Jumat, 11 Desember 2015

Mite Catcher, Bebas Tungau, Bebas Alergen

MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI


Adakah yang sering bersin di pagi hari? Bersin beruntun sesaat setelah terbangun? Bahkan berkelanjutan hingga menggangu aktivitas berikutnya. Derita ini mungkin menjadi derita sebagai besar orang Indonesia, apalagi yang hidup di kota besar. Apa penyebab bersin beruntun ini?

Penyebab utama alergi adalah alergen tungau debu rumah. Hewan mungil ini serupa kutu. Dermatophagoides pteronyssinus, nama keren si mungil dalam bahasa Latin. Inilah dia biang keladi gatal, the King of Allergen, sumber malapetaka pencetus alergi, bom waktu penyebab asma...dan ini dapat terjadi pada kita, orang-orang yang kita sayangi, bahkan yang serumah dengan kita. Mengapa?

 Si mungil yang tidak kasat mata, sangatlah tidak terlihat dengan mata telanjang. Ukurannya super mini, 0,1 samapi 0,3 mm, jadi hanya mungkin terlihat dengan alat bantu penglihatan, seperti mikroskop. Parahnya, tempat favorit alias home sweet home si mungil ini adalah rumah kita juga. Ya, saat ini tanpa disadari mereka telah menumpang serumah dengan kita. Bahkan berkeluarga dan berbiak di tempat-tempat hangat dan lembab, sekitar suhu 250C. Sudut-sudut rumah yang tersembunyi dan berdebu menjadi tempat hang-out-nya. Jika ada serpihan sel kulit mati di situlah mereka berpesta. Seorang manusia membuang serpihan kulit mati sekitar 1,5 gram per hari. Jumlah yang cukup untuk pesta sejuta tungau debu rumah. Apalagi pada kelembaban tinggi, mereka bisa menyerap air hingga 50%. Lingkungan ini memudahkan mereka beranak-pinak. Jangan heran, kalau bertemu mereka di kasur, bantal, pakaian, karpet, sofa, dan bahkan mainan kain, seperti boneka.

Sesungguhnya, kotoran (protein) tungau debu rumah yang menjadi penyebab (alergen) reaksi alergi.  Hasil kotoran tungau mungil yang terkumpul di "rumah kita" dapat terhirup maupun tersentuh. Protein yang dikandungnya dapat memicu proses berantai alergi. Tubuh manusia mengaktifkan sistem imun, menghasilkan antibodi. Zat-zat histamin penyebab radang dilepaskan dalam tubuh. Gejala yang dirasakan, seperti, bengkak saluran pernafasan mulai dari hidung hingga ke paru-paru. Pilek, bersin-bersin, gatal (bentol,biduram, gidu) sering terjadi, terutama pada masa kanak-kanak. Tidak jarang berlanjut kepada kesulitan bernafas, sesak yang teramat berat,dan serangan asma. Bayangkan, jika terjadi berulang-ulang, pada kita atau orang tercinta. Apa yang dapat kita lakukan?



Obat-obatan dapat mengurangi dan meredakan serangan alergi. Perhatian, perhatian...hanya mengurangi dan meredakan, BUKAN mengobati. Bermacam-macam obat-obatan, baik obat tetes, spray hingga uap (inhalasi/nebulizer) ternyata hanya meredakan. Dan, bukan obat yang dapat mencegah atau menghilangkan alergi.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Prinsip ini diterapkan pada pencegahan alergi. Hindari, jauhkan, singkirkan, bahlan lenyapkan penyebab alergi tersebut. Nah, musuh dalam selimut, kasur, dan bantal kita ini yang harus kita oerangi. Sangat dianjurkan avoidance agar tidak bersentuhan atau terhiruo tungau debu rumah. Beberapa sumber, bahkan menyebutkan, prinsip "menghindarkan" ini sangat menentukan hasil akhir pengobatan. Bahkan, penderita alergi yang sukses berobat tetapi malas "menghindar' kerap kali terserang ulang. Dan gejala serangan alergi yang dialami, biasanya lebih berat.

Home Sweet Home
Jagalah kebersihan rumah, seperti engkau menjaga dirimu sendiri. Tentunya sangat penting, mengingat tungau menyukai lingkungan yang yang hangat, gelap dan lembab. Menurut salah Doktor alergi-imunologi di RSCM, membersihkan dengan vacuum cleaner adalah langkah paling efektif.
Bersih tidak sama dengan higienis. Istilah higienis biasanya menggunakan obat, hanya untuk fasilitas kesehatan. Cukup dengan menjaga kebersihan, kita dapat mengurangi "tamu dalam selimut' di rumah kita.
Utamakan kamar tidur, karena tungau paling menyenangi ruangan ini.
Hindari penggunaan karpet maupun sofa di kamar tidur.
 Kurangi jumlah lukisan, foto dan perabotan yang dapat menumpuk debu
Rutin membersihkan lantai dan pajangan dengan lap basah satu minggu sekali
Letakkan buku pada rak khusus buku, tetapi tidak di dalam kamar. .
Bersihkan lantai dengan mengepel langsung dengan menggunakan pel basah, bukan dengan sapu.
Pengepelan bisa dilakukan berulang kali.
Tidak memakai kipas angin sebelum ruangan dibersihkan.

Mengganti sprei dan kasur
Rutin mengganti sprei, selimut dan perlengkapan tidur maupun bedcover, setidaknya seminggu sekali.
Perhatikan cara membersihkannya, yakni dengan air panas setiap minggu.Cara konvensional menjemur atau memukul-mukul di bawah sinar matahari kurang efektif. Suhu sinar matahari tidak cukup membunuh kuman, hanya pingsan sementara. Jadi, jika tungau telah siuman, mereka akan kembali berpesta di rumah kita. Suhu yang dibutuhkan untuk membunuh tungau adalah 400C, yang tidak dapat tercapai hanya dengan sinar matahari.

Pilih bahan poliester
Sebaiknya tidak memilih kapuk atau bulu sebagai bahan kasur atau bantal. Kapuk merupakan lingkungan nyaman bagi tungau. Lagipula kapuk dapat mencetuskan alergi.



Cukup ventilasi dan sinar matahari.
Rumah sehat sebaiknya mempunyai bukaan / jendela untuk ventilasi sehingga tetap segar. Kurang ventilasi menyebabkan tungau debu rumah berbiak dan menumpuk. Udara lembab menyebabkan tungau juga jamur mudah cepat bertelur dan bertambah banyak. Optimalkan sinar matahari masuk ke setiap ruangan.

Gunakan vacuum cleaner
Vacuum cleaner sudah menjadi rekomendasi para ahli imunologi dan alergi untuk menghilangkan tungau dan debu penyebab alergi. 
Secara teratur, membersihkan rumah dengan vacuum cleaner.
Sebaiknya gunakan yang memiliki daya sedot besar. Makin kuat daya sedot, makin optimal hasilnya.
Rajin-rajinlah membersihkan vacuum cleaner, jangan sampai ada debu yang menumpuk.
Sebaiknya bersihkan debu dalam penampung dekat dengan tempat sampah. Bersihkan juga filter secara berkala. Jauhkan dari kasur sehingga debu tidak kembali.
Pilih vacuum cleaner yang dapat menjangkau sudut -sudut sulit di pojok rumah

Mite Catcher EC-HX100, vacuum cleaner generasi bebas alergi

 
 Melihat inovasi terbaru dari SHARP ini, seperti Goliath dalam ukuran mini. Dengan berat hanya 2400gram (bayangkan bayi baru lahir saja sekitar 3000gram)...ringan yah...Begitu mininya hingga bisa dimasukkan ke dalam tas. Tetapi ternyata efeknya seperti raksasa Goliath. Dengan daya sedot dan penyembur panasnya dengan suhu 400C, dapat mencabut cakar-cakar tungkau yang mencengkeram kasur kita. Vacuum cleaner biasa belum tentu bisa.
Cara pemasangan filter birunya pun mudah dilakukan, termasuk oleh Mommy-mommy seperti saya sekalipun. Istilah kekiniannya, user friendly, bahkan juga untuk yang punya asisten rumah tangga yang (belum) kekinian.
Mite catcher ini dapat dilepas-pasang-susun seperti lego. Tentunya, semakin mempermudah kita untuk membersihkan. Dengan merendam dengan cairan pembersih, kalau perlu disikat,lalu guyur dengan air hangat. Nah, filter kembali siap digunakan. Kapan tanda filter harus dibersihkan? Jika telah berubah warna, atau debu sudah meluber, supaya tidak terlupa boleh 2 minggu sekali. Bentuk filter Power Brush memudahkan pembersihan, hanya dengan menggeser kisi-kisi biru dalam filter.

Adanya gerak rotasi sentrifugal dengan kecepatan tinggi. Efeknya semua tungau yang masuk ke dalam Wide Suction Port, tewas seketika.
Blue filter, mudah dibersihkan, dan diganti

Mite Catcher EC-HX100

Vacuum Cleaner yang user friendly


Tentunya disertai teknologi Plasma Cluster untuk membunuh bau-bau kurang sedap, hasil kotoran sang tungau. Akumulasi ion plasmacluster terkumpulnya ion positif H+ dan ion negatif O2-. Akhirnya terbentuk oksidator kuat yang melumpuhkan ikatan hidrogen pada selaput luar jamur, virus , maupun bakteri.Semua itu hanya memerlukan daya antara 360-720 watt. Jangan takut terbakar atau korslet, karena telah disertai sistem overheatin. Harganya pun sesuai dan kompetitif. Plus ada support garansi penuh dari SHARP selama 1 tahun.
 Untuk efek optimal, sebaiknya kasur dibersihkan minimal seminggu sekali. Jangan lupa dibolak-balik sehingga setiap sisi terkena.
Jika hendak berkenalan lebih intens dengan  SHARP "Mite Catcher" silahkan dibaca di sini.

Harga yang kompetitif, demi mengusir musuh (tungau) dalam selimut

Selamat, sukses bebaskan "King of Allergen" ini dari rumah kita.
Terima kasih SHARP untuk segala inovasinya.

Website SHARP Indonesia : www.SHARP-Indnesia.com
Fan Page : SHARP Electronics Indonesia
twitter : @sharpindonesia






Tidak ada komentar :

Posting Komentar