Jumat, 17 Juni 2016

In Harmony Clinic, Rumah Pencegahan Penyakit Sejak Dini



Demam, pilek dan batuk biasa merajalela pada anak. Karena sering dijumpai,  sebagian orang mungkin menganggapnya sebagai hal biasa, bahkan wajar-wajar saja.  Anggapan yang pernah singgah dalam benak saya. 

In Harmony Clinic


Suatu saat, anak batita saya menunjukkan gejala hidung berair (meler). Asumsi saya, hal itu biasa terjadi. Jadi saya berikan saja perlakuan untuk menghilangkan gejalanya saja. Seperti memberinya minum hangat, maupun dengan massage bagian tubuh tertentu.  “Semoga besok atau lusa sudah lebih baik,” demikian batin saya.

Ternyata, itu bukan akhir kisah pengalaman buah hati saya. Alih-alih membaik, Dede Adi malah mulai batuk. Terkadang, malah disertai demam yang naik turun. Klimaksnya terjadi tengah malam itu. Panasnya semakin tinggi. Meskipun telah dikompres dengan air hangat, serta diberi obat penurun panas, kondisi Dede tidak membaik. Wajahnya pucat, tangan  kakinya memutih dan tampak kaku. Diajak komunikasi pun tidak mau. 

Dengan latar belakang saya di bidang medis, saya menyadari situasinya sudah genting. Jika kondisi Dede berlanjut, dia mungkin akan mengalami kejang demam. Saya sempat panik, hilang akal sekejap. Namun saya teringat pada obat P3K dalam kulkas. Kami memang selalu menyimpan obat penurun panas dan juga obat pencegah kejang, keduanya diberikan lewat dubur sebagai persiapan untuk perawatan selanjutnya.  Segera saja, dengan bantuan suami, kami  memasukkan obat itu lewat dubur Dede Adi. 

Situasinya sangat mencekam saat kami menunggu reaksi obat tersebut. Menit demi menit berlalu penuh rasa was-was dan tegang.  Perasaan ini mulai mereda setelah kami saksikan tangan dan kaki Adi mulai kembali memerah. Meski terlihat masih lelah, dia tampak memberikan reaksi. Rasanya plong hati kami. Pagi harinya, Dede langsung kami periksakan ke dokter anak langganan.

Kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga, yang tetap terpatri dalam benak kami hingga kini. Saja jadi banyak berandai-andai saat itu. Seandainya saja plan A (member obat lewat dubur) tersebut tidak berjalan dengan baik, apakah resiko terburuk yang mungkin terjadi? Berkeringat saya membayangkannya. Andai saja saya tidak menganggap sepele gejala pileknya. Andai saya bisa mencegah supaya Dede tidak terkena kuman-kuman flu. Andai saja… Ribuan pikiran seandainya saya bisa “mencegah”nya berputar-putar di kepala saya. Kesimpulannya, saya harus mencegah agar hal serupa tidak terjadi lagi. 

In Harmony Clinic


Apa yang bisa dicegah? Ya, cikal bakal kuman penyakit yang sering mengganggu keluarga saya.  Flu-lah yang paling sering menjangkiti keluarga saya. Apalagi, keluarga saya punya faktor resiko alergi, yang bisa memperberat penyakit flu.

Apakah flu bisa dicegah?

Tentu saja bisa dengan cara-cara berikut:

Istirahat cukup
Tidak merokok
Mengkonsumsi sayuran hijau
Mencuci tangan Anda
        Membersihkan  permukaan benda yang mungkin terkena kuman 
Menggunakan masker
Menutup mulut dan hidung dengan tisu sekali pakai
Membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah
Menggunakan barang sekali pakai
Mengobati gejala flu 
Menjauhi orang yang sedang sakit
Jika sedang sakit, hindari persentuhan dengan orang lain 
untuk mencegah penularan
Hindari memegang mata, mulut dan hidung


Vaksinasi  influenza

Setidaknya terjadi 3.000 kematian setiap tahun karena influenza. Jumlah ini dapat mencapai lebih dari 40.000 saat terjadi wabah flu. Kebanyakan dari kematian tersebut terjadi pada orangtua berusia lebih dari 65 tahun. Melakukan vaksinasi flu tahunan adalah cara yang sangat mudah dan efektif untuk mengurangi risiko pengidapan dan penularan virus influenza. Setiap orang yang memperoleh vaksinasi influenza cenderung tidak membutuhkan pengobatan oleh dokter spesialis atau penyedia jasa kesehatan. Pada orangtua, vaksinasi flu dapat menurunkan angka kesakitan sampai 60 persen dan kematian sampai 70-80 persen.

In Harmony Clinic


Suntikan flu perlu diberikan setahun sekali karena kekebalan tubuh seseorang  terhadap virus menurun seiring berjalannya waktu dan harus selalu diulang. Selain itu virus flu sering bermutasi. Jenis virus flu yang berbeda dapat muncul di satu musim dan berganti pada musim berikutnya. Setiap tahun, formulasi dari vaksin tersebut diperbaharui.

In Harmony Clinic
Bagaimana keluarga kita?


Setelah divaksinasi, apakah saya kebal terhadap flu? 

Tubuh memerlukan waktu sekitar dua minggu untuk membentuk proteksi teradap virus flu. Karena itu vaksinasi flu sangat dianjurkan sebelum musimnya tiba sehingga tubuh kita sudah kebal pada saat wabah flu mencapai puncaknya.



In Harmony Clinic
Manakah jalan yang kita pilih?

Dengan semboyan lebih baik mencegah daripada mengobati, sebuah klinik di Jakarta berkomitmen untuk meningkatkan taraf kesehatan bangsa Indonesia dengan menyediakan berbagai macam jenis vaksin, sebagai upaya pencegahan primer dan sekunder. Klinik ini, In Harmony Clinic, sesuai dengan namanya, berada di daerah Harmoni, Jakarta Pusat.   Dengan mengadopsi cara kerja rumah sakit besar pada umumnya, kemampuan pelayanan klinik ini tentunya tidak perlu diragukan lagi.




7 komentar :

  1. Anak pertama saya sudah dapat vaksin ini, tapi yg kedua blm. Trism sdh diingatkan mbak :)

    BalasHapus
  2. Kalau anak sakit itu memang mengkhawatirkan, duh apalagi kalau flu
    Rewel dan emaknya panik sendiri

    BalasHapus
  3. Sama Mba, saya juga selalu sedia obat penurun panas. Tapi kalau obat kejang yang ga ada. Karena yang namanya panas itu ga liat waktu ya Mba, pernah si kakak, panas di jam-jam tengah malem.

    Vaksin allhamdulillah si kakak sempat di vaksin influenza juga. Sebagai pencegahan :)

    BalasHapus
  4. Flu sekarang memang makin bahaya ya mba. Ga salah kalau vaksin flu makin gencar. Ngeri deh baca berita soal virua flu aneh2 ada babi, burung, kuda..

    BalasHapus
  5. Waah tinggi juga ya angka kematian krn influenza ...
    Ga nyangka

    BalasHapus
  6. bener, tubuh memerlukan kekebalan tubuh dari penyakit salah satunya flue. dan benar sekali, Mbak, pencegahan lebih baik dari pada mengobati.

    BalasHapus