Senin, 27 Juni 2016

Safety First, Praktekkan Jurus Mudik Cerdas Mobil123.com

mudik cerdas mobil123



Mudik. Mudik. Mudik.  Kata ini sangat akrab di telinga kita di hari-hari menjelang Hari Raya Idul Fitri atau yang lebih dikenal sebagai Hari Raya Lebaran.  Mudik artinya pergi ke udik, ke kampung, dan sekarang merujuk pada kegiatan pulang ke kampung halaman seseorang.  Entah sejak kapan mulainya, mudik sekarang sudah menjadi tradisi pulang kampung yang terjadi hampir secara serentak di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk merayakan Hari Lebaran bersama dengan sanak-saudara di kampung halaman.

Lebaran adalah hari raya keagamaan umat Islam, tapi di Indonesia mudik bukan hanya dilakukan oleh Muslim tetapi juga non-Muslim. Di kampung Muslim dan non-Muslim merayakan hari itu bersama-sama dengan cara saling berkunjung, suatu tradisi yang sangat bagus bagi toleransi keagamaan bangsa kita.

Sebenarnya banyak moda transportasi yang dapat dipilih untuk mudik, lewat darat, udara maupun laut.  Tetapi hampir sebagian besar pemudik memilih menggunakan jalur darat. Tapi bukan transportasi umum yang menempati urutan pilihan utama, melainkan kendaraan pribadi. Baik itu mobil maupun sepeda motor, yang sekarang sudah sangat umum.. Banyak alasan untuk mendukung pilihan ini. Tapi alasan utamanya adalah dengan kendaraan pribadi, kita bisa berangkat kapan saja, berhenti di mana saja dan di kampung kita bisa ke mana-mana dengan kendaraan itu. Jika mudik dengan kendaraan umum seperti keretaapi dan bus, kita harus memesan tiket jauh-jauh hari, dan biasanya penumpang berjubel.

Nah karena sebagian besar pemudik memilih kendaraan pribadi, bisa dibayangkan akan penuhnya jalan raya padaa musim mudik.  Mudik dengan sepeda  motor sangatlah berbahaya dan pemerintah sangat tidak menganjurkannya.  Jadi pilihan utamanya adalah mobil pribadi.  Mengingat kampung halaman seseorang biasanya jauh, maka akan diperlukan waktu yang cukup lama untuk mengemudi.  Berkendara dari Jawa bagian barat ke Jawa bagian tengah di hari-hari biasa mungkin bisa ditempuh alam waktu 10 sampai 12 jam.  Tapi di musim mudik Lebaran, masa tempuh di atas 20 jam bukanlah hal yang luar biasa.  Apalagi kalau sampai Jawa bagian timur, atau bahkan ke luar pulau! Penumpukan kendaraan dengan jumlah yang jauh melampai kapasitas jalan inilah penyebabnya. Maka perjalanan yang demikian lama tentunya membutuhkan persiapan yang baik.  Apa saja itu?

mudik Cerdas mobil123.com


Baru-baru ini Mobil123.com dalam sebuah acara bincang-bincang mengajak Media dan Blogger untuk mengkampanyekan mudik yang cerdas. Mudik yang bertujuan menghindari risiko kecelakaan dan mengurangi hal-hal yang tidak kita harapkan yang bisa mengurangi kenikmatan mudik.  Mobil123.com menghadirkan narasumber Sonny Susmana dari SDC (Safety Defensive Consultant Indonesia ).  Menurut Bapak Sonny, mudik yang cerdas harus memenuhi 3 kriteria, yakni aman, nyaman dan efisien.

#1- Aman

Aman sangat terkait dengan kondisi kendaraan dan pengemudinya.  Perjalanan yang jauh dan lama berbeda dengan perjalanan untuk jarak pendek. Mesin akan menjadi lebih panas daripada biasanya, dan pengemudi mungkin kelelahan.  Jadi sebelum berangkat, kita harus memeriksa kondisi mobil baik-baik.  Mulai dari kondisi ban, mesin -- terutama aki, radiator dan dinamo, serta sistem pengeremanm serta suspensi.  Ban yang sudah rata kembangannya hendaknya diganti dengan yang baru.  Lebih baik jika kita bisa mengganti keemat ban mobil kita. Tapi kalau tidak, cukup ganti dua saja dengan memasang dua ban baru untuk roda belakang, dan memasang dua lagi yang masih baik untuk roda depan.  Cek aki, apakah masih baik.  Air radiator harus cukup dan tidak bocor.  Dan yang tidak kalah penting, sistem pengereman arus baik. jika tidak - salah-salah bisa rem blong, yang bisa berakibat fatal. Tentu saja kita tidak mengharapkan al yang demikian.  Mobil harus diperiksa di bengkel yang tepercaya atau yang sudah kita kenal dengan baik.  Setelah itu kita harus mengeceknya kembali, karena bengkel biasanya sangat penuh sehingga montir bisa kurang fokus dan mengurangi mutu pekerjaan mereka.

Sebelum berangkat, kondisi kesehatan pengemudi harus prima.  Jika kurang sehat sebaiknya menunda mudik dulu sampai sehat kembali. Posisi tangan di stir sebaiknya di angka (seperti jarum jam) 9 dan 3.  Dengan posisi ini tangan bisa bergerak dengan lebih leluasa. Bukan posisi 10 dan 2, yang menghalangi refleks tangan.

Setiap 4 jam sebaiknya berhenti dan istirahat sekitar 30 menit.  Selain untuk melemaskan otot yang tegang, mesin mobil juga akan mendingin. Posisi badan sekitar 30 cm dari setir, karena air bag akan megembang sekitar 20-25 cm jika terjadi musibah. Beristirahatlah di mana saja yang mungkin.  Tidak perlu di rest area karena biasanya sangat penuh sehingga justru akan melelahkan.  Apalagi sekarang pemerintah akan membatasi istirahat di situ paling lama 30 menit kalau tidak mau kena denda tilang yang besarnya Rp500 ribu!

Setiap penumpang arusmemasang sabuk pengaman, baik yang di depan maupun yang di belakang. Anak-anak duduk di belakang. Jika tidak dilengkapi safety belt, lebih baik tidak berangkat. Sabuk ini bukan disediakan untuk gaya-gayaan, tapi memang demi keselamatan kita.

#2-Nyaman

Sediakan bekal makanan secukupnya untuk perjalanan yang panjang ini.  Bisa saja kita makan di restauran, tapi biasanya di saat-saat begini restauran juga penuh dan jangan-jangan harganya menjadi lebih mahal.  Barang-barang yang kita bawa harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengurangi keseimbangan kendaraan.

Mengemudi bergantian lebih baik daripada mengemudi sendirian. Dalam mudik keluarga, sang bapak biasanya yang menjadi pengemudi, dan ibu menjadi pendamping, atau navigator. Bila si ibu bisa mengemudi, itu jauh lebih baik.  Bisa bergantian. 

Mudik Cerdas Mobil123.com


#3- Efisien

Dengan semakin panjangnya jaan tol (di Pulau Jawa), orang akan tergoda untuk melalui jalan ini. Tetapi tentu harus diingat bahwa jalan tol tidak selalu berarti bebas macet.  Nah, untuk itu kita harus selalu memantau sitausi jalan tol tersebut melalui media masa dan sosial yang sudah sangat mudah kita akses.  Apabila terjadi kemacetan, kita tidak perlu ragu untuk mencari jalan alternatif yang sekarang sudah banyak tersedia.  Jalan-jalan itu mungkin tidak semulus jalan tol, tapi kalau memang lebih lancar, apa salahnya. Waktu tempuh lebih pendek dan gratis pula!  Manfaatkan Google Maps dan berbagai aplikasi lainnya yang dapat menghemat waktu dan jarak tempuh perjalanan.

Bagaimana Saat Arus Balik ?

Karena lahir dan besar di ibukota, serta hidup bersama orangtua, saya jadi tidak punya tempat untuk mudik.  Namun sejak saya menikah, saya sudah beberapa kali ikut mudik ke kampung halaman suami saya, meskipun tidak setiap tahun. Dari tahun ke tahun saya memang merasakan adanya peningkatan jumlah pemudik dan waktu tempu yang  makin lama meskipun jalan tol tambah panjang. 

Pertama kali kut mudik bersama anak kami yang pertama sungguh merupakan pengalaman yang tak terlupakan meskipun kami arus melalui segala macam kereportan persiapan itu. Di sana saya sekeluarga hampir setiap hari melakukan perjalanan untuk mengunjungi sanak suadara yang tingal berpencaran. Apa artinya ini? Artinya selama mudik kita sebenarnya tidak pernah beristirahat!  Dan ini bisa kita rasakan sewaktu kita melakukan perjalanan kembali dari kampung. Badan kita terasa lebih mudah capek dan sering mengantuk.

mudik cerdas mobil123.com


Tahun lalu, saat jalan tol Cipali dibuka saya ikut mudik.  Karena saya bisa mengemudi, maka saya bergantian dengan suami saya.  Tetapi baik saya sendiri mapun suami saya merasakan kelelahan yang cukup hebat saat kami kemali ke Jakarta  Kami harus berhenti beberapa kali karena mengantuk.  Suami saya bahkan sempat terlelap sambil mengemudi. untung dia cepat sadar dan segera menepi untuk beristirahat!

Jadi saran saya :  Jagalah kebugaran tubuh anda sewaktu sudah berada  di kampung halaman. Jangan terlalu memaksakan diri untuk setiap hari pergi jika tidak begitu penting.  Ini akan mengurangi risiko kecapaian pada waktu kembali dari kampung. 

Biasanya, kami siap siaga saat mudik. Setiba di kampung, bertemu saudara, banyak acara jalan ke mana-mana. Saking senangnya kumpul  keluarga, bertemu teman lama, jadi lupa. Minim istirahat, jauh dari gaya hidup sehat. Dampaknya baru terasa saat arus balik. Persiapan seadanya. Ijin cuti hampir kadaluarsa. Diburu masuk kerja. Anak-anak harus segera masuk sekolah. Artinya, harus segera balik (ke ibukota). Meski lelah, kami harus berkendara secepat-cepatnya. Efeknya, kesiagaan menurun, jadi lengah. Malah membahayakan. 

Sebelum pulang balik, prinsip 1...2...3 ini juga wajib diingat-ingat kembali. 

Selamat Lebaran.  Minal aidzin Wal aidzin.  Mohon Maaf Lahir dan Batin.




5 komentar :

  1. Tips mudiknya patut di book mark nih :)

    BalasHapus
  2. Sudah mulai banyak yang mudik nih, wah bisa dipake tips nya. Thanks for sharing. Selamat mudik buat yang mau mudik, semoga lancar di jalan :)

    BalasHapus
  3. aku nyimpen ya tips mudiknya, ngeri aja sekarang liat kecelakaan lalulintas. kalau ga hati2 duuh jangan sampai ya allah

    BalasHapus
  4. benar nih mba, aman, nyaman dan selamat sampai tujuan.Mudik nya pakaimobil 123.com:)

    BalasHapus
  5. Efisiennya nih yg susah...
    Maklum aku ga bs gantiin misua nyetir hiks

    BalasHapus