Senin, 11 April 2016

Usaha Mudah Cegah Diabetes

Diabetes, penyebab kematian terbesar ke-3 di Indonesia
Diabetes adalah penyakit gampang-gampang susah. Gampang karena ternyata sebagian besar kasus (90%) dapat dicegah. Disebut susah, mengingat ketidakpahaman tentang penyakit ini. Tak kenal diabet, maka tak sayang. Begitu pernyataan Bu Menteri Kesehatan, Prof.DR.dr. Nila F Moeloek, SpM(K).

Ubah Gaya Hidup Tidak Sehat
Faktor risiko terkena Diabetes, ternyata bersumber dari gaya hidup tidak sehat. Beberapa contoh yang dituturkan bu Menkes, seperti :

Kegemukan
Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor tersering. Hasil penelitian menunjukkan, kalau peningkatan berat badan berbanding lurus dengan peningkatan Diabetes. Artinya makin jauh berat badan kita dari batas berat badan ideal, kemungkinan terkena Diabetes makin tinggi. Fakta Riskesdas 2013, terlihat yang memiliki berat badan berlebih di Indonesia mencapai 13,5%, bahkan yang obesitas 15,4%.

Kurang Aktifitas Fisik

Makanan Kurang Sehat
Terbiasa dengan makanan tinggi kalori, garam, gula, dan lemak jenuh; serta rendah serat.
Terlambat Berobat
Banyak penderita Diabetes datang berobat setelah penyakit parah dengan banyak komplikasi. Jika saja datang lebih awal, secepat mungkin, komplikasi dapat dicegah. Dengan pengobatan dini, dapat tetap sehat produktif, tanpa cacat tetap.

Deteksi Dini Diabetes Terintegrasi
Kuncinya dengan teratur memeriksakan diri setidaknya sebulan sekali. Deteksi dini juga sebagai kontrol. Masyarakat harus segera menghentikan kebiasaan tidak sehat. Jika terdeteksi penyakit tidak menular, seperti Diabetes, segera dapat dilakukan pengobatan. Kita pun memperoleh informasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk memperbaiki kualitas hidup.

Kenyataan yang menjadikan diabetes perlu dijadikan tema Hari Kesehatan Nasional 2016 di tingkat global, setiap tanggal 7 April. Puncaknya dilakukan bersamaan dengan peluncuran dan peresmian Aksi Deteksi Dini Diabetes Terintegrasi Posbindu PTM, di Pasar Modern BSD Tangerang Selatan. Acara Minggu pagi, 10 April 2016, diawali senam massal, yang turut diikuti oleh bu MenKes; bapak H.Rano Karno, Gubernur Banten;  dr.HM.Subuh,MPPM, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI; juga perwakilan WHO.

Aksi yang diharapkan menjadi motivasi masyarakat untuk teratur memeriksakan diri ke Posbindu PTM. Di sana juga ada peluncuran Buku Pedoman Skrining Diabetes, Posbindu kit, serta alat pemeriksaan gula darah.

Harapan bu Menkes, aksi ini diteladani Gubernur seIndonesia. Setiap desa atau kelurahan harus mempunyai satu Posbindu. Tugasnya melayani kebutuhan deteksi dini penyakit tidak menular.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar