Kamis, 09 Juni 2016

Sehat Alami Memproteksi Diri, Optimalkan SariASI dengan Menyusui

Memiliki buah hati merupakan anugerah sekaligus tantangan. Sebuah perjalanan panjang yang senantiasa berkelanjutan. Sukses saat melahirkan, bukan berarti usainya perjuangan. Semuanya seperti perjalanan, menyambung langkah demi langkah, harus dijalani satu per satu. Prioritas selalu sehat dan alami selalu diutamakan demi kita, bayi, saya dan seluruh keluarga.

Pengalaman berkesan saat menjadi ibu saat kelahiran dede Cipta. Saya yang berpostur mungil. Berat badan saya tidak pernah lebih dari 52 kilogram. Bukan karena nafsu makanku rendah, yang terlihat justru sebaliknya. Tapi entah kenapa beratku segitu-gitu saja.

Karena itu, ketika pertama kali hamil, aku agak khawatir kalau-kalau dede Cipta akan kekurangan asupan gizi.  Ternyata kekhawatiranku tidak beralasan.
 
Saat hamil  Dede Cipta, berat badanku hanya bertambah 2 kilogram, meskipun nafsu makanku lumayan besar. Sungguh mengejutkan, seorang bayi laki-laki lahir dengan berat lahir 3700 gram, bahkan lebih berat 1000 gram daripada kakaknya .Dibandingkan bayi-bayi lain yang lahir saat itu, ia termasuk yang paling besar. Banyak yang berkata, "Wah, berarti makanannyanya ke bayi semua". Komentar yang sangat menyejukkan dan membanggakan hatiku. 

Saat mencoba menyusui,  Cipta termasuk yang bersemangat. Di meja operasi, dibantu bu bidan, ia dibaringkan di atas dadaku. Perasaan takjub mengalahkan rasa sakit dan lelah.  Perlu beberapa waktu, hingga kurasakan bibir mungilnya mengecap lalu mulai menyesap. Dibantu bidan saat itu, saya merasakan bangga sekaligus haru bisa belajar menyusui sejak dini.

Namun di rumah, rasa khawatir masih terselip di benak saya. Dengan berat badan saya yang kurang ideal itu, akan mampukah saya memberikan ASI yang cukup nantinya. Sepengetahuan saya, ASI bersumber dari lemak tubuh ibu. Semakin besar kenaikan berat badan ibu, makin banyak modal untuk menjadi ASI. Bagaimana dengan saya yang hanya naik 2 kilogram? Kandungan lemak dalam tubuh saya rasanya tidak cukup banyak untuk diubah menjadi ASI, apalagi Cipta sangat lahap. Dalam waktu sekejab saja ASI sudah habis disedotnya, tapi dia tampak puas, dan sekitar dua jam kemudian ia merengek  lagi. Penuh penasaran, saya penuhi permintaannya, dan ajaib....Air susuku ternyata masih keluar lancar!

Hari demi hari, kekhawatiran saya semakin meredam. Masakan mama membantu meningkatkan mood nafsu makan saya. Keteraturan pemberian ASI  rupanya sangat membantu tubuh saya. Mama yang tiap sore menyajikan minuman, selalu mengingatkan untuk banyak minum. Meskipun, belum mahfum apa isinya, tetapi manfaatnya terasa sekali bagi saya.. Ternyata, kalau memang ada niat, ASI akan selalu tersedia, kapanpun, dimanapun. 

Dengan Memberikan ASI, Saya Melindungi Diri 

Menyusui mempunyai multi manfaat. Bukan saja dede bayi, ibu, ayah, keluarga, bahkan lebih luas lagi. Jika diterangkan satu per satu, manfaat menyusui ini bisa menjadi tulisan tersendiri. Yah, sementara intisarinya dirangkumkan saja. 

Dalam tulisan ini, saya hendak mengungkapkan manfaat yang saya dapat selama menjalankan proses menyusui. Banyak sih manfaatnya. Bagi saya menyusui itu bernilai lebih sekaligus berkah, sebuah proses alami juga sehat. 
  1. Yang paling nyata, adalah semakin sering saya menyusui, semakin banyak produksi ASI saya. 
  2. Berkaitan dengan nifas (istilah setelah melahirkan) semakin sedikit flek-flek sisa -sisa persalinan, darah yang keluar sedikit sekali. Kekhawatiran terjadi kurang darah (anemia) setelah lahiran, juga berkurang. 
  3. Saat menyusui, merupakan momen-momen yang memberikan kebahagiaan, sehingga timbul emosi positif  dan saya dijauhkan dari emosi negatif. 
  4. Menyusui juga mempercepat kembalinya bentuk tubuh dan berat badan ibu, mendekati sebelum kehamilan. 
  5. Saya dan suami juga tidak terburu-buru ikut cara KB lain. Menyusui  adalah KB alamiah yang terbukti efektif. Tingkat keberhasilannya dapat mencapai 98%, asalkan kami bekerjasama dan komitmen  melaksanakan proses menyusui.

Apakah yang terjadi saat menyusui?

Ternyata, tubuh seorang ibu penuh dengan keajaiban. Kehamilan, melahirkan ,menyusui, nifas hingga pemulihan sudah diatur olehNya. Setidaknya ada 2 hormon yang berperan penting saat menyusui. Pertama adalah oksitosin, sering disebut LOVE hormone, alias hormon cinta. Kedua yang tak kalah penting, MOTHER hormone, hormon ibu, atau Prolaktin. Bagaimana keduanya bekerja sama membantu saya saat menyusui? Begini ceritanya...
Refleks pelepasan ASI (Let-Down Reflex)

Payudara ibu adalah daerah yang sangat sensitif, penuh dengan ujung-ujung saraf, termasuk saraf yang berpengaruh saat menyusui. Ketika bayi mulai menghisap payudara ibu,  ujung-ujung saraf menyusui ini, segera mengirim kode ke otak. Bagian otak yang bernama hipotalamus, menanggapinya dengan mengirim perintah untuk melepaskan hormon  LOVE dan MOTHER tadi. Kedua hormon tersebut, melalui darah  akan kembali ke payudara ibu.

Hormon pertama adalah oksitosin. Tugas hormon di dalam payudara ibu, dengan menggerakkan otot kantong-kantong yang menyimpan ASI dalam payudara. Berkat perintah oksitosin ini, otot-otot kelenjar susu segera memompakan ASI keluar. Hal yang terasakan oleh ibu, seperti sesuatu aliran yang mendorong ASI keluar, itulah kerja oksitosin. Bayi kembali menyesap susu yang tersalurkan ini. Refleks seperti roda pedati berputar yang terus berulang, setiap kali bayi menyusui. Siklus ini terjadi sebelum dan selama proses menyusui. Perannya yang terpenting adalah  melancarkan aliran ASI.

Sehat Alami
Timbul karena rasa cinta, termasuk kasih sayang kepada buah hati, cikal-bakal keluarnya Oksitosin.


Selain di payudara, oksitosin juga bekerja dalam rahim. Otot-otot rahim ibu segera mengkerut. Rahim yang membesar saat kehamilan, kembali  menciut  mendekati ukurannya semula. Penciutan ini, akan menekan pembuluh darah di dalamnya. Tak heran, pada ibu yang teratur menyusui, sisa-sisa darah setelah melahirkan, -pada masa nifas-, lebih sedikit. Dengan demikian, saya bisa terhindar dari kekurangan darah alias anemia. Pemulihan rahim pun lebih cepat.

Sebenarnya banyak faktor yang dapat memancing si oksitosin ini keluar. Saat menyusui, bayangkan dan dengarkan suara bayi kita. Pikirkanlah hal-hal positif yang mengungkapkan kecintaan terhadap bayi. Keyakinan akan berhasil menyusui juga memicu keluarnya hormon ini. Sebaliknya, perasaan khawatir, stres, rasa sakit dan keraguan dapat menhalangi keluarnya oksitosin. Inilah sebabnya oksitosin dijuluki Love Hormone karena keluar pada saat-saat yang berhubungan dengan cinta, kasih sayang, seperti berhubungan intim, melahirkan, dan menyusui. 

Hormon kedua bernama prolaktin. Peran prolaktin dalam payudara ibu adalah membuka kantong-kantong penyimpan ASI. Kantong yang semula tertutup diperintah untuk segera bekerja memproduksi ASI. Segera setelah ASI dihasilkan, kantong ini akan terbuka melebar. Efek yang terasa sebagai pembesaran payudara ibu. Hisapan setiap kali menyusui akan mengulangi siklus refleks ini. Prolaktin keluar pada saat menyusui. Ia juga bekerja  setelah bayi menyusu dengan mempersiapkan ASI untuk siklus menyusui berikutnya.

Sehat Alami
Keberadaan hormon "IBU" ini, biasanya pada malam hari. Jadi, jangan sungkan menyusui tengah malam.


Efek lain dari Mother Hormone ini, sebutan untuk prolaktin, adalah menghalangi keluarnya sel telur.  Manfaat inilah yang dipakai sebagai cara KB alami, karena tanpa sel telur tidak akan terjadi pembuaha,n artinya bisa mencegah kehamilan.  Demi meningkatkan KB alami ini, sangat dianjurkan untuk menyusui pada malam hari. Mengingat, prolaktin banyak dikeluarkan terutama pada malam hari. Jadi, jangan segan-segan bangun menyusui tengah malam, Mommy (...mengingatkan diri sendiri).

Mengetahui cara kerja kedua hormon alami tersebut, semakin meyakinkan saya tentang manfaat sehat menyusui. Apalagi seminggu yang lalu saya beruntung menghadiri Kumpul Blogger  bersama Herbatia. Dalam acara  tersebut saya baru menyadari ternyata hormon prolaktin dan oksitosin dapat dipacu untuk memperlacar proses menyusui. SariASI, sebuah produk jamu dari PT Tunggal Idaman Abadi, mengandung perpaduan unggulan untuk kelanggengan produksi ASI. Daun katuk dengan khasiat polisenol dapat merangsang pelepasan hormon prolaktin, yang segera meningkatkan produksi ASI . Kandungan biosgenin dalam biji klabet akan meningkatkan hormon oksitosin sehingga aliran ASI lebih lancar.

Sehat Alami
Perlu dukungan saat menyusui, ini dia yang bisa bantu meningkatkan kualitas menyusui.

 
ASI adalah sumber ratusan zat makanan dan antibodi dengan kadar 17 kali lipat lebih banyak daripada susu formula pada umumnya. Menurut Dr. Sean Deoni (Brown University, AS) bayi yang diberi ASI eksklusif selama 6 bulan, perkembangan otaknya 30 persen lebih cepat daripada sebayanya.  Manfaat menyusui bayi ibu, menurut Dr. Ruth Lawrence (Univesity of Rochester, New York) terbukti menurunkan resiko terkena kanker payudara, kanker ovarium dan diabetes tipe II.

Sayangnya asupan ASI di Indonesia masih rendah, hanya 54,3 % (2013). Bahkan mendekati usia bayi 6 bulan, ibu yang memberikan ASI eksklusif hanya tersisa 15 5  (2010), sangat jauh kesenjangan dengan target WHO 2025, agar semua ibu memiliki pengetahuan tentang ASI.

Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI. Seperti menerapkan inisiasi menyusui dini (IMD) dilakukan segera pada ibu yang baru saja melahirkan baik secara normal maupun melalui operasi.Mengkonsumsi produk penunjang seperti Sari ASI yang sehat, alami dan halal akan sangat membantu keberhasilan menyusui.
 
Bagaimana Indonesia dapat menutup ketertinggalan ini? PT Tunggal Idaman Abadi, yang telah berdiri selama 45 tahun, merasa prihatin. Perusahaan farmasi yang dipercaya WHO untuk memproduksi obat suntik KB ini memperkenalkan varian produk Herbatia, Sari ASI, pada 2 Juni lalu, sebuah produk herbal modern yang telah lulus standar tertinggi BPOM RI, dengan bahan alami dan telah tersertifikasi halal.   Berbeda dengan bahan kimia obat, herbal dapat bekerja untuk badan yang sakit maupun sehat. Sehingga produk herbal dapat bekerja pada empat tahap: mulai dari promotif (edukasi), preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan), maupun rehabilitatif (pemulihan).  Pada badan yang sehat herbal memperbarui fungsi sel-sel tubuh. 

Khusus bagi ibu yang menyusui Sari ASI sangat membantu prinsip On Demand.  Seperti yang disebutkan oleh Bapak Gibran Abidin "Kapan pun bayi mau, ASI harus diberikan."

"Kami juga aktif mendukung peraturan Kementrian Kesehatan RI No. 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif," tambah Gibran Abidin, Kepala Sales dan Pemasaran, serta Wakil Direksi PT Tunggal Idaman Abadi..

Dari sekitar 3,500 jenis tumbuhan yang ada di Indonesia, PT Tunggal Idaman Abadi, dengan pengalaman selama 45 membuat produk-produk bagi kesehatan ibu dan anak, baru-baru ini meluncurkan Herbatia, sebuah obat herbal modern, atau lebih dikenal dengan nama jamu, yang bermanfaat bagi kesehatan wanita. Herbatia tersedia dalam berbagai varian, Sari ASI, Sari Langsing, Sari Rapet dan Sari Putih dengan kegunaan masing-masing sesuai dengan namanya, yakni memperlacar ASI, melangsingkan tubuh setelah melahirkan, menjaga kesehatan organ kewanitaan, dan mencegah keputihan. "(Namun), komposisi herbal yang terdapat di setiap varian Herbatia bersifat saling melengkapi, sehingga...menawarkan solusi kesehatan bagi beberapa masalah kesehatan," ujar pakar manfaat herbal dr Prapti Utami, M.Si.

Sehat Alami
Banyak jalan menuju Roma, begitu juga merawat diri sehat alami. Herbal terstandar halal, salah satunya. Sudah mencoba ?

 '
"Kami ingin mendayagunakan sumber daya alam Indonesia untuk menyehatkan bangsa dengan menghadirkan obat herbal yang terstandarisasi, dn bersertifikat halal sehingga aman untuk dikonsumsi oleh wanita," kata Gibran Abidin, Perwakilan PT Tunggal Idaman Abadi.

PT Tunggal Idaman Abadi sejak 2007 telah menjalin kerjasama yang erat dengan bidan, ujung tombak yang melayani 70 persen pesalinan di Indonesia, demikian Bapak Abidin menjelaskan.

Bagaimana agar saya bisa lebih berhasil, sukses on Demand saat menyusui? Demikian tipsnya :
  • Saya harus banyak minum, terutama air putihdan buah. Jangan sampai kekurangan cairan, apalagi dehidrasi.
  • Meskipun puasa, makan haruslah tetap 3 kali : saat berbuka, sesudah teraweh dan saur.
  • Konsumsi Herbatia Sari ASI 3 kali sehari, 1 jam sebelum makan.
  • Variasikan kecukupan gizi. Ingat-ingat nih tumpeng gizi.
  • Teratur dan rutin menyusui si kecil, paling sedikit 6-12 kali sehari. 
  • Tidak menunda menyusui lebih dari 3 jam pada siang hari, dan tidak lebih dari 6 jam pada malam hari.
  • Menyusui pada malam hari sangat membantu menunda kehamilan.
  • Setiap kali menyusui, usahakan minimal 10 menit. Janganlah berpindah payudara maupun posisi.
  • Tunda pemberian empeng, dan MPASI sebelum 6 bulan. 

sehat alami
Duo unik dalam Sari ASI ini, membantu memacu kerja duo hormon penting, demi kelancaran menyusui.
Menyusui ternyata banyak memberikan bekal sekaligus perlindungan. Bekal yang menyehatkan, perlindungan nan alami. Semua dapat dioptimalkan, tergantung keyakinan, usaha serta kerja sama. Suudahkah Bunda merasakan perlindungan dari menyusui?













16 komentar :

  1. Sekarang kita udah nggak terlalu repot2 lagi nyari makanan buat booster ASI ya mba, sudah ada edisi praktisnya dan sehat juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. manfaat TOGA distandarkan, seperti herbal ini

      Hapus
  2. Saya salut n bangga jika banyak wanita di indonesia mengenal pentingnya pemberian ASI penuh pada buahnhatinya

    BalasHapus
  3. waah beneran ya jaman sekarang banyak obat luar yang membantu memperlancar ASI.
    Dulu aku menyusui anak full 2 tahun, xixiiix

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi contoh nih, termasuk buat saya

      Hapus
  4. Bener ya mba.. menyusui itu banyak sekali manfaatnya. Makanya ga pernah mau nyerah klo urusan persapihan ini. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pantang mneyerah, memang salah satu ciri khas Bunda

      Hapus
  5. KU Sewaktu menyusui ggpernah minumjamu...cuma susu ajah.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. susu penting banget, yuk dikombinasikan biar makin mancur ASInya

      Hapus
  6. Wah, info yang bermanfaat mbak. Untuk saat ini saya baru bisa menyimak nih hehehe. Menyusui itu penuh perjuangan ya mbak hehe

    BalasHapus
  7. Benar sekali.. Menyusui adalah perjuangan selanjutnya setelah hamil dan melahirkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu ada hikmah di balik perjuangan, good luck ,Mom

      Hapus
  8. Proses menyusui bermanfaat bagi ibu dan juga bayi ya.. jadi gak heran, kalau banyak ibu yang berjuang untuk menyusui anaknya :)

    BalasHapus
  9. Iya mba.. waktu di meja operasi dan Bintang IMD rasnaya wow bgt. Ga sadar air mata bahagia keluar... Mom hormone ya...

    Kadang kala memang butuh ya asupan tambahan untuk memperlancat asi. Tapi ya kudu jeli dan milih yg baik..

    BalasHapus