Sabtu, 16 Juli 2016

Enyahkan Anyang-Anyangan, Segera Berkemih



Anyang-anyangan masih sering dianggap enteng. Seperti gejala biasa yang muncul tiba-tiba. Terkadang, dapat hilang sendiri meski tidak jelas  waktunya.

Anyang-anyangan merupakan tanda awal infeksi saluran kemih. Artinya ada kuman-kuman penyebab penyakit dalam saluran kencing kita.
Sistem berkemih  normal biasanya terdiri dari sepasang ginjal, sepasang ureter, kandung kemih,  dan uretra. Kuman dapat  menyerang organ-organ tersebut. Kandung kemih dan uretra merupakan yang sering diserang.
Tak kenal maka tak sayang. Istilah yang tepat untuk saluran kemih. Berkemih dan buang air kecil, rangkaian aktivitas yang selalu saya lakukan setiap hari. Tapi apakah sudah cukup mengenalnya? Mungkin karena belum paham, jadi tidak tahu apa yang perlu dilakukan untuk merawatnya.
Apa saja yang terjadi dalam saluran kemih kita?
Dimulai dari nefron-nefron ginjal, ini adalah bagian yang menyaring darah menjadi urin. Kemudian urin dialirkan keluar ginjal melalui sepasang ureter menuju penampungan yang disebut kandung kemih. Setelah volume yang ditampung cukup, otak akan memberi tanda pada katup uretra. Isi kandung kemih dikosongkan melalui uretra untuk dibuang keluar.

Gambar

Perbedaan anatomi wanita dengan pria, adalah :

Wanita
Pria
Panjang uretra
2,5 – 5 cm
18 - 20 cm
Jarak ujung uretra ke dubur
2         Cm
>2 cm
Katup uretra dalam
Tidak ada
Ada

Beberapa hal tersebut, menjadikan wanita lebih berisiko terkena infeksi daripada lelaki. Wanita beresiko  dua kali lipat  terkena anyang-anyangan dibandingkan pria seusianya. Risiko infeksi saluran kemih pada wanita mencapai 50% sepanjang hidupnya, terutama pada usia 20-50 tahun.
Bagi pria, 35% yang berusia  60 tahun ke atas mengalami masalah sakit buang air kecil ini. Penyebab tersering adalah pembesaran kelenjar prostat.
Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri menyerang bagian-bagian tertentu dari sistem berkemih tersebut.
Sembilan dari sepuluh kasus infeksi, disebabkan Escherichia coli . Bakteri yang biasanya berkumpul di dalam usus besar dan sekitar anus. Kuman ini bisa berpindah ke dalam saluran kemih. 


Siapa saja yang rawan terinfeksi saluran kemih?
Secara umum, semua bisa terkena jika kurang minum. Ketika udara panas, status hidrasi tubuh berkurang  → tubuh berkompensasi  kurangi  pengeluaran cairan → BAK berkurang
Pertama, tentunya wanita. Jarak uretra yang lebih pendek dan lebih dekat dubur, memudahkan bakteri lebih cepat sampai ke kandung kemih.
Kedua, kurangnya kebersihan saat buang air kecil dan buang air besar. Cara membersihkan yang keliru, dari belakang ke depan. Seperti jika kertas toilet untuk membersihkan anus tersentuh bagian kelamin. Ketika bakteri singgah di organ berkemih (terutama wanita), jarak yang dibutuhkan sangat dekat untuk segera sampai ke kandung kemih.
Ketiga, masa kehamilan.  Semakin besar usia kehamialn, makin besar desakan janin terhadap kandung kemih. Letak kandung kemih terletak tepat di depan  rahim. Sehingga kemampuan kandung kemih menampung urine, semakin mengecil karena terhimpit  oleh janin. Terisi urine sedikit saja sudah dirasakan penuh.  Persis pengalaman saya, apalagi saat kehamilan trimester ketiga.  Malah saat hari H, mendekati taksiran partus, saking  sering bolak-balik BAK, timbul kekhawatiran apakah ini yang namanya pecah ketuban. Maklum anak pertama, belum ada pengalaman.
Keempat, yang aktif secara seksual. Infeksi terjadi karena iritasi. Seperti pengguna alat KB : diafragma, yang menekan  kandung kemih ; dan spermisida, terkadang menimbulkan iritasi vagina. Risiko meningkat seiring bertambahnya jumlah anak yang dilahirkan.
Kelima, wanita dalam masa menopause. Penurunan hormon estrogen penanda menopause membuat infeksi lebih rentan terjadi.
Keenam, kelainan dan penyakit pada saluran kencing. Bayi yang dilahirkan dengan sistem urinal yang kurang sempurna, memiliki risiko yang tinggi terkena infeksi. Saluran kencing terhambat, misalnya oleh batu ginjal atau kelenjar prostat yang membesar. Terjadi aliran balik urine, kembali ke atas. Efek terganggunya pengosongan  pada kondisi di atas. Urin yang tertampung terlalu lama di dalam kandung kemih memberi peluang bagi bakteri untuk berkembang biak.
Ketujuh, sistem kekebalan tubuh yang menurun. Seperti pada diabetes dan obesitas.
Kedelapan, pemakaian alat bantu sekitar saluran kemih. Seperti penggunaan kateter untuk buang air kecil.

Apakah kita termasuk salah satu dari kategori di atas? Segera mungkin antisipasi, biar bagaimanapun mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati yang sudah terjadi.



Pengalaman Anyang-anyangan  Di Ranjang Pengantin
Kalau diingat-ingat bisa terjadi seperti ini, rasanya miris sekaligus lucu. Saya teringat pengalaman teman pada malam pertamanya  sebagai suami - istri.  Layaknya men are from Mars, women from Venus. Itulah bedanya pria dan wanita. Meskipun sudah halal, masih saja ada aral melintang. Ketika sang suami sudah siaga, ternyata si istri belum bersedia.  Kejadian di ranjang, belum tentu sesuai dengan yang dibayangkan. Konsekuensinya, sebagai  wanita yang menempuh hidup baru, mengalami rasa cemas yang hebat, karena merasa dipaksakan.  Saat suami sudah semakin bernafsu, istri  justru semakin ngilu, bertambah takut.  Akibatnya organ tubuhnya justru tidak siap menerima. Meskipun mereka sama-sama berhasil juga menjalankan  tugasnya , sang istri mengalami stress yang hebat.  Kalut saat kebelet, tanda kandung kemih mulai penuh. Harus ke toilet, tapi takut.  Rasanya ada bagian tubuhnya yang perih,saat berkemih.  Sakit saat buang air kecil apalagi ketika air urine melewati organnya yang lecet.  Akibatnya yang urine yang keluar, hanya sedikit-sedikit, karena tertahan sakit.  Ia tidak menyangka bahwa kegiatan di atas ranjang antara suami dan istri yang sebelumnya dibayangkan akan membawa kenikmatan justru menimbulkan kesengsaraan.

Seperti apa gejala anyang-anyangan ?
Infeksi saluran kencing terkadang tidak memberikan pertanda apapun. Sehingga, terkadang ada penderita infeksi dan gagal ginjal yang tiba-tiba datang sudah dalam tahap lanjut, agak terlambat. Karena tak ada yang memeberi alarm peringatan tanda bahaya.
Sebenarnya kita harus bersyukur, jika masih diberi “tanda” anyang-anyangan.  Artinya, kita diberikan alarm untuk menjadi tahu ada sesuatu yang kurang beres dalam tubuh kita. Kita masih diberi lampu kuning, untuk berubah dan memperbaikinya.
Tergantung lokasinya,  anyang-anyangan dapat mengenai dua bagian, yaitu infeksi saluran kemih bawah dan atas.
Infeksi saluran kemih atas dapat menyerang ureter dan ginjal. Gejala utamnya: nyeri pada bagian selangkangan, dikuti mual dan demam.
Jika saluran kemih bawah, infeksi mungkin pada uretra dan kandung kemih. Bagian inilah yang paling sering terkena dan identik dengan anyang-anyangan.
Gejala infeksi biasanya meliputi :
1)      Urgensi,
Keinginan mendesak untuk segera dan harus buang air kecil.
2)      Frekuensi berkemih meningkat.
3)      Disuria, atau sakit buang air kecil, yang terjadi sebelum, saat atau sesudahnya. Rasanya seperti sensasi panas, menyengat atau gatal ketika buang air kecil. Jika nyeri terasa pada awal atau selama BAK, menandakan infeksi pada uretra. Sedangkan, sakit sesudah BAK berarti masalahnya pada kandung kemih maupun prostat.
4)      Hematuri, atau adanya darah pada urine .Biasanya menandakan infeksi saluran kemih cukup berat. Warna urine pink cerah atau cokelat.


Pencegahan yang dapat kita lalukan

Sadari bahwa anyang-anyangan merupakan gejala awal infeksi saluran kemih. Mula-mula dianggap ringan, apalagi berapa persen akan sembuh sendiri. Tetapi selama penyebabnya masih ada dan tanpa tahu pencegahannya, kekambuhannya semakin sering dan semakin sulit disembuhkan. Pada tahap lanjutan, bisa terjadi ISK bahkan batu.

Cukupkan minum air putih. Saluran kemih juga perlu dimandikan (dibersihkan). Air putih bagai air mandinya. Jika ia cukup dibersihkan, bakteri yang ada di dalamnya akan terbawa larut. Kebutuhan air putih sekitar 2 liter, +/-  8 gelas, atau 30 cc/kg berat badan per hari.
Jadi, lebih sering buang air kecil akan membantu saluran kencing menjadi lebih sehat. Yang perlu diingat, urin sebenarnya merupakan zat sisa yang tidak terpakai. Di dalamnya ada sisa metabolisme kimia, obat maupun yang bersifat racun. Jangan biarkan zat sisa ini tersimpan lama dalam kandung kemih kita. Kalau dibiarkan, nantinya bisa merusak. Segera secepatnya dikeluarkan begitu ada kesempatan. Caranya cukup dengan buang air kecil secara teratur. Bakteri di saluran kencing dan sekitarnya akan terbuang bersama dengan urin.
Dengarkan gemircik air. Segera masuk ke kamar mandi, duduk di toilet, sembari membuka pakaian dalam. Nantinya akan  reflex  segera untuk berkemih. Pada kebanyakan orang biasanya berkemih enam sampai tujuh kali dalam periode 4 jam. Ada juga yang berkemih sekitar empat hingga 10 kali sehari, yang masih termasuk normal jika orang tersebut sehat dan bahagia saat akan mengosongkan kandung kemihnya. Frekuensi berkemih juga bergantung pada jumlah dan jenis minuman. Contohnya jika kita mengkonsumsi obat anti darah tinggi atau minum teh yang mengandung diuretik
Kurangi  minuman yang berisiko menimbulkan iritasi pada kandung kemih, seperti minuman ringan yang mengandung soda, minuman keras/alkohol, dan minuman berkafein

Bersihkan Diri Dari Depan Ke Belakang
Perhatikan kebersihan organ reproduksi kita, mulai dari alat kelamin luar. Setelah BAK maupun BAB, basuh kemaluan dari depan ke belakang. Kebiasaan ini akan mengurangi penyebaran bakteri dari anus ke vagina dan saluran kencing. Kemudian bersihkan dengan air mengalir dengan semprotan (atau mini shower/ sanitary bidet) juga dari arah depan ke belakang. Bukan dari arah bawah. Kuman akan segera terbuang oleh tekanan air tersebut.
Setelah membersihkan dengan air bersih dan mengalir, segera keringkan dengan handuk bersih untuk menghindari kelembaban. Jika menggunakan toilet paper, gunakan yang halus tanpa pewangi yang bisa menimbulkan iritasi bahan kimia. Bersihkan dari depan ke belakang setelah BAK untuk mencegah kontaminasi bahan tinja ke vagina.  Jika menggunakan pembalut dan pantiliner gunakan yang tidak mengandung pewangi, pewarna.

. 
Berkemih dan Bersihkan Segera Setelah Sanggama
Bersihkan diri, dgn BAK segera  berkemih seusai sanggama. Kuman dari kemaluan suami apalagi jika kurang bersih/belum bersunat, ada yang tersisa. Menempel pada vagina, yang tidak jauh dari saluran kencing, sehingga kuman sanagt mudah berpindah. Dengan segera BAK, cebok dari depan ke belakang dgn air mnegalir akan mengusir kuman yg mungkin masih menempel.
Gmbar.
Jangan langsung tidur setelah berhubungan. Lima menit setelah berhubungan seksual sebaiknya segera membasuh organ intim dengan air yang mengalir, tidak hanya itu saja disarankan untuk segera buang air kecil agar kuman dan bakteri yang berusaha masuk ke dalam saluran kemih bisa luruh bersamaan dengan air kencing tersebut.
Sebaiknya pria maupun wanita menjaga kebersihannya, terutama jika ingin berhubungan seksual. Sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual sebaiknya organ intim dibersihkan terlebih dahulu. Membesrihkannya cukup dengan air yang bersih saja, basuhlah organ intim menggunakan air yang bersih. Jangan menggunakan sabun karena dikhawatirkan ph atau kadar keasamannya tidak sesuai dengan organ intim terutama vagina.

Perhatikan Kenyamanan Pakaian Dalam



Pilihlah pakaian yang longgar. Bahan alami seperti katun, mempermudah aliran udara. Katun adalah penyerap keringat yang baik sehingga akan me ngurangii resiko infeksi dan bau yang tidak sedap.
Bakteri  bisa muncul karena celana dalam yang ketat. Pakaian ketat dari bahan sintetis dapat mengurangi sirkulasi yang menimbulkan bau dan menyebabkan infeksi sekitar vagina. Hindari  bahan nilon dan sintetis lainnya.
Ganti pakain yang basah dan berkeringant secepatnya. Jika dibiarkan akan mengumpulkan kuman. Segera mandi dan ganti pakaian yang segar dan bersih, apalagi setelah berenang maupun berolahraga.



Selain cukup minum air, mencegah sakit saat berkemih dengan konsumsi buah-buahan. Pilihlah buah-buahan yang berwarna gelap. Semakin gelap warnanya, semakin tinggi kadar antioksidan yang terkandung di dalamnya.
Salah satunya jus cranberry yang berkhasiat mencegah dan mengurangi kekambuhan infeksi saluran kemih. Dengan teratur minum 300 cc jus selama 6 bulan, terbukti menurunkan infeksi saluran kemih berdasarkan parameter laboratorium.5 Mengkonsumsinya akan mengurangi kemampuan bakteri untuk menempel pada sel uroepithelial.3 Cranberry, seperti yang tedapat dalam prive uricran, mengandung proanthocyanidin yang mencegah perlekatan E.Coli pada sel-sel tersebut di dinding kandung kemih.4 Bahkan ada penelitian yang menyebut manfaat jus cranberry, ddalam waktu enam bulan.
Terakhir, tetapi  tetap yang terpenting. Jangan sungkan atau segan untuk konsultasi ke dokter. Biar bagaimanapun bertukar pikiran, apalagi dengan yang berpengalaman, biasanya memudahkan menambah pengetahuan serta pengalaman.

Sumber:
6.       http://www.uptodate.com/contents/urinary-tract-infections-in-adolescents-and-adults-beyond-the-basics

10 komentar :

  1. emang anyang-anyangen tidak nyaman ya mbak
    saya pernah mengalami hehhee

    BalasHapus
  2. Wah ternyata banyak yang masih saya lakukan dengan tidak tepat ya .. thanks infonya ya mbak :)

    BalasHapus
  3. Anyang anyangan memang perlu kita waspadai, karena akan berakibat buruk pads kesehatan kita ya mba :(

    BalasHapus
  4. Anyang anyangan nggak boleh dianggap sepele ya mbak, temenku malah sampai berobat ke Penang karena Anyang anyangan ini

    BalasHapus
  5. Anyang anyangan ini nggak boleh dianggap penyakit sepele ya mbak, temenku sampe di rawat di Penang krn penyakit ini

    BalasHapus
  6. Anyang2an ternyata berbahaya juga ya Mbak. Duh... Beberapa kali kena nih. Apa karena usia juga ya, selain kadang nahan ketuka ingin berkemih

    BalasHapus
  7. Waaah.... itu pengalaman pertama yang berkesan sekali.... berkesan karena kenangan buruk (jika bisa dikatakan begitu). Hehehe...
    Tapi masih bisa dipahami sih, namanya pengantin baru dan masih takut sementara suami saking semangatnya menunaikan tugas negara. Hahaha
    Ups...

    BalasHapus
  8. KU PERNAH MENGALAMI PENGALAMAN ITU, HEHE
    TERUS ANYANG2AN JUGA MENYERANG PAS HAMIL TUAA

    BalasHapus
  9. Ternyata anyang2en bisa bikin ISK ya, waduh, jd gak bisa dianggap sesuatu yg sepele sebenernya ya...

    BalasHapus
  10. Duh, jangan sampai terkena penyakit ayang2an ya mbak, kita harus hidup sehat!

    BalasHapus