Senin, 06 Juli 2015

Bebas Liburan bersama Garda Oto,Gaya Hidup Masa Kini


Bebas Liburan bersama Garda Oto,Gaya Hidup Masa Kini


Perkenalan Garda Mobile Otocare, merupakan rangkaian dari Garda Oto Holiday Freestival di Munchies Bistro,Kota Kasablanka. Aplikasi Garda Mobile Otocare telah launching sejak 3 Juni 2015 lalu, tepatnya di Equinox, Plaza Senayan. Dengan mengusung konsep Peace of Mind in Your Pocket, terdapat banyak fitur bermanfaat di dalamnya, antara lain: Reminder, Fuel and service report, Near me, juga Garda oto claim.
Jika bertransaksi di outlet Hero maupun Shell, kita bisa mendapatkan nomor GOXC Garda Oto. Dengan menukarkan via SMS 08118500122, layanan Garda Oto Roadside Assistant siap membantu kita. Di sini, kita juga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan.
Seperti pemeriksaan gula darah puasa (normal: 80-100), asam urat (wanita <5 pria <7),  kolesterol ( <100), dan tes kepadatan tulang. Selain itu, juga ada pengumuman pemenang Garda Oto Blog Competition ,Sharing Tips Mudik Aman dan Nyaman


Jaga Kesehatan saat Puasa, Mudik pun Aman dan Nyaman

Selama bulan Ramadan, menjaga kesehatan menjadi sebuah tantangan. Padahal, liburan dan mudik sudah siap menjelang. Bagaimana supaya kita semua bisa menjadi pemenang? Yuk, disimak beberapa masukan dari Garda Medika. Dokter Doddy Permadi, sebagai perwakilan asuransi kesehatan Astra ini, berbagi tips gaya hidup sehat.
Hakikat Puasa dan Detoksifikasi
Pada intinya, puasa justru memompa semangat agar produktivitas meningkat. Cara mensiasati supaya tidak “lemas” terkalahkan, dengan mengatur makanan kita. Berpuasalah dengan benar, jagalah pola makan. Dengan demikian, proses detoksifikasi (pengeluaran racun) berjalan lebih efektif. Penyakit yang terjadi karena penumpukan racun, -seperti maag, asma, kanker, darah tinggi,kolesterol-, pun menjauh.
Pembuangan racun yang efektif lewat puasa. Setidaknya dilakukan 30-40 hari sekali setiap tahun. Terkadang ada yang mengalami sakit kepala, sinusitis, asma, mual, kembung, sering masuk angin, keringat berbau, jerawat dan keputihan, bisa karena penumpukan racun tersebut. Akibatnya Ramadan  terasa berat, lemas, dehidrasi pusing, bahkan ada yang pingsan “ambruk” hingga jatuh sakit.
Jurus Bugar Segar
  1. Cukup minum , sebagi pengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa. Minum 8-10 gelas per hari atau 2 hingga 2,5 liter, asupan yang ideal untuk tubuh. Ingat aturan 2-4-2, 2 gelas air saat berbuka - 4 gelas air pada malam hari- 2 gelas air saat sahur. Hal ini penting, untuk proses pelarutan dan pengeluaran racun via air seni. Jika yang berpenyakit gagal ginjal, jumlah cairan yang masuk perlu disesuaikan.
  2. Cukup makan, terutama saat sahur. Bukan sebanyak-banyaknya, ini keliru! Jika terlalu banyak membuat lemas, tetapi terlalu sedikit membuat kita kekurangan tenaga. Sahur ini penting, sebagai pengganti sarapan, menyediakan tenaga untuk aktivitas.Pilih menu yang bergizi lengkap dan bervariasi.
  3. Saat berbuka, janganlah kalap! Awali dengan minuman yang manis dan hangat, serta protein nabati juga buah-buahan. Dengan minum hangat, beradaptasi dengan suhu tubuh, jadi tidak kaget! Ternyata, gula dari kurma pun baik, karena diserap perlahan. Kemudian istirahat saat magrib, agar asam lambung tidak mendadak. Setelahnya, bolehlah kita makan berat.
  4. Food combining boleh dilakukan, seperti sahur dengan nasi merah, berbuka dengan kurma;
  5. Hindari makanan yang terlalu pedas dan asam.
  6. Minum kopi secukupnya, jangan berlebihan. Karena kopi, menyebabkan cairan tubuh cepat diserap dan cepat juga keluar.
  7. Perbanyak makanan yang berserat, seperti sayur dan buah. Serat dalam buah, diserap perlahan, menjadikan efek “kenyang” terasa lebih lama.
  8. Hindari karbohidrat sederhana, yang mengandung kadar gula tinggi. Kenaikan kadar gula yang mendadak, dapat menyebabkan lemas, berpotensi diabet juga lho! Kurangi karbohidrat pada malam hari. Pilih yang indeks glikemik rendah, seperti nasi merah dan gandum, juga kacang-kacangan.
  9. Hindari gorengan, karena lemak tidak diserap sempurna. Jika menumpuk, malah menimbulkan penyakit.
  10. Suplemen multivitamin, hanya jika diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi, tidak dianjurkan untuk konsumsi rutin. Mengingat segala sesuatu yang belebih, akan membahayakan, bisa mengendap di ginjal.
  11. Olah raga tetap dilakukan, cukup yang ringan. Seperti jalan kaki, sepeda, atau jogging selama 30 menit. Waktu yang ideal adalah 2 jam sebelum berbuka.
  12. Lakukan aktivitas dengan pola dan porsi yang normal.
  13. Hindari tidur setelah sahur.
  14. Istirahat selama 1 jam di siang hari, demi menyeimbangkan cairan  tubuh (keringat) yang hilang.
  15. Hindari sinar matahari langsung. Pilih pakaian berwarna cerah, hindari warna gelap;
  16. Tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Jurus Mudik Aman dan Nyaman
  • Sebelum berangkat, sudah melakukan cek kesehatan;
  • Usahakan sudah tidur nyenyak selama minimal 6 jam. Ini tidak tergantikan oleh kopi;
  • Makan dahulu, jangan mudik dalam keadaan lapar;
  • Sebelum mengemudi, lakukan peregangan. Stretching selama 10 menit, memperlancar sirlukasi darah ke otak, sehingga mencegah kantuk;
  • Tangani dahulu penyakit ringan, selalu sediakan P3K, obat demam, flu, mual-muntah, maag, anti alergi juga obat rutin;
  • Pakaian yang nyaman, sehingga aliran darah lancar. Hindari pakaian ketat, bisa menyebabkan kantuk
  • Setiap interval 4 jam, usahakan istirahat dan stretching. Jangan memaksakan diri,jika lelah dan mengantuk. Manfaat rest area dan posko mudik;
  • Manfaatkkan posko mudik jika perlu pertolongan medis;
  • Bawa persediaan minuman yang cukup. Cairan isonik merupakan pilihan yang baik, jangan sampai kekurangan cairan. Dehidrasi menyebabkan organ tubuh kita berhenti bekerja mendadak. Hati-hati dengan minuman yang mengandung Taurin, karena bisa memperberat kerja ginjal;

Keamanan Berkendara, Gaya Mudik Asyik dan Aman

Ternyata angka kecelakaan mudik termasuk besar. Pada tahun 2014, terdapat 1.832 kejadian, 352 diantaranya meninggal dunia...banyak juga. Bagaimana menghindari dan menurunkan resiko kecelakaan mudik? Nah, saatnya Bapak Marcel Kurniawan dari The Real Driving Center, membagikan ilmunya.
Menurut data Defensive Driving Coaching Clinic, lebih dari separuh kecelakaan (55%) disebabkan faktor pengemudi. Termasuk sikap mental, fisik, dan pengetahuan berkendara menjadi pemicunya.
Berkemudi saat puasa meningkatkan faktor resiko. Pengemudi mudah lelah dan mengantuk, terjadi jetlag, karena perubahan jam tidur. Puasa memperlambat waktu reaksi seseorang. Persepsi spasial memburuk. Secara psikologis, kesabaran seseorang pun berkurang hingga titik terlemah. Menjelang berbuka, pengemudi lebih agresif, ingin segera tiba di rumah, cenderung kurang berhati-hati.
Untuk persiapan mudik,diperlukan sikap, mental, fisik, pengetahuan, disiplin dan ketrampilan yang memadai juga prima demi mengurangi resiko kecelakaan selama mudik. Standar pencegahan kecelakaan ideal, wajib memenuhi syarat OKE (Observasi,Kenali & Eksekusi):
  • Observasi dimaksudkan supaya kita bisa melihat, memperhatikan, mengamati, merasakan, mencium dan mendengarkan.
  • Kenali dimaksudkan supaya kita bisa membaca tingkat resiko yang mungkin terjadi dan mengenal cara antisipasi yang paling aman.
  • Eksekusi , memutuskan yang harus dilakukan, secara cermat pada waktu yang tepat.
Sebelum melakukan perjalanan, semua faktor berikut ini juga harus OKE:
1. OKE Fisik & Psikis
Kesehatan fisik dan psikis sangat penting dalam berkendara, karena jika tidak OKE maka bisa berdampak pada penurunan konsentrasi karena kelahan saat berkendara. Untuk itu, tidur yang cukup sebelum melakukan perjalanan sangat penting. Ketika tidak tidur selama 24jam bisa beresiko kecelakaan seperti pengemudi berkadar alkohol dalam darahnya sebesar 0.1%, jadi persis seperti orang mabuk. Kenyataan yang semakin parah, apabila ia harus mengemudi. Istirahat dan peregangan diperlukan, terlebih untuk jarak jauh. Pastikan fisik dan psikis benar-benar fit for drive, harus OKE.
2. OKE Kendaraan
Faktor kendaraan harus diperhitungkan. Pastikan kendaraan kita memang layak jalan. Lakukan pemeriksaan ke bengkel resmi, memastikan OKE untuk mesin, transmisi, piranti rem, kelistrikan, kaki-kaki, wiper, spion,roda juga ban.
Juga perlu diperiksa,bagian BBM jangan ada kebocoran, ketinggian air radiator, air accu & air wiper. Selain itu, semua lampu dipastikan bisa menyala dengan baik, dan juga oli mesin, minyak rem, minyak power stering serta oli transmisi. Tekanan angin dan kembangan ban serta komponen karet uga diperiksa.
3. OKE Dijalan
Caranya dengan menjaga jarak aman saat berkendara, terutama saat macet. Dengan mengetahui jarak aman, kita dapat menghindari tabrakan maupun terjebak saat mogok. Ukur jarak aman ini dengan patokan melihat spion. Bila tinggi kita 170cm, pastikan kita melihat ban belakang mobil di depan; atau jika hanya 160-169cm, dengan melihat bumper belakang mobil di depan kita. Tips agar tidak diserobot, perhatikan 2 mobil didepan kita, jika dia bergerak maka kita siap-siap bergerak juga.
Sebagai pengemudi kita harus waspada :
  • Saat mudik keluar kota, terutama bagi penduduk kota besar,  kita harus berhati-hati karena sekitar 75% yang terjadi adalah tabrakan tunggal, tabrakan frontal, dan tabrakan di persimpangan. Kemungkinan kita kurang menguasai medan jalan diluar kota. Seringkali tampak sepi, hingga terpancing untuk mengebut. Padahal jika terjadi tabrakan frontal, peluang untuk hidup hanya 45%.  Resiko cedera tabrakan meningkat drastis pada kecepatan 65 km per jam. Mulai kecepatan 60 km per jam, setiap peningkatan 5km per jam resiko cedera tabrakan berlipat ganda. Pada kecepatan 60 km per jam resiko cedera sangat tinggi, karena kendaraan tidak dapat memberikan perlindungan kepada pengendara maupun penumpang, saat tabrakan frontal. Semakin cepat kita bergerak, semakin jauh jarak untuk berhenti (rem). Rekomendasi, kurangi kecepatan hingga sekitar 60km per jam. Jaga jarak aman 3 detik untuk tiap kecepatan. Jika memungkinkan, sebaiknya mudik dengan kendaraan umum, yang tidak menguras tenaga.
  • Pengaruh cuaca yang rawan,  hingga 60% korban jiwa kecelakaan akibat hujan. Saat hujan, jarak berhenti sebaiknya ditambah 50% dengan kecepatan maksimal 60 km/jam di jalanan basah (Efek Hydro Blam, saat hujan, kemampuan berhenti berkurang 50%, akibat pengaruh hujan pada interaksi ban- jalan). Jika terciprat  air, terjadi lapang pandang hilang 3 detik. Tips: jika hujan, ikuti marka jalan lewat ujung kaca, lihat sudut pandang sebelah kanan yang tidak terkena wiper.
  • Antisipasi kabut yang dapat mengurangi jarak pandang hingga 400 meter atau kurang. Sebaiknya, nyalakan lampu kabut, jangan lampu halogen yang tidak tembus kabut. Penambahan lampu sebaiknya di bawah, pilih sesuai jarak pijarnya.
  • Resiko berkendara di malam hari,  berkendara di malam hari memiliki resiko 4 kali lipat dibandingkan pada siang hari. Jangan berkecepatan tinggi (70 km per jam) pada malam hari. Semakin bertambah umur, semakin banyak cahaya yang dibutuhkan, terlebih pada malam hari. Kecepatan tinggi pada malam hari, dapat menyebabkan jarak henti lebih jauh daripada jarak pijar lampu.
Intinya, terus-menerus perhatikan mobil kita supaya tetap handal. Lihat- Rasakan-Dengar dan Cium.
Lihat tiap indikator meter, bagian-bagian kendaraan hingga keamanan kargo;
Rasakan perubahan respon kendaraan terhadap jalanan;
Dengarkan suara yang tidak biasa;
Cium bau yang tidak biasa penanda indikasi kerusakan.
Pastikan inspeksi dalam perjalanan selalu dilakukan.

Taat dan Patuh Aturan, Mudik Aman
Berdasarkan pengalaman, patuh aturan-  sangat mudah diucapkan, sulit banget dilakukan. Kenyataannya  bagi pengendara motor, banyak yang bermuatan lebih, lebih minim lagi yang memakai helm. Sehingga kendaraan roda dua, menjadi yang paling tidak aman untuk mudik. Kendaraan roda dua bukan angkutan barang. Jika tersenggol sedikit, dapat berakibat parah. Jadi, tidak untuk mudik jarak jauh.
Pesan Briptu Endah saat mudik, secara fisik harus siap, sehat,  dan tidak kelelahan. Jika mengantuk, harus istirahat, jangan memaksakan kehendak. Selalu ada pengemudi pengganti. Sebaiknya memperhatikan kendaraan harus benar-benar layak jalan, surat-surat berkendara lengkap, selalu gunakan atribut dengan baik dan benar, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Lampu kendaraan harus dinyalakan, sehingga dapat dideteksi lebih dini oleh kendaraan lain. Manfaatkan posko mudik yang ada untuk beristrahat atau memeriksakan kesehatan.
Sabar dan selalu terkendali saat mudik, ini yang terpenting. Ketidaksabaran sering menjadi penyebab kecelakaan, terutama di persimpangan. Banyak yang melanggar lampu lalu lintas, berujung dengan kematian. Sebaiknya 20 meter dari hijau menuju kuning, kita sudah memperlambat kecepatan. Pengemudi sabar dan patuh, kunci keselamatan di jalan. Kecelakaan terjadi karena kurang pesiapan. Jika belum siap, sebaiknya tidak mudik. Semoga mudik lebih terjamin aman, sampai ke tujuan, disambut keluarga dengan senyuman.

Pak Iwan Pranoto dari Garda Oto berbagi informasi tentang “Insurance is lifestyle”. Memang asuransi telah menjadi kebutuhan masa kini.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar