Kamis, 05 Mei 2016

Deteksi Cepat masalah Saluran Cerna lewat BAB

3 Langkah Deteksi Kesehatan Saluran Cerna Batita melalui Pola Buang Air Besar (BAB)

Pola BAB batita yang sehat dapat kita ketahui melalui 3 faktor berikut:

Pertama, frekuensi atau kekerapan BAB. Hal ini dipengaruhi usia batita dan asupan makanannya.
Usia   0-3 bulan dengan ASI 5-40x per minggu,
Usia 6-12 bulan 5-28x per minggu,
Usia   1-3 tahun 4-21x per minggu.

Kedua, warna BAB. Normalnya, kuning hingga kehijauan. Asupan makanannya juga mempengaruhi.
Yang perlu diperhatikan, jika terdapat:
Bercak darah, tanda konstipasi (kesulitan BAB).  Adanya konsistensi tinja yang keras, melukai saluran cerna.
Kotoran BAB berwarna putih, seperti dempul. Pertanda adanya penyakit hati.
BAB hitam, pada bayi berusia lebih dari 3 hari, menunjukkan penyakit saluran cerna.

Ketiga, konsistensi atau kekenyalan BAB. Dibagi dalam 4 kategori:
Indikasi (tanda) konstipasi alias sulit BAB. Tipe 1, kotoran keras, berbentuk butiran mirip kacang, yang sulit dikeluarkan. Tipe 2, BAB berbentuk gumpalan yang saling menyatu, membentuk seperti sosis.
Normal, seperti tipe 3, tinja berbentuk seperti sosis, namun agak kasar di permukaan. Tipe 4, tinja berbentuk sosis atau ular, lunak dan halus.
BAB lembek, tipe 5, BAB berbentuk gumpalan, namun mudah dikeluarkan.
Indikasi diare, tipe 6 dengan tinja berbentuk gumpalan lunak, agak cair dan sangat mudah dikeluarkan. Tipe 7, tinja encer/cair dan tidak berbentuk.

Sumber: Nutrisi untuk Bangsa Sari Husada
Sesuai referensi:
1. Lippincott Williams & Wilkins. J. Ped. Gastrol. Nut.2006; 43; el-13
2. Department of Health and Welfare Taiwan 2015
3. Lewis SJ & Heaton KW. Gastroenterol 1997; 32; 920-4

1 komentar :

  1. Buat yg punya anak kecil perlu banget artikel ini nih, krn anak kcl sering bermasalah dng konstipasi..

    BalasHapus