Minggu, 24 April 2016

Festival Perempuan, Berkarya Bersama Bagai Permata

Kisah klasik seorang perempuan dimulai saat dilamar. Apakah lamaran diterima atau tidak, pilihan terus berjalan. Jika ya, statusnya berubah setelah menikah...menjadi istri tercinta, menantu (idaman) keluarga, hingga ibu rumah tangga. Semua panggilan istimewa yang bikin bangga, tapi penuh suka-duka.
Kebanyakan perempuan menjadi 'miskin' karya, alias kurang produktif, kreativitas menurun drastis. Dia yang aslinya aktif dalam organisasi, kini berkompromi dengan kondisi. Bagi yang biasa ulang-alik bekerja, harus terbiasa serba bisa di rumah. Awalnya full-time worker, menjadi fifty-fifty, bahkan menjadi full-time mom. Itulah konsekuensi, tetap tersenyum manis, (meski kadang meringis) tapi gak pesimis. Perempuan selalu optimis.

Suami, anak dan keluarga tetap menjadi prioritas utama perempuan. Di sela-sela waktu luang yang tersisa, sebagian digunakan untuk dirinya. Idaman Me Time yang lama menjadi impian, diwujudkan di saat senggang. Arisan tetangga, menonton si layar kaca, cuci mata sembari belanja adalah beberapa pilihan nyata.

Sayangnya, semua hanya mengisi waktu  saja, menjalankan tugas semata, tanpa kebanggaan pada dirinya. Perempuan perlu merasa berharga. Perempuan rindu untuk dicinta. Perempuan ingin punya makna. Punya tempat bercerita. Wadah untuk berkarya. Perempuan bagai permata. Semakin dipoles, makin berkilau.

Tetap Utamakan Keluarga saat Belanja dan Berkarya

Ada 3 hal penting bagi saya sebagai perempuan. Keluarga, karya, dan kebanggaan diri. Prioritasnya bisa berubah-berubah, yang penting sesuai amal ibadah. Pencarian mencari wadah untuk ketiganya sekaligus, bukanlah mudah. Tempat kumpul keluarga, bertemu dengan kolega, bisa berkarya dengan bangga, juga sambil berbelanja. Kini, gak perlu ke negara tetangga.

Pusat perdagangan internasional, yang lebih familiar disebut Grand ITC Permata Hijau, salah satunya. Terletak di Selatan Jakarta, yang identik dengan pusat belanja kalangan atas. Tempat yang punya komitmen lebih jelas. Punya tempat berkelas di hati pelanggannya,khususnya perempuan. Salah satunya lewat adanya Festival Perempuan sejak 9 hingga 24 April 2016 nanti.

Belajar Batik Bersama

Batik adalah kebanggaan bangsa. "Budaya yang luar biasa ini, sarat dengan filosofi kehidupan yang dekat kepada Sang Pencipta", salah satu prinsip Sanggar Batik Bu Hartini. Khusus menyambut hari Kartini, kita bisa belajar batik di GITC PH lantai 1. Cukup dengan 25 ribu rupiah, hasilnya pun dapat dibawa pulang.Bahan dan peralatan batik, seperti kain mori, canting, malam, pewarna hingga kompor sudah disediakan. Datang saja, bisa langsung ikutan belajar. Pada acara puncak, 24 April akan ada lomba mewarnai batik. Anak-anak pun bisa ikutan.

Berkomunitas Quilting Sejuta Bunga

 

Seni quilting merupakan ketrampilan yang memerlukan banyak kesabaran. Belum banyak yang mengetahui cara merangkai kain perca ini. Itulah salah tujuan Maple Quilting Community, dibawah asuhan bu Yuke dan Martina sejak tahun 2000an. Bersama lebih dari 300-an anggotanya, komunitas ini telah mengikuti banyak festival. Seperti di Festival Perempuan, ada 'workshop membuat sejuta bunga'. Setiap peserta bisa bertanya, menambah pengetahuan, bahkan bergabung menjadi anggota. "Ingin berkembang dan berkarya dalam hobby (kegemaran) yang sama, yaitu quilting. Untuknya, kita harus tekun dan telaten". Jadi, hasilnya merupakan karya masing- masing yang nantinya digabungkan. Wah, pastinya akan menjadi patchwork yang menawan. Menurut bu Yuke, dari Mama Craft Art, satu produk ada yang memerlukan waktu 3 bulan. Woow, pantas saja harganya juga lumayan. Tapi jujur saja, karya handmade, buatan tangan asli, yang selalu antik dengan keunikannya. Saya jadi ingin mencobanya, semoga saya diberikan ketekunan hingga selesai. 

Berprestasi dengan Lomba Tari dan Busana

Berbagai macam cara untuk menggali potensi diri. Mengikuti berbagai lomba adalah salah satunya. Banyak ketrampilan yang dapat ditampilkan. Seperti dalam gerak dan seni tari, juga keserasian dalam berbusana. Sesuatu yang sedapatnya dimulai sejak dini. Prinsip yang ingin ditaburkan pada Festival ini. Lomba Tari Daerah dan Kreasi, anak-anak mewakili sekolahnya dengan lemah gemulai menari dengan busana tradisional. Ada juga lomba Busana Nusantara dan Profesi tanggal 24 April nanti. Jadi, si kecilku bisa diajak senang untuk ikutan.

Pusat Belanja Bersama Keluarga, tiap Anggota Bisa Senang

Family Time dan Me Time ternyata dapat dilakukan bersamaan. Di Grand ITC Permata Hijau, tiap anggota keluarga berbagi kesenangan. Belanja kebutuhan harian, IT, maupun pakaian tersedia di lantai dasar hingga lantai 4. Perawatan diri dan keluarga, hingga karaoke tersedia. Ingin mengembangkan passion berbisnis, dapat menyewa kios mulai harga 9 jutaan. Pusat belanja di bilangan Jakarta, bertetangga dengan sentra pendidikan, dilalui Trans Jakarta, dekat dengan stasiun KRL Kebayoran Lama. 

Ingin bertanya lebih jelas, tentang event, festival maupun pendaftaran? 
Jangan ragu menghubungi
Fandy 085711440888
Bu diah 081619132

5 komentar :

  1. Wah, saatnya wanita unjuk gigi nih.
    Menikah bukan penghalang untuk tetap produktif.

    BalasHapus
  2. wah asyinya , aku sih suka craft nih

    BalasHapus
  3. Jadi kepengen juga belajar batik dan quilt, sayang jauh dari rmh lokasinya :D

    BalasHapus
  4. suka banget sama kerajinan-kerajinan kayak gitu.. sayangnya kalo disuruh buat pasti berantakan.. liat aja deh

    BalasHapus
  5. Menjadi perempuan itu istimewa, banyak hal yg dapat kita lakukan

    BalasHapus