Senin, 01 Februari 2016

Tumbuh Kembang OPTIMAL, dengan Stimulasi Tepat Nutrisi Seimbang

Smart Parenting Health Talkshow
Lindungi Buah Hati dengan Nutrisi dan Stimulasi Tepat

f5 Sudirman, 30 Januari 2016

Optimalkan Tumbuh Kembang, dengan Stimulasi dan Nutrisi
Optimalkan Tumbuh Kembang, dengan Stimulasi dan Nutrisi

Penerus berkualitas ditentukan masa tumbuh kembang anak. Sebagai orang tua, tumbuh kembang buah hati is priceless...
Karir mungkin gagal
Bisnis pun bisa diulang
Tapi...
Mendidik ANAK harus berhasil
...tidak ada proses editing
Keberhasilan membimbing anak menjadi porto folio kita sebagai orang tua. Parenting is a long life-study, seperti siang ini. Kami menyimak kuliah 'dosen' dr.Nathanne Septhiandy, Sp.A di Brawijaya "University", Sudirman. Mengapa  saya bilang "kuliah"??? karena ilmunya serius, padahal sederhana, simple...we all can do these.

Usia batita adalah saat 'momen' penenentuan. Bila terjadi penyimpangan, sebaiknya terdeteksi sebelum usia 3 tahun. Jika terdeteksi dini, penyimpangan tumbuh kembang dapat segera diperbaiki dengan berbagai intervensi. Sebaliknya, keterlambatan deteksi mempersulit koreksi, penyimpangan makin sukar diperbaiki.

Kurun waktu masa 'anak' terbentang panjang. Sejak baru lahir, bayi hingga remaja, masih termasuk kategori anak (pediatrik). Setiap usia, memiliki karakter tumbuh kembang yang unik. Karena itu, jika ada masalah dengan buah hati, perhatikan kelompok usia anak kita.

Tumbuh kembang adalah ciri khas anak, yang membedakan dengan orang dewasa. Pertumbuhan maupun perkembangan meliputi dua proses yang berbeda. Pertumbuhan menyangkut peningkatan ukuran tubuh. Seperti penambahan tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala. Sementara perkembangan, berkaitan dengan peningkatan fungsi individu. Fungsi buah hati yang dimaksud antara lain sensorik, motorik, kognitif, komunikasi, emosi- sosial, dan kemandirian. Hasil tumbuh kembang ditentukan faktor internal, maupun eksternal. Faktor internal berupa genetik  atau keturunan, juga proses sejak kehamilan. Faktor eksternal yang berperan, seperti gizi, penyakit, aktifitas fisik, kualitas pengasuhan dan keluarga, teman juga sekolah.

Sebagai individu, anak kita tentunya mempunyai kebutuhan dasar. Kebutuhan fisis-biologis, meliputi nutrisi seimbang, imunisasi, kebersihan badan dan lingkungan, pengobatan, olah raga, dan bermain. Kebutuhan kasih sayang akan perlunya rasa aman dan nyaman, dilindungi, diperhatikan, diberi contoh, dibantu, didorong, dihargai, penuh kegembiraan, juga koreksi. Pola asuh yang demokratis amatlah ideal bagi tumbuh kembang anak. Kebutuhan stimulasi yang merangsang semua fungsi individu (anak).

Nutrisi Seimbang Stimulasi Tepat, Optimalkan Tumbuh Kembang
Nutrisi Seimbang Stimulasi Tepat, Optimalkan Tumbuh Kembang

Stimulasi Tepat, optimalkan kualitas otak

Pemberian stimulasi tepat akan merangsang semua fungsi dan kemampuan buah hati kita, berkembang OPTIMAL. Semua fungsi anak dirangsang dengan berbagai cara. Mulai dari rangsang suara, hingga bicara, musik, gerakan, perabaan, menyanyi, bermain, mecoret, menggambar, juga cara memecahkan masalah. Stimulasi diberikan setiap saat berinteraksi, bisa dengan orang tua maupun pengasuh.

Stimulasi tepat dapat diberikan sejak dini, bahkan ketika masih 6 bulan kandungan. Adanya stimulasi, akan merangsang hubungan antar sel saraf otak. Setiap ada rangsang, akan timbul hubungan. Makin sering rangsangan, makin intensif makin kuat hubungan antar sel saraf. Variasi stimulasi juga berpengaruh. Hubungan antar sel saraf semakin kompleks, dan meluas. Nantinya, semakin terhubung antara otak kiri dan kanan (kecerdasan majemuk). Kecerdasan buah hati makin luas dan tinggi. Jadi, harus rajin dan konsisten berikan stimulasi kepada anak kita.

Nutrisi Seimbang Stimulasi Tepat Tumbuh Kembang Otak Optimal
Nutrisi Seimbang Stimulasi Tepat Tumbuh Kembang Otak Optimal
Ternyata, nutrisi dan stimulasi sangat mempengaruhi perkembangan sel otak. Terlihat dari semakin semrawutnya garis-garis pada gambar. 

Kualitas Otak, tergantung : kualitas hubungan antar sel otak. Semakin banyak hubungan, semakin kompleks kemampuan otak. Stimulasi tepat dan Nutrisi seimbang sangat MENENTUKAN
Kemampuan belajar anak dipengaruhi kualitas otak.
Pahami tumbuh kembang, deteksi segera masalahnya

Peran orang tua sebagai ujung tombak masalah tumbuh kembang anak. Deteksi masalah pertumbuhan dengan :
  1. menimbang berat badan
  2. mengukur tinggi badan
  3. mengukur lingkar kepala
  4. memperbandingkan garis pertambahan ke-3nya pada grafik.
Bandingkan garis pertambahan pada grafik. Lihat letaknya terhadap garis merah, apakah berada di atas atau di bawah. Jika dibandingkan yang lalu, apakah mengalami kenaikan atau tidak, atau sebaliknya menurun. Garis yang terbaru, apakah masih dalam pita warna yang sama, atau berpindah ke pita warna dibawahnya.
Pertumbuhan yang baik, bila ke-3nya NAIK. Artinya, masih berada dalam pita yang sama, atau naik sedikit ke pita warna diatasnya. Ternyata, KPSP bisa kita isi sendiri. Nantikan tutorialnya di sini.

Cara Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
Cara Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak

Mengetahui perkembangan buah hati dengan menanyakan, melalui berbagai metode. Antara lain KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan), kuesioner MME, kuesioner CHAT, kuesioner Conners, Tes Daya Dengar, Tes Daya Lihat.

Tahapan Tumbuh Kembang Anak
Berbagai tahap Tumbuh Kembang Anak

Deteksi dini, memungkinkan intervensi dini. Mengetahui gangguan perkembangan yang terjadi, mengetahui cara intervensi, dan mengevaluasi hasilnya.


Nutrisi seimbang, dengan perbaikan masalah makan

Nutrisi seimbang sangat penting dalam tumbuh kembang anak, terutama batita. Bahkan sebagian interaksi alamiah dengan buah hati terjadi pada waktu makan. Sayangnya, 50-60% anak mengalami masalah makan.

Inappropriate feeding practice, masalah makan karena perilaku salah atau pemberian makan yang tidak sesuai usia. Kurangnya pemahaman orang tua menjadi salah penyebabnya. Sebaiknya kita memperbanyak pengetahuan tentang nutrisi yang tepat sesuai anak, bagaimana nutrisi seimbang (kualitas dan kuantitas makanan), menyiapkan dan menyajikan makanan higienis, juga menerapkan feeding rules sesuai usia.
Masalah makan karena perilaku, berarti aturan makan harus diperbaiki. Pemberian makan, secara kualitas dan kuantitas, harus sesuai usia. Perhatikan perbandingan makanan padat dan cair. Kelengkapan 4 kelompok utama ( karbohidrat, protein, sayur dan buah, susu) harus ada. Jadwal makan dan lingkungan makan yang netral sangat membantu. Prosedur dan cara pemberian divariasikan agar menarik, buah hati tidak bosan.

masalah makan
Pemberian Nutrisi Seimbang mengatasi Masalah makan


Small eaters, masalah makan anak dengan keluhan jumlah yang sedikit, tampak status gizi kurang, dan feeding rules belum benar. Masalah makan ini, biasanya terjadi pada balita yang aktif meskipun perkembangannya normal. Si buah hati lebih tertarik pada lingkungan daripada makanan. Padahal sesungguhnya anak ini termasuk sehat, tanpa penyakit apapun.
Saran dr. Nathanne,  terapkan feeding rules atau aturan makan. Tujuannya menciptakan "rasa" lapar , sehinga nafsu makan pun meningkat. Orang tua juga harus disiplin. Jangan tergoda menawarkan makanan, termasuk susu, di luar jadwal. Cara lain, dengan meningkatkan kepadatan energi dalam makanan. 

Food preference, pada balita yang gemar pilih-pilih makanan atau menolak makanan tertentu. Masalah makan ini termasuk picky eater dan selective eater.
Jika buah hati kita termasuk kelompok ini, sebaiknya perilakunya yang diubah. Batita mulai diperkenalkan makanan baru sejak dini. Perlunya Systematic introduction of new food, atau mengenalkan makanan baru secara bertahap dan sistematik. Nantinya, ketidaksukaan balita kita terhadap makanan tertentu dapat diatasi.

Masalah makan Nutrisi Tepat
Pengenalan makanan baru mengatasi masalah makan

Setelah menyimak informasi ini, saya menjadi lebih paham masalah makan anak. Memang yang terlihat serupa, padahal faktor penyebabnya berbeda. Jadi lebih sadar diri, kami yang suka memanjakan anak dengan jajanan berlebih, ternyata mungkin bukan itu masalahnya.
Masalah makan perlu diperhatikan, mengingat :
  • dapat mengganggu tumbuh kembang 
  • mudah terkena penyakit
  • terjadi gangguan kognitif (kecerdasan) dan tingkah laku
Banyak faktor penyebab terjadinya masalah makan. Setiap masalah perlu waktu, proses tata laksana terpadu yang melibatkan berbagai ahli. Tetapi, orang tua maupun pengasuh menjadi penentu keberhasilan.

Nutrisi seimbang, mengoptimalkan daya tahan tubuh buah kita
Dengan tagline "The Hospital with a HEART... with us your health is always in GOOD Hands" , BRAWIJAYA CLINIC siap menjadi partner tumbuh kembang buah hati kita. Layanannya meliputi:  klinik spesialis anak, klinik endokrin anak, klinik tumbuh kembang, klinik spesialis kulit hingga klinik spesialis gigi. Lokasinya pun strategis, selain fx Sudirman , juga ada di Thamrin, Kemang serta Buah Batu Bandung. Jika hendak bertanya , atau membuat janji konsultasi , bisa lewat sosial media juga BRAWIJAYA CLINIC. Bagi yang tertarik mengikuti lanjutan talkshow, tenang... acara ini akan rutin diadakan tiap akhir bulan di lokasi yang sama, hanya topiknya berbeda. Syaratnya, mudah saja, daftarnya pun bebas biaya alias free. Sampai bertemu ...



14 komentar :

  1. mba dirimu duduk dimana? seneng ya dapat ilmu gratis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas sebelahmu, deh. Berbunga-bunga dapat ilmu ini

      Hapus
  2. Keren mak. Lengkap sekali. Bisa jadi referensi ibu-ibu nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik, ajak-ajak temen arisan mampir #promosi ni

      Hapus
  3. Mantap Mbak paparannya lengkap, tinggal disusun seperti tulisan pengalaman Mbak mereportase (panduannya ada di grup FB BRid) .jadi kalau ini masih seperti bacaan Makalah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ...kayaknya aku lebih cocok jadi dosen ...kwkwkw

      Hapus
  4. Wah mak enak ini dpt ilmu langsung dr ahlinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. lain kali ikutan yuk #ngajak kamu, iya..kamu

      Hapus
  5. penting banget ni buat saya.. anak saya dua, yang pertama hampir lima tahun, yang kedua 15 bulan. terima kasih sharingnya ya Mak.. :)

    BalasHapus
  6. Asiikk nambah lagi ilmunya.. Makasih ya mba sharingnya :)

    BalasHapus
  7. Anakku trmasuk picky eater nih -_-. Coba deh, mau ngikutin saran di atas :) moga2 jd agak gampangan makannya...

    BalasHapus