Jumat, 15 April 2016

Cerahkan Inner Beauty dengan Lactacyd White Intimate


Perempuan itu makhluk spesial. Tentu, karena kita punya keistimewaan.  Keistimewaan yang unik ini, harus kita jaga, dengan mengenalnya. Apalagi, kanker leher rahim merupakan musuh utama wanita. Penyebab kematian kanker nomor dua pada wanita usia produktif, termasuk di negara kita. 

Banyak yang datang saat kanker telah menyebar. Entah karena tidak tahu, tidak mau tahu, atau sudah tahu tapi malu. Kurang intim, tidak kenal, tidak tahu yang harus dilakukan dengan organ kewanitaan.


Sayangnya, banyak yang belum mengenal miss V nya sendiri. Tak kenal maka tak sayang. Sungkan, malu, tabu membicarakannya. Padahal jika kita mengenal miss V, musuh wanita nomor satu ini dapat diketahui lebih awal. Sebelum telanjur menyebar, segera diberi pengobatan.



Ibunda menjadi tempat curhat saya tentang daerah intim. Segala uneg- uneg kutumpahkan padanya. Termasuk saat hendak menikah. Banyak tips A -Z  dari Ibunda yang membuka mata soal kewanitaan. Pengalaman, perawatan hingga pantangan warisan keluarga besar kami.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, ternyata saya sering kelupaan. Maafkan ya Bunda, mungkin inilah resiko working Mom. Bukan maksudku menjadi si Malin Kundang, tapi nyaris ndak punya waktu luang. Me time untuk melaksanakan tradisi warisan sering terlewatkan. Prioritaskan keluarga, efeknya perawatan ritual pribadi terlupakan.

Salah satu masalah organ intim adalah miss V seringkali berwarna lebih gelap. Kulit sekitar miss V juga lipatan paha dan bokong tampak kurang cerah. Kenyataan yang menjadikan minder. Apalagi saat malam pertama berhubungan dengan suami, waduh rasanya seperti mendapat durian runtuh. Banyak prasangka buruk, merasa kurang menarik dan jorok, atau mungkin penyakit.

Saat kerja di lapangan, suasana outdoor memperkeruh suasana. Teriknya hangat matahari, seiring dengan derasnya keringat. Apalagi di daerah pakaian dalam, rasanya sudah kebanjiran. Kalau sudah begitu gatalnya bikin emosional. Pengalaman paling berkesan adalah ketika harus presentasi lapangan di hadapan klien. Aroma keringat dan gatal tak terbayangkan. Keinginan menggaruk sulit ditahan. Fokus perhatian hilang. Materi presentasi pun melayang. 

Setelah mengalami fase gundah-gulana, menimba ilmu tentang Miss V dari sana-sini, kegundahan berubah menjadi kepercayaan diri. Wanita wajib kenal dan paham, supaya gak penasaran hanya mendengar cerita orang. Ternyata, kehitaman yang terjadi adalah alami. Buang jauh-jauh rasa khawatir. Asalkan tidak disertai rasa sakit berlebihan saat berhubungan, tidak nyaman, atau bau busuk. Karena ini, mungkin merupakan gejala kanker rahim.

Menurut dokter kandungan yang pernah saya datangi, banyak penyebab warna gelap ini. Daerah sekitar organ intim wanita mengandung pigmen kulit yang lebih banyak, wajar saja tampak lebih gelap. Miss V juga mempunyai banyak pembuluh darah. Jadi hal itu terjadi secara alamiah, semua mengalaminya.
Penyebab lain dari luar, mungkin bisa diperbaiki. Pakaian dalam yang ketat menyebabkan gesekan. Kulit sekitar yang tergesek, lama kelamaan menghitam. Bahan pakaian yang kurang menyerap keringat, sehingga terasa lembab dan gatal, tanpa disadari menjadi sering menggaruk. Akhirnya semakin hitam. Pantesan, ini sering sekali bagi saya yang sering berkeringat terjemur matahari.  

Sesuai dengan sifat wanita yang ingin cantik dan perfeksionis. Selalu menyediakan waktu luang untuk ke spa atau salon. Perawatan lulur dan scrub kewanitaan, ternyata sifatnya menimbulkan iritasi dan gesekan. Bagi yang menggunakan alat cukur wanita, juga harus introspeksi kembali. Kurangi frekuensi mencukur rambut kemaluan dengan alat cukur yang bisa menimbulkan gesekan.

Untuk mengatasi warna gelap di daerah sensitif tersebut perlu diketahui apa penyebabnya terlebih dahulu. Jika warna gelap disebabkan faktor dari dalam, tentunya tidak bisa dihilangkan. Namun bisa dikurangi derajat kegelapannya.

Cara sederhana untuk mencegah menghitamnya daerah kewanitaan akibat faktor ekstrinsik adalah dengan mengatur penggunaan pakaian kasual berdaya serap keringat, usahakan memakai pakaian yang berbahan halus dan lembut. Hal sederhana tapi penting, hindari kebiasaan menggaruk.



 Lebih intim dengan miss V dengan Lactacyd White Intimate 

Kecantikan wanita bersumber dari inner beauty. Kalau saya sih, miss V inilah inner beauty sesungguhnya. Hanya wanita yang punya keistimewaan melahirkan. Ujian ketangguhan mengalami siklus tiap bulanan.  Sayangnya, banyak yang belum mengenal miss V nya sendiri. Tak kenal maka tak sayang. Sungkan menjadi hambatan. Perasaan malu selalu ingin menyembunyikan. Tabu takut ada yang tahu kita bicarakan. Padahal, banyak pertanyaan tentang inner beauty kita ini.

Berawal dari sebuah komunitas linimasa @Lactacyd_ID , saya mengetahui bahwa tiap area tubuh ternyata beda-beda pHnya. Pembersih kepala , badan dan miss V tidak sama. Kalau kita punya pembersih khusus wajah, sabun untuk  badan, shampoo untuk rambut. Begitu juga dengan organ intim.

Pilih pembersih khusus area V, jangan sembarangan. Bagaimana kalau pake air saja? Tentunya, tidak cukup. Ternyata pH air tidak sama dengan pH vagina.  Hal yang memang penting demi menjaga pH  tetap stabil.
 
Demi menjaga harta kebanggaanku ini tetap bersih dan sehat, saya menjatuhkan pilihan pada si biru cantik, Lactacyd White Intimate.
  
Lactacyd mempunyai pH asam  yang sesuai. Sehingga flora normal alias bakteri baik pada si V tetap terjaga kelangsungan hidupnya. Pengalaman salah memilih pembersih dengan pH yang tidak sesuai, berakibat sebaliknya, bakteri baik yang mati, kuman-kuman jahat berkembang biak dengan cepatnya. Efek yang terasa banget, gatal, gatal dan gatal.


Setelah seminggu menggunakan Lactacyd White Intimate, kebiasaan menggaruk saya jauh berkurang. Rasa gatal yang sangat fenomenal jika berkeringat, sudah terlupakan. Yang signifikan bikin pede adalah segarnya. Gak khawatir menahan ingin menggaruk saat  bertemu klien. Saya menjadi lebih tahu, garukan untuk mengusir gatal, malahan melukai kulit. Akibatnya timbul daerah kehitaman yang sering terjadi sekitar area kewanitaan.


Kebiasaan menggaruk saat hendak tidur di malam hari mulai hilang.  Dulu, gatal juga terjadi malam hari. Mungkin bakteri baik saya sudah mulai berimbang.  Karena kandungan Lactacyd antara lain laktoserum dan asam laktat. Yang tak lain adalah makanan si bakteri baik. Hal yang prioritas bagi bakteri baik tetap terjaga, dengan memberikan makanan yang tepat.

Sepulang dari rumah, bertemu suami juga gak malu-maluin. Rasanya lebih plong. Perlahan tapi pasti, memasuki minggu ke tiga, kulit sekita area intim mulai rata warnanya. Nyaris tak berbeda dengan daerah lain. Ternyata, efeknya mulai terlihat. Bahan alaminya, Actipone-B yang berasal dari bengkoang, plus Algowhite dari alga laut. Kedua ini mempunyai efek mencerahkan kulit, jika digunakan secara teratur setiap hari. Saya memakainya ketika membersihkan diri sebelum berangkat kerja, juga sesaat sebelum tidur malam.

Lactacyd bukan hanya membersihkan, tapi juga melindungi dan menjaga kesegaran sepanjang hari. Dalam prakteknya, telah teruji secara dermatologis. Maksudnya aman untuk digunakan setiap hari. Dengan perawatan tiap hari, saya menjadi siaga jika terjadi sesuatu dengan miss V. Keputihan berwarna jernih masih normal. Jika berwarna seperti kepala susu dan gatal mungkin karena jamur. Apalagi jika sampai kekuningan, apakah terkena kuman. Tanda waspada, kalau keputihan berwarna kemerahan atau darah di luar waktu haid, ini salah satu tanda awal kanker.

Perawatan ini juga sesuai untuk kulit sensitif.  Fakta bahwa Lactacyd sudah ada selama 30 tahun merupakan jaminan. Dan kerennya, sudah dikenal di kancah internasional. Jadi sudah dikenal dan diakui. Saya tidak ragu menggunakannya untuk jangka panjang.









4 komentar :

  1. Aku juga pake nih Lactacyd White Intimate, dan cocok banget. Hihi. Semoga menang ya Maaaaak. Hehehee

    BalasHapus
  2. baru tau Lactacyd sudah berumur 30 tahun, dan awalnya aku tau lactacyd yang buat produk baby hihi


    BalasHapus