Minggu, 26 Juni 2016

Semur Daging Seribu Satu Rasa Ala Food Creator


Sebuah resep masakan belum tentu  menghasilkan rasa yang sama apabila dipraktekkan oleh tangan yang berbeda. Masing-masing  mempunyai persepsi   berbeda setelah membaca resep, juga menyaksikan tayangan video memasak. 
Terlebih saat menyaksikan tutorial, banyak indera yang terlibat. Mata, telinga, hidung, serta indra peraba masing-masing mencerna sesuai pesepsinya. 

Sebuah video tutorial mampu menghadirkan berjuta pemirsa. Tiap pemirsa mempunya 'rasa' tersendiri saat mengaplikasikannya. Satu resep bisa menghasilkan seribu satu rasa yang menarik, atau sebaliknya.

Apa saja langkah-langkah yang dilakukan untuk menghasilkan tutorial video yang menarik ? Di sinilah peran food creator. Apakah saya mampu menjadi food creator? 

Berbekal ke(tidak)yakinan itu, ngabuburit sore itu, saya beruntung diundang hadir ke Modena Experience Center, Kuningan. Chef Lucky Andreono, Master Chef Indonesia 2011 bersama Kokiku TV dan tim Blibli.com, berbagi ilmu membuat video tutorial masakan. 



Bagaimana persiapannya?

Langkah pertama adalah mempersiapkan peralatan rekaman yang memadai. Ini bisa berupa kamera video dengan tripod atau smartphone yang dilengkapi dengan tongsis dan lain-lain.  Alat-alat itu hendaknya mempunyai kapasitas storage yang memadai untuk menyimpan foto dan editing. Serta harddisk atau USB berkapasitas tinggi untuk menyimpan data dan rekaman video. Selain itu sistem pencahayaan juga harus baik. Pencahayaan yang alami lebih bagus tapi cahaya tambahan bisa juga membantu menghasilkan rekaman yang baik.

Ilustrasi Suara dan Musik

Bunyi dan suara yang ikut terekam dalam video arus diedit terlebih dulu sebelum rekaman video siap ditayangkan.  Suara atau bunyi yang tidak relevan atau mengganggu hendaknya dihilangkan, lalu diganti dengan timpalan suara (voice over) yang berisi laporan tentang jalannya acara itu.  Atau bisa juga juru masak menjelaskan proses memasaknya. Boleh juga rekaman tanpa suara tetapi ditambahkan teks yang menjelaskan tiap-tiap tahap memasak. Acara akan lebih baik jika terjadi interaksi dengan penonton. Bila penonton mengajukan pertanyaan atau berkomentar,. komentar atau pertanyaannya hendaknya dibalas melalui comment box.

Untuk ilustrasi musik latar belakang, kita bisa memilih dan mengambilnya dari Youtube Free Music Library. Pengambilan video hendaknya menggunakan kamera yang dipasang di atas tripod untuk menghindari goyangan pada hasil rekaman.

Warna 

Warna makanan yang ditampilkan hendaknya yang menggugah selera. Selama proses editing biasanya warna menjadi lebih gelap. Oleh karena itu makanan yang kita sajikan hendaknya jangan terlalu matang. Makanan 3/4 matang warnanya akan menjadi seperti matang sesudah melalui editing. Ini bukan masalah karena makanan dalam acara video biasanya bukan untuk disantap.

Tampilan Alat Masak dan Bahan Masakan

Acara video cooking biasanya dibuka dengan menampilkan bahan. Bahan diperbanyak supaya tampak bagus. Unggahlah thumbnail video yang menarik untuk diklik. Gunakan foto kualitas tertinggi (high-res) Tambahkan tulisan yang dapat dibaca meski dalam thumbnail kecil

Bahan bisa diperkenalkan satu per satu, kemudian disatukan utuh. Atau bisa juga sekaligus. Lama perkenalan bahan 3-5detik per item

Peralatan masak yang sederhana dapat kelihatan lebih menarik jika sudut pengambilan gambarnya tepat.  Untuk ini memang diperlukan ketrampilan khusus dalam pengambilan gambar. 



Durasi dan Waktu Tayang

Durasi konten video cooking idealnya  3-5 menit. Jika terlalu lama, mungkin akan ditinggalkan penonton kecuali kalau ada ceritanya. Berilah judul yang cocok untuk acara ini. 

Saat yang baik untuk mengunggah video adalah akhir pekan . Untuk hal ini perlu ditanyakan kepada kreator (pembuat video) apa tujuan dari acara tersebut, lalu berikan saran-saran yang perlu ia jalankan.

Bagi seorang kreator, kreativitas sangat penting. Kualitas juga penting, tapi dapat dikompromi. Jika terus diperbaharui, penonton akan kembali ke channelmu. Buatlah jadwal tayang mingguan agar penonton makin tertarik.  Jika kita terlalu jarang posting, channel kita akan terlupakan.

Untuk jenis makanan yang akan kita tampilkan, ikuti trend yang sedang hits: pilih menu makanan seperti cokelat, ayam,mie, kue, martabak, kue cubit, pasta, mie goreng, oreo, kitkat dll.



Penutup

Clossing atau penutup biasanya ditandai dengan icip-icip. Mimik wajah menunjukkan lezatnya masakan tersebut.  Tentu saja, .saat kita mencicipi, makanan sudah dimatangkan.

Nah, jadi what kind of food creator are you? Tergantung persiapan, penampilan saat syuting, juga editing. Rasa seperti apakah yang hendak kita tampilkan pada pemirsa. Intinya, jangan khawatir untuk mencoba. Bisa karena terbiasa, teruslah mencoba semua gaya, tampilkan seribu satu rasa itu. 

Jadi, sekarang sudah (lebih) yakin kita bisa menjadi food creator???

8 komentar :

  1. wah , aku bisa gak ya, kayaknya gak sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kemarin saya juga begitu #Garukgarukkepala
      bisaaa

      Hapus
  2. Oh, ternyata masakan yang ditampilkan belum matang ya? Saya gak tau soal ini. Pantas aja, warna masakannya begitu segar dan memikat. Kalo yang sudah matang perubahan warnanya memang kurang menarik ya...

    BalasHapus
  3. Memang mendapatkan warna masakan yang tepat dan rasa nikmat tidak mudah ya mbak :)

    BalasHapus
  4. Aku kayaknya belum yakin Mba, hahaha
    Btw jadi tau banyak hal tentang video creator. Tfs ya Mba :)

    BalasHapus
  5. oooh... ternyata begitu ya, kenapa tampilannya menggoda banget kalo di tayangan2 :)

    dapurnya keren euy! *gagalpokus :P

    BalasHapus
  6. Cukup ribet juga nih bikin videonya... thanks ya mbak buat ilmunya

    BalasHapus
  7. Harus nyoba ini, meski kebayang bakalan ribet, hahaha...

    BalasHapus