Minggu, 17 Juli 2016

Survival Of The Fittest di Era Digital

Jurus Survival di Era Digital



Sekarang kita hidup di jaman digital dan Internet.  Informasi yang bermanfaat bagi dunia bisnis kini  bergerak jauh lebih cepat daripada, katakan, sepuluh tahun  yang lalu. Apa makna semua ini? Dalam persaingan di dunia bisnis yang semaki n ketat ini, kita harus bisa mengikuti perubahan jaman.  Ingat ungkapan “Survival of the Fittest”? Jika tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan , kita akan ketinggalan. Inilah yang terjadi sekarang. Sepuluh tahun yang lalu mungkin tak terbayangkan bahwa kita bisa memesan makanan lewat komputer atau bahkan telepon genggam. Tapi kini semuanya menjadi mungkin. Produsen atau penjual menyediakan layanan ini untuk mempermudah pelanggan, dan ini sebaliknya juga mempermudah kerja penjual.

Portal digital dan networking
Membantu networking, secara vertikal ke ATAS, horisontal, juga ketika saat kembalikan kepada komunitas sosial.


Saya punya usaha di bidang makanan yang siap santap. Artinya, saya harus selalu menyediakan makanan yang selalu baru -- bukan sisa – dan yang masih segar.  Saya menjual masakan berbasis ayam dan itik/bebek, yang memang sekarang sudah sangat populer. Tapi saya juga ingin menyajikan yang terbaik dan beda dengan lainnnya.  Selain jenis masakannya yang harus khas, saya juga harus memasarkannya dengan cara yang paling mutakhir. Ketika pertama kali saya menerapkan  online marketing, saya agak gagap juga. Sebagai pemilik usaha ini, saya dituntut untuk selalu bisa berinovasi guna menaikkan omzet penjualan dengan sarana apa saja yang mungkin. Saat online business mulai banyak diminati kaum pengusaha, saya pun tidak mau ketinggalan.  Bukan karena ingin ikut-ikutan dan untuk gagah-gagahan saja. Tapi ini memang sudah merupakan keharusan.  Apalagi sekarang sudah jamannya “internet ultra cepat”.  Saya  yang hanya punya modal cukup-cukupan untuk menjalankan bisnis tidak sanggup  menyewa tempat untuk mendirikan rumah makan  yang sangat mahal harga sewanya. Saya hanya perlu membuat situs internet dan memasarkan jualan saya di situ. 

Peran portal digital dalam bisnis


Agak gagap karena saya sendiri kurang menguasai teknologi komputer.  Untuk itu saya harus mempekerjakan orang lain yang bertugas menerima pemesanan secara online.  Artinya saya harus menambah pengeluaran dengan menggajinya  Tapi memang inilah risiko yang harus saya terima. “Jer basuki, mawa bea.” -- Tiada ganjaran tanpa pengorbanan. Ganjaran yang saya dapatkan adalah saya bisa menjadi lebih efisien dalam mengelola bisnis. Saya hanya menyediakan stok bahan baku sesuai dengan jumlah pesanan online sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia.  Kalau pun ada pesanan yang dibatalkan, saya bisa menyalurkan nya ke beberapa rumah makan tradisional yang menjadi mitra usaha saya. Dan, masih ada kaitannya dengan teknologi digital, saya bisa mengantarkan pesanan lewat kurir yang bisa saya hubungi secara digital pula.  Jadi saya tidak perlu menyediakan pegawai atau kendaraan sendiri untuk mengantar pesanan.  Tentu saja ongkos kirim ini sebagian juga saya bebankan kepada pelanggan. Dan mereka kebanyakan tidak mengeluhkan hal ini. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui!

My Digital Vision Board


Agar  bisa terus mengikuti perkembangan dunia digital, saya tetap meng-update diri saya dalam bidang ini.  ChannelNewsAsia adalah salah satu sumber informasi saya.  Lagi-lagi, tiada ganjaran tanpa pengorbanan.  Saya sering harus merogoh saku saya lebih dalam lagi untuk mendapatkan device atau gadget yang akan membantu saya updating.  Tambahan dana dari siapa pun atau dari mana pun akan sangat bermanfaat bagi saya.  Maka, selain menjalankan bisnis rumah makan, saya pun masih menyempatkan diri mengikuti berbagai lomba digital yang menjanjikan hadiah, mulai dari tiket pesawat, telepon genggam, sampai uang tunai. Semua jenis hadiah itu jelas bisa membantu memajukan usaha saya. Saya juga ikut dalam berbagai seminar tentang kewirausahaan dan teknologi informasi guna memperluas wawasan saya dalam berbisnis. 

Analisis SWOT dalam bisnis digital


Di musim liburan Idul Fitri yang baru saja berlalu, pesanan saya meningkat lumayan drastis.  Banyak keluarga yang ditinggalkan oleh pembantu rumah tangga mereka yang mudik dan untuk praktisnya mereka lebih suka memesan makanan daripada memasak sendiri.  Agak kerepotan juga sih, karena saya juga kekurangan tenaga untuk membantu saya.  Untungnya jasa kurir tetap jalan dan para pelanggan ini kebanyakan sudah sangat “melek komputer”.  
 A blessing in disguise.

Peran portal digital dalam bisnis
Bebagai peran Portal digital sebagai inspirasi, introspeksi, dan improvisasi.

7 komentar :

  1. Jaman memang sudah maju , serba digital

    NLP Surabaya

    BalasHapus
  2. Wah semoga makin sukses ya mba Liz usahanya... memang usaha makanan siap saji ini makin ngehits aja. Ditambah teknlogi semoga daya jangkau pemasarannya makin luas..

    BalasHapus
  3. Meskipun minim modal, tapi berkat internet, bisnis apapun bisa jalan ya Mbak ;)
    Sukses untuk lombanya

    BalasHapus
  4. wuihhh keren mbak, sukses selalu untuk usahanya ya, salut sama teman-teman yang pada memiliki usaha

    BalasHapus
  5. Setuju banget kalo ngak bisa menyesuaikan dengan perubahan pasti ketinggalakan karena yang kekal hanya perubahan

    BalasHapus
  6. Ada SWOT analysisnya juga Mbak...hehe. Tapi emang perlu ya Mbak, analisa kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman, biar bisa unggul dibanding terhadap kompetitor.

    BalasHapus
  7. syarat pertama untuk sukses dengan bekerja sendiri adalah menghilangkan kebiasaan menunda... dunia digital sangat deras perkembangannya, menunda adalah membunuh sukses... kira2 gitu kali ya mbak?

    BalasHapus