungan dalam ASI tidak tergantikan oleh apapun. 

Jika terpaksa tidak memperoleh ASI,  susu formula dapat dipakai sebagai pengganti. Perlu diketahui, dengan PASI (pengganti ASI) proses pencernaan terjadi lebih lambat dibandingkan dengan ASI. 

Seiring bertambahnya usia, zat gizi  dalam ASI tidak lagi mencukupi kebutuhan si buah hati sehingga perlu tambhan dari luar. Maka mulai usia 6 bulan, perlu dtambahkan makanan pelengkap ASI. MPASI sebaiknya memenuhi kriteria 4 bintang. Terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin plus mineral. Empat kelompok ini diberikan bergantian.

  1. Karbohidrat sebagai sumber tenaga, 
  2. Protein sebagai zat pembangun, 
  3. Lemak sebagai sumber cadangan makanan, 
  4. Vitamin dan mineral sebagai zat penunjang. Vitamin terdapat dalam sayur dan buah. Mineral yang diberlkan adalah zat besi, selenium dan zinc. 
Memberikan pangan dengan keanekaragamannya perlu memperkenalkan bahan pangan pokok. Jangan sampai si bocah hanya kenal nasi dan beras. Biasakan dengan variasi makanan sejak dini, sehingga nantinya kelak tidak akan pilah-pilih makanan.

"Jadikan belajar mengkonsumsi makanan yang beranekaragam,   merupakan kebutuhan dan bagian dari tumbuh kembang." 
dr. Julistio Tryoga Budiawan Djais, Sp.A (K), M.Kes

Perkenalan anak sedini mungkin dengan keanekaragaman bahan pangan pokok, adalah salah satu motivasi SUN meluncurkan varian ubi ungu. Rasa baru ini merupakan yang pertama kali dan satu-satunya di Indonesia. 

Setelah ASI eksklusif, selewat usia 6 bulan, kombinasikan dengan makanan pelengkap ASI. Makanan ini tergantung pada kreativitas kita. Sesuai keinginan, kita daat membuatnya sendiri, atau menggunakan alternatif. Salah satunya adalah SUN Ubi Ungu sebagai MPASI fortifikasi dengan varian rasa ubi ungu pertama di Indonesia. 

Perhatikan variasi nutrisinya. Awasi keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Prioritaskan serat, jangan sampai serat menjadi the forgotten nutrient. "Konsumsi serat dan antosianin yang memiliki aktivitas seperti prebiotik ikut berperan dalam mengatur keseimbangan bakteri di pencernaan sehingga membantu memelihara kesehatan pencernaan dan pada gilirannya dapat mendukung daya tahan tubuh anak," demikian menurut dr. Julistio Tryiga Budhiawan Djais, Sp.A (K).


kasih sun ubi ungu
Ubi Ungu kekayaan pangan unggulan, super food versi lokal


Makanan pengganti ASI yang dibuat sendiri harus dengan aturan pakai, dibuat dengan menu yang bergantian. Penuhi kriteria 4 bintang. Keempatnya diberikan secara bergiliran.

Kehadiran MPASI fortifikasi adalah memudahkan. Di dalam kemasan sudah tercantum aturan pakai, komposisinya pun jelas tertulis dan sesuai dengan kriteria 4 bintang. 

Jika membuat sendiri, perlu lebih banyak waktu dan tenaga. Saya harus belajar dahulu. Komposisi hanya perkiraan. Seringkali jumlah yang kita buat (mungkin) terlalu banyak. Ada kalanya harus disimpan untuk yang berikutnya, sehingga mungkin nilai gizinya sudah berkurang. Alternatif buatan pabrik memudahkan pemakaian karena sudah ada aturan pakai yang jelas. 


Menu berbahan baku ubi ungu mengadung antosianin dan betakaroten yang  lebih tinggi daripada ubi putih. Merupakan karbohidrat, bukan beras, yang mengandung antioksidan lebih bayak sehingga dapat menangkal radikal bebas, anti inflamasi/peradangan. Jumlah karbohidrat, energi dan protein hampir sama dengan ubi putih. Antosianin mendukung pertumbuhan bakteri probiotik, yang mendukung saluran cerna.

Dengan teknologi pengeringan drum drying Ubi Ungu bertahan lebih lama. Proses pemanasannya melalui suhu tinggi dalam waktu yang singkat untuk menurunkan kadar air pertumbuhan jamur dan bakteri ,terhambat tetapi nilai gizinya tetap terjaga.  Proses drum dyring menurunkan rafinosa sebagai sumber pencetus gas dalam perut.

Ubi ungu mengandung 11 vitamin dan 7 mineral. Vitamain B untuk mengubah kabohudrat menjadi energi. Zat besi untuk mencegah anemia, Zinc untuk mencegah stunting, vitamin dan mineral membantu pencernaan dan mendukung tumbuh-kembang. "Seperti varian lainnya, SUN varian rasa Ubi Ungu juga difortifikasi dengan 11 vitamin dan 7 mineral," ujar Brand Manager, Desi Hendradiani. "SUN percaya, pemberian gizi seimbang bayi dapat medukung tumbuh kembang bayi yang optimal sehingga dapat tercipta generasi Sehat Untuk Negeri," tambahnya. 

"Ubi Ungu merupakan bahan pangan lokal unggulan Indonesia yang tergolong super food, yang telah melalui pengolahan yang tetap bergizi, tahan lama dan aman dikonsumsi. MPASI fortifikasi ubi ungu dapat dijadikan pilihan", Prof.DR.Ir.Ali Khomsan, MS., seorang Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor. Bahan pangan ini untuk pertama kali, dan baru satu-satunya, digunakan sebagai makanan bayi oleh SUN.

Mengapa saya memberikan MPASI fortifikasi Ubi Ungu?


ubi ungu super food lokal
Super food pilihan Bunda


Sebagai orangtua (bukan hanya Ibu, tetapi ayah juga), yang multitasking, waktu sangat berharga, MPASI fortifikasi dengan nutrisi terukur sangat membantu menghemat waktu dan tenaga  dalam menyiapkan makanan.

Kedua, ubi ungu mengandung gizi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kita dapat mengetahuinya  lewat komposisi yang sudah tercantum dengan jelas dalam kemasan. Ini lebih praktis jika dibandingkan dengan membuat sendiri,  karena kandungannya belum terukur dan kita hanya bisa mengira-ira.

Ubi Ungu bisa dikombinasikan dengan makanan lain. Dengan kemasan yang kecil kita dapat menakar sesuai dengan porsi makan adek bayi. Jika si buah hati sedang kurang bernafsu makan, maka takarannya dapat dikurangi. Begitu pula sebaliknya. Yang penting tiap porsi makannya harus habis sekali makan. Bila kemasan sudah terbuka, makanan harus habis maksimal dalam dua hari.

Kemudahan menyimpan karena bahan pangan ini menggunakan teknologi dan kemasan yang bisa membuatnya tetap aman dalam jangka waktu lama tapi  nilai gizinya tetap terjaga. Jika saja kemasannya dapat tertutup rapat, seperti dengan zipper, saya lebih tenang. Apalagi jika dibawa travelling, sering khawatir terbalik (tumpah) atau kemasukan serangga.

Usia bayi rawan dengan kolik perut. Keluhan perut kembung adek bayi berkurang. Rafinosa dalam ubi dihilangkan dalam proses produksi. Rafinosa adalah gula yang tidak dapat dicerna oleh usus kecil sehingga akan berpindah ke usus besar. Di situ zat ini dicerna oleh bakteri sehingga menghasilkan gas. Inilah salah satu keuntungan alternatif MPASI ini.


Sumber pustaka:
(1). He J, Giusti MM. Antocyanins: natural colorants with health promoting properties. Annu Rev Food Sci Technol. 2010;1:163-87.
(2). www.jnutdio.com/article s0955-2863(15)00199-0/abstract.