Kamis, 30 Juni 2016

Memandikan Bayi Sendiri, Tanpa 'Nanny', Cukup Dengan Lactacyd Baby



Tips memandikan bayi sendiri , Lactacyd baby

Ilmu adalah jendela dunia. Melalui ilmu, kita dapat melakukan hal-hal baru. Dengan bekal pengetahuan, saya selalu mendapat ketrampilan baru. Termasuk saat mempunyai bayi.

Berdebar-debar menyelimuti diri saya saat kelahiran bayi ke dua saya makin dekat.  Memang ini anak ke dua. Saat periksa hamil akhir trimester pertama, dokter Yoso memperkirakan, bahwa, bayi ke dua kami yang akan lahir, berjenis kelamin lelaki. 

Wow, berarti anak kami kelak akan sepasang. Tentu saja membuat saya senang. Anak pertama kami adalah perempuan. Rasanya pas sekaligus harap-harap cemas. Pas sepasang perempuan dan lelaki. Cemas karena belum punya pengalaman merawat bayi lelaki.

Soal pengalaman merawat bayi, banyak ceritanya. Pertama kali merawat kakak Cahaya, saya kesana-kemari mencari info "how to?", bagaimana caranya untuk ini dan itu. Sekarang sudah lebih tahu (sedikit), setidaknya sudah ada pengalaman dari anak pertama. 

Merasa sudah punya pengalaman, paham perawatan yang sederhana. Saat browsing, saya banyak mencari trik dan tipsnya. Saya ingin mengetahui cara yang lebih praktis, mudah diterapkan, gak begitu merepotkan dan heboh sana-sini, seperti saat anak pertama.  

Banyak bertanya kepada orangtua, teman, maupun pakarnya sudah saya lakukan. Termasuk juga ilmu otodidak sambil membuka-buka catatan kuliah hingga browsing di Internet cara merawat bayi.  Semua saya lakukan demi lebih mumpuni si jabang bayi. 

manfaat lactoserum


Beruntung mata kuliah saya dulu banyak yang berkaitan dengan perawatan kesehatan. Bagaimana sih cara menjaga bayi agar tetap sehat? Apa saja yang harus dilakukan setiap hari? Salah satunya adalah memandikan bayi. Sebagai ibu, saya sadar akan menjadi ujung tombak saat merawatnya. 

Kebingungan saya saat itu adalah apa saja produk perawatan yang harus saya pilih demi memberi yang terbaik. Sebetulnya banyak materi kuliah yang dapat dijadikan acuan. Mungkin karena terlalu banyak, saya jadi bingung saat harus meringkas, manakah yang dapat diterapkan.

Dosen favorit saya pernah memberi kuliah merawat  bayi. Cara inisiasi menyusui dini hingga ilmu mandi sendiri (Mandiri) , salah satunya.  Untuk mandi, pernah disebutkan tentang manfaat laktoserum. 

Tips Memandikan Bayi sendiri dengan Lactacyd Baby


Penasaran saya, apa sih Laktoserum itu? Ternyata,  laktoserum adalah bagian cair susu yang diperoleh setelah dipisahkan dari kasein (bagian padat susu). Cairan ini banyak mengandung laktosa dan mineral yang larut dalam air. Menurut catatan kuliah, laktoserum menyediakan lingkungan yang sesuai bagi bakteri baik. Laktoserum memberikan kecukupan makanan untuk bakteri baik. Laktosa dan mineral dalam laktoserum akan diolah oleh bakteri baik. Dengan lingkungan yang nyaman, bakteri baik penghuni permukaan kulit akan berkembang biak menjadi semakin banyak.  Jadi, bakteri baik melapisi permukaan kulit. Ketika ada kuman jahat dari luar yang hendak mampir, bakteri baik akan segera mengusirnya. Bakteri baik akan melindungi dengan menjadi tameng proteksi alami.

Laktoserum melindungi dengan memperbanyak pelindung yang baik, bukan membasmi. Itulah keunikannya. Istilah membasmi, identik dengan mengusir semua. Entah jahat (maupun yang baik) akan hilang dari permukaan kulit.  Bakteri baik yang seharusnya bisa menjadi pelindung malah ikut hilang  

Banyak penyakit kulit terjadi karena ketidakseimbangan di permukaan kulit. Efek lanjutan pembasmian, bakteri baik kalah banyak dibanding kuman jahat. Sisa-sisa bakteri baik di permukaan kulit, perlu waktu untuk memperbanyak diri. Sementara di luar (kulit) sana, begitu banyak kuman jahat yang berlomba-lomba mencari 'rumah baru' untuk ditinggali, kulit kita salah satunya. Tentu saja, bakteri baik kalah cepat dan kalah banyak. Terjadilah berbagai penyakit kulit. Jika kumannya berkumpul di kepala (biasanya daerah berrambut) namanya seboroik. Di bokong, disebut ruam popok. Secara keseluruhan, istilahnya dermatitis (radang kulit). Yang dapat kita lihat adalah timbulnya kemerahan juga gatal, terutama pada daerah lipatan, juga daerah yang ditumbuhi rambut.
  
Maka saya pun mulai mencari informasi tentang laktoserum untuk bayi. Banyak catatan kuliah yang mengendap hanya di buku. Saat hendak praktek, yang tertulis dan dianjurkan, ternyata gak tersedia alias sulit ditemukan. Jika pun ada, bagai mencari jarum dalam tumpukan jerami. Apakah benar sudah ada produknya?  Jadilah saya bertanya kepada Mbah Google dengan memasukkan kata kunci "laktoserum" dan "bayi " . Terus apa kata si Mbah???

Laktoserum untuk bayi


Ternyata saya tidak jadi pusing bergoogling tujuh keliling.  Karena hasil pencarian pada halaman pertamanya seia sekata, semua serupa yaitu "Lactacyd Baby". begitulah, petualangan saya menemukan Lactacyd Baby sebagai teman memandikan kakak Cahaya.

Memandikan Bayi Sendiri dengan Lactacyd Baby


Memandikan Bayi Sendiri (Mandiri)

Saat pertama kali memandikan bayi, saya merasa agak takut.  Jadi kadang perlu bantuan orang lain karena mungkin saja ada hal-hal yang terlupakan.  Menangani bayi yang bergerak gerak, basah dan licin perlu latihan dan rasa percaya diri. Tetapi seiring berjalannya waktu saya mulai terbiasa. Saya dan bayi mulai menemukan kekompakan saat mandi dan menikmatinya. Akhirnya bagi saya memandikan bayi juga merupakan seni tersendiri.
 

Berdasarkan pengalaman memandikan Kakak Cahaya, berikut ini adalah poin-poin yang saya persiapkan.

Waktu memandikan

Satu situs menyebutkan bahwa untuk bayi baru lahir dua atau tiga kali seminggu sebetulnya cukup untuk menjaganya bersih.  Alasannya terlalu banyak terkena air ledeng malah membaayakan dan mengeringkan kulit bayi. Tetapi karena kebiasaan di daerah tropis, saya tetap memandikannya dua kali sehari.

Pilihlah waktu yang tepat.  Saat di mana kita bisa fokus pada bayi, bebas dari gangguan. Meskipun telepon berdering atau kedatangan tamu, jangan perna meninggalkan bayi sendirian dalam bak mandi.

Waktu terbaik untuk mandi adalah ketika bayi sudah bangun dan siap untuk memulai ritual mandi.  Biasanya di antara waktu makan sehingga bayi tidak merasa lapar atau merasa kenyang.

Suhu Ruangan

Jaga agar ruangan tetap hangat . Tutup jendela dan pintu supaya angin tidak masuk. Bayi tidak kedinginan..

Suhu Air Mandi 

Gunakan siku-siku tangan untuk memperkirakan suhu air. Siku lebih sensitif daripada tangan.  Bisa merasakan air yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Jika punya termometer, ukuran suhu air yang ideal adalah 37 sampai 38 derajat Celsius.

Pengalaman saya menggunakan dua ember.  Ember pertama berisi air dengan suhu ruangan dan yang kedua adalah air hangat. Cara mencampur  air mandi adalah dengan menuangkan air yang lebih dingin dahulu, lalu ditambahkan dengan air hangat. Sehingga diperoleh air suam-suam kuku tadi..Air yang terlalu  panas akan merusak mantel kulit bayi. Jika terlalu dingin air akan menaikkan pH kulit..

Bagi bayi suhu hangat membuatnya merasa nyaman. Saatnya mandi bayi lebih rileks dan tenang. Lagipula suhu hangat membuat pori-pori terbuka. Aliran darah menjadi lebih lancar, lebih cepat menyerap mineral yang terkandung dalam air mandi seperti laktoserum.

Peralatan mandi

Gunakan bak mandi plastik biasanya seukuran bak cucian piring. Penggunakan bak mandi besar akan lebih suli. Saya harus berlutut dan bersandr di pinggirnya. Bagi bayipun terasa terlalu luas. Perlu bantuan kursi mandi atau juga alat agar tidak licin.
Pakaian harus nyaman dan tidak gerah serta sesuai dengan suhu lingkungan. Ganti pakaian jika anak berkeringat. Anak harus bisa bebas bergerak. Cuci pakaian, sprei dan handuk secara teratur agar bayi terhindar dari iritasi dan alergi. Ganti popok secara berkala, tidak menunggu penuh. Sering bersentuhan dengan urin akan mempercepat bayi terkena ruam popok.

Handuk
Cuci handuk setidaknya tiga hari sekali. Gunakan deterjen khusus. Pakaian dari katun menyerap keringat. Akan bijaksana jika menggunakan tisu basah dan popok. Perhartikan ada tidaknya label non alkohol.

Posisi memandikan
Letakkan bayi di atas tempat yang sejajar dengan tinggi badan ibu, seperti di atas meja. Berdirilah atau duduk di samping meja  tapi jangan menunduk. Badan tegak lurus, bahu rileks, tidak membungkuk atau berlutut. Berdiri atau duduk sejajar di samping bak mandi.

Lama memandikan

Tidak berlama-lama merendam bayi. Lima sampai sepuluh menit sudah cukup. Semakin lama waktu memandikan tidak berarti semakin sehat. 

Mandikan bayi dua sampai maksimal tiga kali sehari. "Anak bukanlah miniatur orang tua". Yang dirasakan orangtua belum tentu sesuai untuk anak.Mandi terlalu sering berpotensi menghilangkan mantel kelembaban bayi.

Pembersih

Gunakan pembersih yang bebas pengawet dan pewarna.Bahan alami menjadi pilihan utama. Pilih yang  aromanya lembut dan tidak menyengat, contohnya aroma susu. 

Cari pembersih yang tidak perlu menggosok.  Pembersih yang tidak hanya sekadar banyak busa. Busa biasanya mengangkat minyak sehingga menjadikan kulit kering.  

Untuk bayi, perhatikan bahwa pH pembersih sebaiknya lebih bersifat asam. Kulit bayi mempunyai pH lebih basa daripada orang dewasa. Untuk menyeimbangkannya, perlu sabun cair yang pHnya 3 sampai 4. Dengan pH kulit yang seimbang, bayi tidak mudah terkena iritasi. 

Gunakan sabun khusus untuk bayi.  Sabun dewasa hanya cocok untuk orang dewasa. pH kulitnya saja suda berbeda. Memakai sabun untuk orang dewasa membuat kulit bayi mudah kering.  Kulit kering mudah terjadi iritasi. 
  
Cara Memandikan

Untuk bayi berumur sampai enam bulan, isi bak mandi dengan air setinggi 13 sentimeter. Atau secukuonya sampai bahu bayi terendam. Jika bayi sudah bisa duduk ketinggian  air tidak melebihi pinggang.  Jika semua sudah disiapkan, lepaskan pakian dan popoknya. Jika ada sisa pipis atau kotoran dalam popok, bersihkan daerah kemaluannya dan bokong sebelum meletakkan bayi ke dalam bak mandi. Siapkan bak berisi air suam-suam kuku.  Masukkan tiga atau empat sendok Lactacyd Baby ke dalamnya. 

Sebelum mandi, bersihkan daerah wajahnya.  ini lebih mudah dilakkan daripada ketika bayi sudah terlanjur berada di dalam air. Basuh mukanya dengan waslap basah yang telah direndam campuran air lactacyd tadi.  Jika ada kotoran di daerah mata dan hidung, usaplah dengan lembut sehingga mudah dilepaskan.  Cara mengusapnya usaplah setiap mata mulai dari pangkal hidung ke arah luar.

Dengan perlahan letakkan bayi ke dalam bak. Gunakan satu tangan untuk menyangga leher dan kepala bayi, selipkan tangan untuk menahan tangannya. Pegang bokong bayi dengan tangan yang satu lagi.

Selalu menyangga daerah kepala dengan satu tangan. Jangan sampai terlepas. Bayi sering bergerak sehingga pengangan terasa licin, apalagi saat basah.  Gunakan tangan yang lain untuk memandikannya.
Gunakan waslap untuk membasuh dari atas hingga bokong dan dari depan ke belakang. Untuk memberihkan wajah,  lakukanlah seperti memakai sabun cair dan untuk rambut seperti memakai sampo. Basuhkan air mandi dengan merata termasuk kulit kepala, lipatan kulit tanpa menggosoknya. Untuk bilasan terakhir, gunakan air bersih.

Setelah selesai, segera angkat dan letakkan bayi ke atas handuk kering. Bungkus bayi dengan handuk dan usaplah perlahan tanpa menggosoknya. Pastikan bayi kering sebelum baju dipakaikan. 

Untuk kulit yang mudah iritasi caranya adalah dengan meneteskannya ke kapas sehingga cukup lembab. Kemudian tepukkan kapas ke bagian yang iritasi.


Memandikan Bayi sendiri dengan lactacyd baby


Terapkan Prinsip Less is More

Memandikan bayi merupakan tantangan sekaligus kesenangan bagi orangtua. Banyak yang mengira bahwa memandikan bayi sebersih- bersihnya merupakan cara menjaga kesehatan. Terkadang lupa waktu saat memandikan. Yang diinginkan dengan tujuan sebersih-bersihnya. unyuk bayi. Padahal bayi belum tentu merasa demikian. 

Memandikan bayi dengan menggosok tidak identik dengan bersih.  Dengan sabun cair ini saya hanya perlu membasuh saat memandikan.  Tujuannya agar saat memandikan bayi,mantel kulitnya (verniks kaseosa) si ibu tidak hilang. Selain itu kulit bayi lebih tipis daripada kulit orang dewasa. Makin sering digosok akan menimbulkan iritasi dan kerusakan proteksi di lapisan permukaan kulitnya.

Bayi mempunyai kekhususan yang memerlukan pendekatan berbeda dengan anak-anak maupun orang dewasa, mulai dari pengaturan suhu tubuhnya yang belum sempurna. Dengan tidak menggosok otomatis waktu mandi jadi lebih singkat sehingga bayi tidak perlu berlama-lama terpapar lingkungan yang lebih dingin daripada suhu tubuhnya meskipun mandi dengan air hangat. Mandi berlama-lama tidak identik dengan peningkatan kesehatan. Terlalu lama mandi membuat bayi kedinginan. Suhu tubuh bayi yang turun akan menghilangkan energi yang seharusnya bisa digunakan untuk menjaga daya tahan tubuhnya. Akibatnya, bayi menjadi lebih mudah terkena penyakit karena imunitasnya menurun.

Bagaimana Lactacyd Baby Membantu Saya ?

Melakukan ritual mandi seperti di atas memerlukan banyak waktu? Tentu tidak. asalkan penggunaannya tepat. Seperti memilih pembersih cair yang tepat.

Salah satu keunikan bayi adalah banyaknya lipatan kulit. Lemak bayi berlipat.  Dengan menggunakan sabun cair, saya tidak khawatir ada sisa sabun yang tertinggal atau terselip saat membasuhnya.  Karena sifatnya yang cair, sabun ini mudah menyelinap di antara lipatan tubuh bayi. Kita cukup mengucurkan air atau membasuh si bayi tanpa perlu menggosoknya.

Bila sedang mandi, Dede gemar bergerak-gerak. Bagi dia mandi mungkin dirasa sedang bermain.  Apa yang saya mau belum dimengertinya.  Ia cenderung belum koperatif sehingga saya harus banyak mengantisipasi geraknya.  Cara mandi dengan membasuh, menyeka, atau mengucurkan air relatif lebih mudah daripada harus menggosok.  Jari-jemari saya tidak perlu report-repot menyelinap ke dalam lipatan tubuhnya termasuk lipatan leher, ketiak, paha, lutut maupun telinga. Biarkan sabun cair yang melakukannya.

Memandikan Bayi Sendiri dengan lactacyd Baby


Seperti halnya bayi lain yang baru lahir,  refleks kedip Dede Adi belum sempurna.  Sabun perawatan yang tidak pedih di mata sangat membantu. Jadi, meskipun sabun mengalir ke seputar wajah, termasuk mata, Dedek Adi tidak takut. Saya pun tidak khawatir.

Merawat Tali Pusat Dengan Lactacyd Baby

Saat Dede Adi lahir, rasa bimbang sempat menyelimuti saya. Sewaktu merawat kakaknya dulu, masih ada eyang yang memberi petunjuk.  Kini, mungkin karena merawat anak kedua, saya sudah dianggap cukup punya pengalaman. Bolehlah kalau untuk perawatan yang biasa. 

Tapi ada satu hal yang menurut saya, agak riskan, yakni membersihkan tali pusat. Meskipun sudah diberi contoh oleh bidan sebelum pulang dari rumah sakit, tapi melakukannya di rumah sendirian... woow sepertinya bakal merepotkan. Membayangkan terkena sisa-sisa sabun yang mungkin terselip, atau menyeka busa pada pusar, sungguh mendebarkan hati  saya. Khawatir terlepas, terpelintir, yang mungkin bisa melukai Dede, apalagi tali pusat itu khan kecil. Saat basah semakin licin bila dipegang.

Mearawat tali pusat dengan Lactacyd Baby


Dengan bentuk cair dan mirip air, Lactacyd langsung larut dalam air mandi. Saya tak perlu menyeka apalagi menggosok, terutama kulit sekitar tali pusat. Kulit sekitar tali pusat cukup dibasahi, lalu dibasuh terakhir dibilas dengan air bersih. Kemudian seperti biasa dikeringkan dengan handuk. Jadi, saya tidak banyak menyentuh tali pusat Dede. Berkuranglah satu kekhawatiran saya.

Pengalaman Memandikan Bayi Lelaki

Seiring pertumbuhannya, Dede semakin kooperatif saat dimandikan. Tetap banyak bergerak, tapi saya sudah terbiasa mengantisipasinya. 
Pesan Eyang, daerah kulit kemaluan jangan terlewatkan, harus rutin dibersihkan khusus, dengan cara tersendiri. Sebab di sana tersembunyi sisa -sisa cairan tubuh. Jika menumpuk, lama-kelamaan kulupnya bisa lengket dan tertutup. Konsekuensinya, ujung kulupnya  bisa menggelembung seperti balon, karena cairan pipisnya tertahan di dalamnya. Bahkan ada yang sampai tidak bisa buang air kecil. Gejalanya, anak sering demam naik-turun.

Sebagai bayi laki-laki, daerah kelamin termasuk daerah yang sensitif. Saya pun kebingungan. Ayahnya sih pasti bisa dan juga senang hati melakukannya. Tapi khan gak mungkin saya tega meminta bantuan (atau menyuruh Ayah) membersihkannya. Lagipula, terlalu lama menunggunya pulang kantor. Jadilah saya dengan bekal sabun cair ini, membersihkan sendiri.

Merawat bayi lelaki sendiri dengan Lactacyd Baby


Membersihkan kulup, sebisanya tidak tersentuh. Pegang lembut dengan handuk kecil kering, lalu perlahan balikkan daerah kulupnya. Cara memegangnya, mirip mengelupas kulit pisang . Sepanjang kulit kulup yang berbentuk melingkar, dibuka (seperti dikupas) ke bawah. Semua dilakukan saat kering. Sebab jika basah, akan menyulitkan saat memegang. Satu per satu area seperti putaran jarum jam, dibuat terbuka semua. 

Lakukan hal ini, setiap kali sebelum mandi, pemakaian sabun cair sangat memudahkan. Saat membalik kulit kemaluan, saya tidak perlu menyentuh daerah sensitifnya. Ya tinggal disiram dengan campuran air mandi. Saya merasa lega dan terbantu mengetahui manfaat ini .

Kini, anak-anak mulai lewat masa Balita. Apakah  Lactacyd Baby masih cocok?

Pengalaman Menggunakan Lactacyd pada Anak Yang Gemar Berenang

Saat balita, Dede gemar berenang. Itu terus berlanjut hingga kini. Setidaknya dua kali dalam seminggu Dede mengikuti les renang. Rutinitas yang dilakukannya adalah memakai tabir surya sebelum renang. Kemudian segera membilas tubuh di bawah pancuran air mengalir. Lactacyd Baby sebagai sampo dan sekaligus sebagai pembasuh wajah, masih digunakannya. Selanjutnya tuang Lactacyd pada washlap basah untuk menyeka bagian tubuh yang lain, terutama daerah lipatan. Daerah sekitar kelopak mata tidak terlewatkan. Meski kadang ada yang menetes ke mata, Dede tidak khawatir karena tidak terasa pedih. Daerah sekitar lubang hidung dan daun telinga juga dibersihkan. Mungkin karena romanya yang identik dengan susu, sudah begitu familiar. Maklum sejak bayi, Dede sudah terbiasa dengan baunya.

Memandikan Bayi Sendiri


Melihat kemasannya dengan stiker hologram, lebih terpercaya jaminan keasliannya . Tutupnya berupa klip sehingga mudah dibuka. Klip yang membuatnya tidak tumpah. Dede jadi senang membawanya ke mana-mana. "Jangan ditaruh di bawah matahari, supaya lebih awet", pesan saya.

Saya gemar sekali menonton film bergenre sains dan kisah nyata. Seperti serial CSI, kisah polisi yang bertugas di laboratorium forensik. Salah satu kisahnya, menyangkut reaksi  tubuh terhadap sesuatu. Prinsipnya mirip dengan imunisasi, jika sering berkontak dengan sesuatu, tubuh akan membentuk  kekebalan. Demikian yang saya perhatikan pada anak-anak saya. Mereka tidak kaget jika harus minum susu. Mungkin karena sejak bayi sudah terbiasa dengan bau langunya susu yang identik dengan aroma Lactacyd Baby. Sebagai orangtuanya yang mempunyai bakat alergi  susu, ternyata tidak serta merta terwariskan pada anak saya. Entah pengaruh inisiasi menyusui dini, ASI eksklusif atau pembersih mandi yang berbahan dasar susu. Mungkin ke depannya, ada bukti yang lebih ilmiah tentang ini.

Memandikan bayi mandiri


Secara keseluruhan, ini manfaat Lactacy Baby dengan laktoserumnya, yang telah saya rasakan :
  1. Merawat kesehatan dengan memupuk bakteri baik. Proteksi bakteri baik lebih alami dan tahan lama, daripada membasmi,
  2. Bersih itu tidak identik dengan waktu yang lama atau berapa banyak menggosok. Dengan membasuh pun sudah lebih cukup, asal paham cara-caranya, "Less is more"'
  3. Bayi bukanlah miniatur orang dewasa. Bayi ternyata berbeda, begitu juga cara mandinya,
  4. Ternyata saya bisa memandikan bayi sendiri, tanpa asisten. Gak perlu juga menunggu bantuan suami. Cukup seka, basuh dan bilas. Saya punya pembersih cair, tanpa perlu menggosok,
  5. Meskipin namanya Lactacyd baby, yang memakai bukan hanya bayi. Mungkin karena sudah ada bonding, manfaatnya tetap berguna meskipun sudah bukan balita lagi.
 Apakah kita mempunyai pengalaman serupa? Bagaimana pengalaman kamu? Ditunggu komentarnya di sini.


Memandikan bayi mandiri dengan lactacyd baby
Saat berkendara mudik pun , dia tetap ikut serta



Sekilas Tentang Sanofi Winthrop Industrie Paris


Sanofi  adalah sebuah perusahaan global yang bergerak di bidang penyelamatan nyawa manusia. Sanofi mengubah inovasi sains menjadi  solusi bagi masalah perawatan kesehatan. Baik bidang vaksin manusia, penyakit langka, sklerosis, onkologi, imunologi, penyakit menular, diabetes dan penyakit kardiovaskular.  Sanofi punya garis aksi yang jelas: menyumbang pada kemajuan kesehatan secara berkelanjutan. Sanofi telah mengembangkan vaksin pertama untuk virus dengue yang menjangkiti 390 juta orang tiap tahun.  Berkat kampanye vaksinasi yang sistematis, Sanofi  sudah hampir berhasil menyingkirkan penyakit polio.



















6 komentar :

  1. Waaah, Dede Adi sudah besar. Alhamdulillah ya mba dengan adanya lactacyd, sedikit kekhawatiran ttg perawatan kulit anak menjadi memudar. Semoga anak-anak kita setelah besar nanti, mampu menjaga kulitnya sebagaimana kt menjaganya dahulu.

    BalasHapus
  2. jadi membayangkan bagaimana rasanya jadi ibu :D

    BalasHapus
  3. tah keep artikelnya..untuk suatu hari nanti...

    BalasHapus