Sabtu, 11 Juni 2016

Senandung Kerudung Dari Tanah Serumpun

Bawal Scarf Aidijuma Membuka Mata Hati Fesyen Muslim Dunia

Sehari selembar benang, setahun bisa menjadi kerudung, sebuah plesetan peri bahasa lama tapi selalu bermakna. Seperti halnya berbisnis juga berbusana. Lama-kelamaan pasti bisa karena biasa. Begitu pesan Datin, saat memulai bisnis sederhananya. Simpel tapi dengan konsep yang jelas.

Dalam acara Muslim Fashion Festival (Muffest) 2016 yang digelar di Senayan pada 25-29 Mei lalu, saya beruntung dapat ikut dalam sebuah acara talkshow fesyen . Narasumber dari negeri jiran Malaysia, Founder-CEO Of Aidijuma , Datin Norjuma. Ia seorang desainer dan pengusaha busana Muslim yang sudah mengusai pasar di negeri tersebut dan di Brunei.


Talkshow yang dipandu oleh mbak Wardah Fajri, juga menghadirkan Franka Soeria dari Indonesia Fashion Chamber. Franka adalah seorang warga negara indonesia yang tinggal di Turki. Wanita inilah yang menjadi penggagas Istanbul Modest Fashion Week  pertengahan Mei lalu. Pagelaran busana yang diikuti  sejumlah desainer busana muslimah, termasuk Indonesia. 

Awal usahanya, banyak orang yang mencibir apakah mungkin ia sukses dengan menjual busana muslim. Tapi ia bergeming. Tekadnya yang kuat untuk sukses dan keyakinannya bahwa ia sudah mengambil jalan yang benar tidak membuat langkahnya surut. 

Datin menjelaskan bahwa dalam berbisnis kita bukan hanya sekedar membuat produk, tapi juga harus bisa merencanakan bagaimana menjalankan bisnis tersebut. Artinya produknya harus bermutu, dicari orang, dan kita tahu cara memasarkannya. Karena sekarang adalah zaman media online, Aidijuma pun memanfaatkan media sosial melalui www.aidijuma.com, Twitter @BawalAidijuma dan Instagram @Aidijuma. Namun ia pun tetap melakukan penjualan secara  offline.

Untuk media online, Datin lebih banyak menggunakan Instagram karena berbasis foto.  Dengan menggunakan teknik fotografi yang benar, kita dapat menghasilkan foto-foto yang baik sehingga dapat menggugah minat calon pembeli. Tapi ia pun berwanti-wanti agar produk yang kita jual sesuai dengan foto tersebut. Jika tidak, alih-alih dapat pelanggan baru, pelanggan lama pun bisa ikut kabur.


Bawalscarf Aidijuma

Aidijuma mengkhususkan diri dengan produk tudung berbahan ringan, atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama jilbab atau hijab.  Sebuah modern hijab yang  desainnya mengikuti zaman, produk Aidijuma juga mengggunakan warna-warna yang dapat disesuaikan dengan busana pemakainya.

Produk utama AIdjuma adalah BawalScarf, yakni jilbab berbentuk segi empat dengan berbagai ukuran agar sesuai dengan pemakainya. Yang unik, jilbab tersebut dapat dipakai bolak-balik, artinya kedua sisi jilbab itu adalah sisi luar dan dalam bisa tampil penuh gaya.  Dengan motif masing-masing sisi berbeda, satu sisi untuk dipakai dalam situasi formal, dan sisi lainnya untuk situasi yang lebih santai.


Bersaing dalam MEA 2016

Berkat kemauannya yang keras, bisnisnya yang baru berdiri tahun 2012 sudah berkembang.  Dia sekarang sudah mempunyai 20 gerai di Malaysia dan satu di Brunei. Dengan concept store, web store, mobile store, juga venture store. Datin  pun sudah merencanakan untuk lebih  melebarkan sayapnya ke luar negeri, salah satunya, ya Indonesia ini. Ambil bagian dalam Muffest 2016 ini adalah salah satu strateginya membuka pasar di sini. Mungkinkah ia akan menjadi pesaing bagi para designer Indonesia? Tentu saja. Tapi, ini sah-sah saja karena dengan dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini pengusaha dari negara anggota ASEAN boleh berbisnis di sini. Dan selama persaingan itu adil, setiap pelaku bisnis tentunya akan berusaha tetap eksis melalui berbagai inovasi baik di bidang produk maupun pemasaran. 

Kehadiran AIdijuma di Indonesia dengan produknya yang unik itu tentu menjadi tantangan bagi designer kita untuk menciptakan produk yang unik juga.  Yang seterusnya dapat kita pasarkan bukan saja di dalam negeri, tetapi juga ke negara ASEAN lainnya. Setiap produk punya pangsa pasar masing-masing.  Jadi kita tidak perlu berkecil hati. Seperti dikatakan oleh Franka Soeria, untuk dapat mengembangkan bisnis di luar negeri, kita juga harus membangun networking dengan negara lain. Franka menambahkan bahwa Indonesia saat ini sudah menjadi acuan sebagai modest fashion wear dunia, dan memimpin untuk kawasan Asia. Jadi, tak heran jika Muffest digelar untuk pertama kalinya di Indonesia. Karena kreatifitas orang Indonesia dalam berbusana muslim menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan muslim di luar sana. Franka menyebutkan  Muffest digelar untuk pertama kalinya di Indonesia karena kreatifitas orang Indonesia dalam berbusana muslim menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan muslim di luar sana. Indonesia saat ini sudah menjadi acuan sebagai modest fashion wear dunia, dan memimpin untuk kawasan Asia, ujarnya. 


Tips dari Datin

Di akhir talkshow, Datin dengan murah hati membagikan ilmunya dalam membuka dan mengembangkan usaha.  Selain itu ia juga menunjukkan cara mengenakan bawalscarf, produk utamanya juga blossom scarf.Tudung berbentuk segi emat yang di sini dikenal sebagai Paris Scarf. Meskipun berbentuk segi empat, dengan konsep twist and wear tudung ini dapat juga dipakai dengan melipatnya menjadi segitiga, seperti jilbab yang banyak dipakai di sini. Tapi Aidijuma juga memproduksi jilbab yang berbentuk segitiga. Tinggal kita mau pilih yang mana.

6 komentar :

  1. Bener ya, kalau bisnis udah mikir untung apa rugi aja, ga mikirin ke depannya akan seperti apa bisnisnya, ga akan bertahan lama. Keren ya narasumber dan acaranya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Persis, dirimu juga inspiratif deh #idolaku

      Hapus
  2. Bisnis kalau dr hati seneng apalagi niat wah sukses deh....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuuu,seperti semangat aku liat mbak Icha

      Hapus
  3. Huaaaa.. sayang produknya mahal mahal ya, tapi sebanding sih sama kualitas

    BalasHapus
  4. wahhh menarik sekali ide fashion nya dan cantik motifnya

    BalasHapus