Rabu, 10 Februari 2016

[Reportase] Kekinian dengan Berkomunitas

6 Tips Anti-Minder Bergaul dalam Komunitas Super


Ciri khas kepribadian manusia beraneka rupa. Ada yang supel bergaul, berkomunikasi sangatlah mudah baginya. Bagi yang lain, sulit memulai, tetapi setelah kenal luwes seperti penari. Ada juga yang harus berjuang keras melawan minder untuk bisa diterima dalam suatu komunitas.
Malam itu, di sebuah tempat kumpul-kumpul si Selatan Jakarta, seorang anak supir angkot membagikan tips Anti-Minder ajaibnya. Begitu ajaib (baca : a***it) hingga dunia mengenalnya sebagai penulis “9 Summers 10 Autumns”. Terlahir di Malang, pria ini melanglang buana hingga kotanya para pialang (New York). Kepada komunitas Kopi Darat Citizen6 , mas Iwan Setiawan berbagi kisahnya :

Kopi Darat Citizen6
Tema Kopi Darat Citizen6 , 5 Februari 2016


1. ⅀ Impian ≈ ⅀ Praktek
Persamaan di atas jelas bukan kode matematika. Juga bukan sandi rahasia. Maksudnya, impian harus segera dipraktekkan. Kita boleh banyak-banyak bermimpi, bahkan HARUS sering bermimpi. Tapi segera dan berani mewujudkannya. Banyak mimpi, tanpa aksi, artinya omong doang. "Ide cemerlang pun akan membeku, menguap, jika tidak segera diwujudkan", semangat alumni ITB ini.

2. Temukan, tambahkan motivasi
Temukan energi dalam diri. Saya sebut energi sendiri, karena selama masih dalam “kepompong” perasaan malu, kita tidak bisa mengharapkan pertolongan dari luar. Pertolongan akan datang jika kita sudah membuka diri. Jadi perlu punya kekuatan sendiri, energi sendiri alias motivasi diri. Menurut mas Iwan Setiawan, @Iwan9S10A , motivasi diri adalah modal utama, bahkan yang terbaik.

Kopi Darat Citizen6
"Semangat mencoba duluan , ....jangan merasa gagal duluan"


Setelah punya motivasi dari dalam, tambahkan pendukung dari luar. Pendukung terdekat, tentunya berasal dari dalam keluarga. Motivasi dari orang tua, biasanya Ibunda, cetar dampaknya. Seperti pesan Ibundanya, "Coba dahulu, yang penting usaha", kata-kata mutiara yang menjadi cambuk hingga kini.

3. Informasi, inspirasi, inovasi
Tiru semangat mas Iwan dalam mengejar impian. Mulai dari Malang, Bandung sampai kota para pialang, beliau mencari inspirasi. Dengan background statistik, hobby teater, komunitas yoga hingga novel best seller. Kuncinya, kita harus unik, punya ciri khas berbeda. Karya yang tetap identik kita, meski tanpa keberadaan (nama) kita disitu.

Kopi Darat Citizen6
No Pain, No Gain...kesimpulannya


4. Zero tolerance to failure
Siap dengan motivasi luar -dalam, segera lanjutkan dengan prosesnya. "Life is full of (painful) process", eits...quote yang membuat hati terdampar. Perjuangan (pahit) membuat hidup lebih indah. Dari proses coba-salah- gagal-bangkit -coba lagi , dari situlah ilmunya. Belajar dari kegagalan, tidak ada yang langsung berhasil. Manusia tidaklah sempurna. Jangan malu kalau salah. Jangan takut gagal. Jangan segan untuk mencoba lagi. Jangan bosan untuk bangkit. Wajib tahu yang pahit, sebelum bisa membedakan yang manis. Perlu proses pahit, sebelum menikmati hasil nan manis. Intinya, pesan pembicara "Kopi Darat" kali ini, buang tuh jauh-jauh perasaan minder. Untuk sukses, kita harus punya jiwa anti-minder.
Bagi mas Iwan, yang terpenting adalah percaya diri. Jangan galau dengan omongan orang lain. Kekurangan bisa menjadi keunikan. Keterbatasan bukanlah halangan. Banggalah dengan keringat sendiri.
Never Judge Someone
until you have walked a mile
in their shoes

5. Enrich Life
Berikutnya, berbekal mimpi-mimpi tersebut, banyak-banyaklah mencari tahu. Puaskan segala keingintahuan, salah satunya dengan membaca buku 9S10A (promosi 'dikit...bolehlah). Segala pengetahuan niscaya selalu memperkaya jiwa, dan selanjutnya memperkaya pengalaman, (hingga ujung-ujungnya tabungan  #harapan ).

6. Networking
Terakhir, yang tidak kalah penting adalah pengaruh dari luar. Kita tidak bisa meraih kesuksesan, tanpa mengetahui apakah itu kesuksesan. Kita tidak pernah paham caranya, jika tidak bergaul dalam lingkungan orang-orang sukses. Pengaruh dari luar dengan menjalin networking, penting demi mengubah pola pikir. Pelajari, tiru dan modifikasi pengalaman orang lain.

Anti-Minder  vs Komunitas Kekinian

Dalam mempraktekkan 6 tips tersebut, bagaimana bisa bertahan anti-minder dalam komunitas masa kini? Maklum sekali kesulitan yang dihadapi. Ragu dan malu bercampur jadi satu. Tapi kecanggungan, janganlah menjadi halangan. Jadikanlah tantangan. Ibarat pertandingan yang harus kita coba. Bukan masalah  kalah atau menang, apalagi soal gagal atau gemilang. Tapi manfaatkan tantangan, jadikan peluang. Peluang yang banyak ditemukan lewat komunitas.
Komunitas kekinian tentunya bukan yang jor-joran. Perlu yang ada privacy, tapi bisa unjuk gigi. Kita 'gak perlu menjadi banci tampil, tapi juga tidak terkucil. Untungnya, kini banyak media digital. Banyak komunitas dunia maya, mulai dari yang lokal hingga internasional. Rasanya ini komunitas ideal dan tepat untuknya. Salah satunya komunitas Citizen6.

Kopi darat Citizen6
Sebagian Komunitas Kekinian Kopi Darat Citizen6
 

Belajar Gaul di Komunitas Citizen6

Sebagai media online nomor 2 dengan pengunjung terbanyak, Citizen6, cocok menjadi wadah belajar gaul.
Tepatnya bergaul digital, secara online melalui komunitas yang selalu kekinian. Setiap saat, anggotanya bisa update berita maupun ide. Seperti pesan narasumber Kopi Darat di Brewerkz Cafe, Jumat (5/02-2016) yang lalu.
Segera update ide yang muncul.Praktekkan dengan menulis. Wujudkan dalam tulisan. Tampilkan kreativitas lewat Komunitas Citizen6. "Gak perlu jaim, just be yourself", lanjut anak tukang angkot yang sudah keliling New York ini. Tunjukkan ciri khas diri. Unjuk gigi dengan perbedaan yang unik. Tulisan powerful nan identik dirimu, tetap dikenal tanpa harus hadir disitu. Jika ada yang protes, karena kita lain dari yang lain, itu biasa. Jangan hiraukan omongan orang, beda itu istimewa.

Kekinian berkomunitas adalah ajang komunikasi antar manusia dengan kegemaran maupun tujuan yang sama. Ada yang belum berhasil, ada yang duluan sukses. Bagi yang belum berhasil, berusaha belajar dan memodifikasi yang lebih dahulu sukses. Sedangkan yang lebih dahulu sukses, meneliti mengapa yang lain belum berhasil, alias masih gagal, demi mempertahankan kesuksesannya. Begitulah pentingnya pengaruh komunitas. Mengubah perilaku, menjalin networking tanpa kaku.
Pentingnya "sharing is caring", berbagi tidak akan rugi. Berbagi memperat komunikasi. Berbagi menjalin networking. Berbagi menambah percaya diri. Apalagi dalam komunitas kekinian,- ilmu, informasi, inspirasi juga teman-,  selalu berbagi senantiasa update mengikuti perkembangan.

Begitu banyak oleh-oleh dari mas Iwan @iwan9S10A dan mas Awang, @g4w4ng ,yang saya bawa pulang malam itu. Maklum masih dalam suasana Imlek ( #abaikanyangini). Maksudnya, oleh-oleh manfaat berkomunitas. Ternyata, bisa mengobati rasa minder. Jiwa terasa lebih muda, karena lebih interaktif, dengan pengetahuan terbaru yang kekinian.Pesan pamungkas kakang mas berdua, "Janganlah takut bermimpi. Jika ada ide , coba dahulu, usaha terus-menerus. Ambil nilai postifnya, serta pertahankan networking". Jangan kapok ikut Kopi Darat berikutnya. Sampai bertemu bulan depan.





Terima kasih ilmunya, mas @iwan9S10A & @g4w4ng

13 komentar :

  1. Saya dah baca bukunya, inspiratif. Saya sampe terharu melihat perjuangan iwan kecil yg harus berbagi tempat tinggal yg sempit dg saudara2 nya. Kondisi serba terbatas namun berani berjuang meraih mimpi.
    Saya juga minderan, saya ikut belajar dari buku 9S10A
    Makasih sharingnya Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, keterbatasan menjadi motivasi yang membebaskan semangat

      Hapus
  2. komunitas yang mendidik dan bermanfaat akan bagus buat pengembangan diri sendiri.. Trims sudah berbagi :)

    BalasHapus
  3. Koreksi sedikit... Mas Iwan ini lulusan IPB deh kalo nggak salah, bukan ITB :)
    Perjuangannya memang layak dikasih jempol banyak-banyak. Huibaaattt.
    Makasih sharingnya ya, mbak. Keep caring & keep sharing :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita tunggu narsumnya, mungkin dia mampir me sini. Salam sharing n caring

      Hapus
  4. ini tips saya banget, yang suka minder berada di komunitas besar

    BalasHapus
  5. cara gabung di komunitasnya gimana?

    BalasHapus
  6. Keren nih mas iwan. semangatnya perlu diacungi jempol. ayo mbk, kita juga hrus smangat :))

    BalasHapus
  7. poin kedua makjleb banget. "Coba dahulu, yang penting usaha" :D

    mampir juga kak www.nistianurfasiah.blogspot.com

    BalasHapus